
Ruangan tempatnya hanya dia seorang di sana. Tanpa ada satupun orang, karena di khususkan untuknya seorang, Qin Chen menemukan dua belas orang ranah True Emptiness lapisan menengah mengamatinya, mereka semua adalah utusan orang itu, Kaisar Surga. Karena kekurangan informasi tentang kekuatan seorang Divine Calamity, mereka meminta pembudidaya True Emptiness yang dapat di andalkan mengumpulkan informasi tentang kekuatan Divine Calamity.
Posisi mereka semua di tempat yang tidak dapat di konfirmasi siapapun, hanya Qin Chen seorang yang dapat menemukannya. Karena matanya berbanding terbalik dengan mata surga sehingga dapat dengan mudah menemukan niat terselubung yang terpancar begitu jelas mengarah padanya.
"Tuan muda, saya mendapatkan informasi yang Anda butuhkan." Ucapnya, ia masuk kedalam membungkuk kemudian bicara dengan sopan kepadanya.
Saat itu, Qin Chen tengah menyerang akan tetapi di hentikan karena mendapatkan informasi dari Hang Ma.
Setelah beberapa menit mendengar seluruh informasi yang di dapatkan Hang Ma, Qin Chen menyuruhnya kembali ke ruangannya karena besok mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Ancient Realm.
Malamnya— Qin Chen keluar penginapan dengan bayangannya, ia berada di belakang pengamat yang mengintai sepanjang hari tanpa mengedipkan matanya. "Kalian sangat penting bagi Dinasti, kan?" Katanya.
Mereka menoleh kebelakang, kemudian melompat menjauh darinya.
"Pertahankan posisi." Ucap satu orang dari selusin orang di sana.
Qin Chen menyeringai tipis turun kebawah menginjak genteng bangunan d tengah malam tanpa mengundang kegaduhan. "Santai, aku datang dengan maksud baik." Ucapnya.
Tch!
"Jangan bercanda! Kau adalah Divine Calamity! Pembawa malapetaka bagi dunia dan langit, keberadaanmu harus di hancurkan hingga ke akar-akarnya!"
"Begitu?" Qin Chen melangkah kedepan hingga berpindah tempat di belakang pria itu dengan menodongkan jarinya di samping kepalanya. "Boom!"
Keberadaannya menghilang dalam kegelapan tanpa meninggalkan apapun, mereka langsung melompat kebelakang dengan keringat dingin. Qin Chen tersenyum tipis melihat ketakutan di wajahnya.
"Satu hancur, tersisa sebelas orang lagi." Ucapnya, ia melangkah satu langkah kembali menghilangkan satu orang dari mereka lagi tanpa memberikan waktu menyerang. Seakan-akan, ia adalah menteri dalam permainan catur yang bergerak bebas membunuh mangsanya.
Sementara sisanya, ia mengurung mereka kedalam ruang hampa yang tercipta di dalam genggaman tangannya. Didalam sana seakan-akan mendapatkan ilusi yang nyata menghancurkan mental dan fisik secara spontan meruntuhkan pembuluh darah dan meledak seperti balon.
__ADS_1
Keutungan yang ia dapatkan adalah, akses informasi yang di proses secara komprehensif melalui sistem di benaknya.
Qin Chen memandangi tangannya. "Satu-satunya kebahagiaan akan kedamaian abadi hanya ada di tanganku, kematian!" Ucapnya.
Matanya bercahaya terang bak demon yang hendak menggelapkan seluruh dunia, bayang-bayang demon masa lalu dan keinginan kuat atas kekuatan absolute membuatnya seperti sekarang.
Paginya— mereka sampai di tanah Ancient Realm dalam waktu yang cukup singkat, di mana banyak orang-orang berdatangan untuk memasuki reruntuhan dan mendapatkan pencerahan. Kedatangannya hanya untuk satu tujuan, mendapatkan pencerahan yang mungkin berhubungan dengan tujuan lainnya.
Sementara itu, di istana megah berada di puncak langit memandang daratan besar Ancient Realm, para Dewa dan Dewi Kuno menemukan Qin Chen.
"Bagaimana menurut kalian?"
"Eksistensinya berada di luar jangkauan, kekuatannya dapat menghancurkan True Emptiness dengan satu serangan bukanlah sesuatu yang dapat di kalahkan dengan kekuatan. Kita membutuhkan skema kuat hingga membuat seseorang sekelas dia masuk kedalam perangkap." Ucap seseorang, dia wanita dengan rambut putih panjang bersalju dengan gaun dingin.
