Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 176 : Perang Di Samudera (1)


__ADS_3

Seminggu kemudian, bertepatan dengan perang suci yang resmi di mulai! Dalam beberapa hari belakangan ini, banyak orang-orang membicarakan tentang perang yang akan berlangsung.


Banyak orang-orang biasa berlarian menjauhi medan perang, karena mengkhawatirkan dampaknya.


Bagaimanapun, perang ini akan menyebabkan banyak kematian, dan kekuatan para dewa mengamuk menghancurkan apapun.


Bahkan tidak ada yang tahu kehancuran seperti apa yang terjadi kedepannya, mengingat ada 'Divine Calamity ' di peperangan kali ini, itu menciptakan kehancuran yang tak berujung.


Ya, itu sangat menarik, sayang!


Seorang wanita tersenyum sembari tertawa di sebuah ruangan.


***


Sementara itu, di samudera tak berujung kekuasaan Hai Huang. Suasana terasa mencekam di langit, ribuan mata prajurit dari Klan Penguasa Samudera terpaku pada horison yang luas, di mana samudera tak berujung memantulkan sinar matahari senja yang memukau.


Pasukan samudera telah berkumpul di pantai yang luas, tetapi mereka hanyalah tetesan air di tengah samudera yang mendalam. Sementara pasukan utama berada di dalam samudera menunggu titahnya yang mahakuasa!


Pemandangan itu berubah menjadi mencekam saat langit di sebelah barat mulai berubah warna. Dari kejauhan, terdengar gemuruh dan riuh rendah yang datang semakin dekat, seperti suara angin kencang yang mendekati.


Tiba-tiba, di ujung cakrawala, tampak lautan bergerak-gerak seolah-olah memiliki kehidupan sendiri. Gumpalan air menjadi lebih besar, dan dalam cahaya senja, ribuan perahu perang muncul dari kegelapan samudera yang dalam!


Suara terompet dan drum terdengar keras memberikan kesan kedatangan sosok tertinggi di tempat tersebut.

__ADS_1


Tidak hanya ribuan, tetapi jutaan pasukan muncul seiring dengan pasukan perahu perang mereka. Bendera-bendera berkibar dengan anggunnya di atas kapal-kapal itu, dan panji-panji Klan Penguasa Samudera yang telah berkibar sekarang hanya terasa kecil di tengah kehadiran luar biasa ini.


Wajah-wajah prajurit dari Klan Penguasa Samudera memancarkan ketegangan saat mereka menyaksikan kedatangan pasukan besar yang tak terhitung jumlahnya ini. Meskipun begitu, tekad mereka dalam perang tidak dapat digoyahkan!


Mereka sudah membulatkan tekad dalam perang melawan para Dewa dari Perbatasan Selatan Surga !


Wush! Wush! Wush!


Ketika pasukan besar itu semakin mendekat, horison terasa seolah bergerak. Keberadaan mereka mengguncang bumi dan memenuhi samudera dengan aura mengerikan dan mencekam.


Pasukan Penguasa Samudera telah menunggu kedatangan mereka, dengan berbagai rencana matang, pasukan samudera muncul setelahnya!


Bergerak!


Mereka muncul dari kedalaman samudera seperti pasukan roh air, dengan baju besi yang mengkilap dan pedang-pedang yang bersinar di tangan mereka. Setiap prajurit dipandu oleh elemen air, dan mereka muncul dengan cara yang megah, seolah-olah air itu sendiri yang memanggil mereka.


"Atas titahnya, pasukan samudera angkat senjata kalian dan kerahkan seluruh kekuatan kalian! Perang kali ini, kemenangan di tangan kita!"


Suara satu orang itu mengangkat semangat para prajurit samudera, mereka bersuara keras hingga mengguncang daratan! Kekuatan mereka lepas seolah mengkonfirmasi sesuatu.


Pemandangan luar biasa itu sangat mengagumkan hingga membuat para Dewa dari Perbatasan Selatan Surga terkesima. Mereka sedikit mengerutkan kening melihat pasukan samudera.


"Kekuatan yang tak terduga keluar, apa benar kali ini keagungan Perbatasan Selatan Surga akan runtuh di Klan Pemberontak? Tidak mungkin!"

__ADS_1


Salah satu petinggi pasukan tidak terima dengan spekulasi tentang kekalahan Perbatasan Selatan Surga! Dia tidak ingin mempercayai kemungkinan terburuknya yang sedang ia pikirkan sekarang.


Saat ia sedang sibuk dengan pemikirannya, bentrokan kedua energi besar dengan intensitas yang luar biasa terasa mengancam dunia dan langit.


Robekan ruang di langit tidak dapat di hindarkan saat kedua energi saling bertabrakan satu sama lain.


Kedua kubu saling memandang satu sama lain dengan penuh ketegangan, dan siap untuk bertempur kapanpun. Keduanya menunggu titahnya yang kuasa.


Waktu berputar cukup lama, tetapi kedua kubu tidak melakukan gerakan apapun. Ketika matahari terbenam dan langit menggelap, energi yang kuat mulai berkumpul di antara kedua pasukan.


Di pihak pasukan Dewa, ada kilatan cahaya surgawi dan aura kekuatan yang memancar sangat kuat. Mereka menggabungkan elemen-elemen alam semesta dalam diri mereka, menciptakan pusaran energi yang luar sangat kuat.


Sementara itu, pasukan Samudera merespon dengan mengumpulkan elemen air di sekitar mereka. Gelombang air besar muncul dari dalam samudera, mengelilingi mereka seperti tembok air yang tinggi. Setiap prajurit menggabungkan kekuatan mereka dengan alam semesta, menciptakan lautan energi yang menggema.


Ketika dua energi besar ini bertemu di tengah-tengah pantai, mereka saling berbenturan. Gemuruh yang luar biasa mengguncang bumi, dan angin kencang menerpa langit.


Saat daun menyentuh samudera, masing-masing petinggi pasukan menurunkan tangan mereka.


"Serang ... "


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2