"Bicara itu mudah, bagaimana membuatnya? Dengan kekuatannya sekarang, skema sederhana dapat di lihat tanpa harus membuang tenaga." Jelas seorang tetua yang berpenampilan begitu tua.
"Jika di samping kita ada Orang Suci, mungkin ada peluang untuk membuat perangkap kuat hingga menjebaknya di dalam. Sayangnya, Orang Suci hanya berada di tempat di atas kita semua." Sahut seseorang di sampingnya.
Ada dua belas Dewa Kuno memandang sebuah bola kaca melihat Qin Chen, mereka semua mengangguk menyetujui gagasan seorang wanita tersebut.
Sedangkan di tempat Qin Chen, ia dapat merasakan perasaan buruk akan datang menghampirinya.
"Reruntuhan akan di buka besok, hari ini aku hendak mencari sesuatu di tempat ini. Hang Ma, kau kembalilah dan lakukan tugas seperti biasanya yang dapat di gunakan sebagai senjata utama." Qin Chen memintanya mengumpulkan informasi lagi.
Hang Ma melakukannya, ia meninggalkan Qin Chen sendirian di mana sekarang ia tengah berada di gang kecil yang gelap karena merasakan seseorang mengintainya dari kejauhan.
"Perasaan sebelumnya sama seperti seseorang mengintaiku dari kejauhan." Qin Chen mendongak ke atas menyipitkan matanya, ia menemukan sesuatu anomali yang janggal di langit hingga menggunakan mata pertama yang menciptakan kekacauan.
Tempat para Dewa mengamati Qin Chen meledak karena bola kaca tersebut di temukan. Dan Qin Chen mengacaukan ruang-ruang hingga tidak dapat menemukan keberadaan dirinya yang sekarang. Para Dewa megertak, dan menghantam sudut singgasana dengan kemarahan karena ini sebuah provokasi.
__ADS_1
Qin Chen mengabaikannya dan kembali melanjutkan perjalanan mencari sesuatu di tanah Ancient Realm.
Sesaat kemudian dia tengah menawar benda di pasar harta di tempat tersebut.
"Tuan muda, harga ini sudah tidak dapat di tawarkan lagi. Para abadi mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan harta di dalam reruntuhan kuno, bagaimanpun ini harta yang sangat berharga." Ucap pedagang tersebut dengan mengusap-usap telapak tangannya.
Ada ranting merah, itu mempunyai Esensi Matahari di dalamnya. Qin Chen tidak tahu mau di gunakan, tetapi itu dapat bermanfaat suatu saat nantinya.
"Baiklah, seribu Primordial Stone." Balas Qin Chen.
Setelah melakukan pembayaran, rombongan orang datang. "Dimana ranting kayu merah yang ada di tempat ini?" Ucap wanita itu dengan suara tinggi.
"Maaf Nona muda, ranting kayu merah sudah di berikan kepada tuan yang ada di sana." Ucapnya, dia menujuk Qin Chen yang tengah melihat-lihat harta di tempat lain.
Wanita itu menoleh melihat Qin Chen, "Kalian hentikan orang itu, ranting kayu merah harus menjadi milikku." Titahnya, dia membawa sekumpulan True Universe lapisan Puncak dan beberapa Tetua di ranah True Emptiness lapisan awal di sampingnya.
Qin Chen duduk di satu tempat, dan tiba-tiba di belakang bermunculan orang-orang yang tidak di kenal mengepungnya.
"Kau di sana!" Ucap pria itu dengan kasar menatapnya. "Nona muda kami ingin bicara, sebaiknya kau tidak membatah perkataannya."
Qin Chen mengerutkan keningnya, di samping itu orang-orang pada ketakutan. Dia mengabaikan mereka, dan tetap fokus mengamati harta di tangannya tampak berguna, sampai kera pakaiannya di tarik membuatnya terangkat.
"Bocah sialan! Jangan membuat kesabaranku menghilang!" Teriaknya dengan keras.
Qin Chen menatapnya, ia memberikan pukulan tepat di wajahnya hingga terlempar keluar ratusan ribu kilometer membentang garis horizontal yang memutus dua tempat. Wanita itu dan rombongan beserta orang-orang di tempat tersebut tercengang.
'Sepertinya, ini gawat.'
...
__ADS_1
*Bersambung ...