
Paginya— Qin Chen/Valentin Ein-Monarch nama samarannya yang ia gunakan sekarang di Archevia. Nama Valentin direkomendasikan sistem, Monarch berunjuk pada Penguasa, dan Ein hanya nama tengah yang ia gunakan untuk menyatukan kedua kalimat.
Qin Chen berada di dalam ruangan kepala akademi di temani dengan satu guru wanita yang akan mengantarnya kedalam kelas. Namun sekarang, ia tengah bicara dengan kepala akademi mengenai kelas yang akan Qin Chen masukin sekarang.
"Ditempat ini mempunyai tiga kelas utama, kelas pendekar, kelas sihir, dan kelas pertahanan/guardian. Masing-masing kelas mempunyai kemampuan unik untuk saling mendukung, mengingat anda dapat menggunakan sihir api tingkat lanjut, kelas sihir adalah yang cocok untuk anda sekarang, bagaimana?" Ucap Terra.
"Benar, selepas kelas sihir, apa ada kegiatan lain yang dapat memancing penyihir elves di akademi?" Qin Chen bertanya, penasaran.
"Kontribusi, selama tuan mempunyai kontribusi yang cukup. Saya akan merekomendasikan tuan ke penyihir elves, atau ada cara lain yaitu itu menarik perhatiannya dengan sihir kuno. Tetapi saya tidak menyarankannya karena membutuhkan usaha keras dan mustahil untuk mempelajarinya. Bahkan penyihir terkuat era ini membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mempelajari satu kemampuan sihir kuno." Jelasnya.
Qin Chen mengangguk memahaminya, selama berada di sana ia hendak mempelajari kemampuan penyembuhan/regenerasi superior. Karena kemampuan serangan dan pertahanan Qin Chen tidak dapat di ragukan lagi merupakan yang terkuat di dunia, tetapi ia kekurangan kemampuan pemulihan.
Terra menyipitkan matanya. "Tergantung bagaimana aktivitas mana anda, apa dapat mempelajari sihir kuno atau tidak. Semuanya mempunyai hierarki bakat untuk memahami kemampuan sihir." Jelas Terra dengan singkat dan padat.
Qin Chen tersenyum tipis, ia memberikan kesan misterius dan penampilannya cukup berbeda dari sebelumnya. Penampilannya tampak lebih muda dibandingkan kemarin, itu dapat di lihat dari kerutan di wajahnya mulai menghilang sedikit demi sedikit.
Ia yang menyadari itu bicara. "Vitalitas saya mengalami kerusakan akibat menggunakan kekuatan berlebihan, itu membuat saya begitu tua. Setelah beberapa hari beristirahat, saya akan kembali membaik seperti semula."
Setelah mendengar itu, dia terdiam mengetahui penampilannya sekarang bukanlah faktor usia, melainkan kerusakan pada sirkuit mana yang mengabaikan penuaan dini, itu mustahil di perbaiki tetapi mata Qin Chen begitu serius tentang penyembuhannya.
"Be– Begitu rupanya, Guru Celis akan membawa anda ke kelas, dan ini akan sangat berat untuk tuan mengingat mereka adalah generasi muda tahun ini. Dengan penampilan tuan, mungkin ada banyak kontroversi di kelas. Jadi mohon kerjasamanya selama setahun ini."
Qin Chen tersenyum, dia datang untuk menemui Penyihir Elves di akademi. Kemungkinan besar dia adalah orang penting di rasnya, dan mengetahui sesuatu tentang putri angkatnya.
__ADS_1
"Kalau begitu, selamat datang di akademi sihir Tuan Valentin." Ucapnya, dia tersenyum ramah di tempat duduknya menatap Qin Chen.
Guru Celis membawanya keluar ruangan kepala akademi, mereka berdua berjalan di lorong bangunan. Semua murid tengah belajar di kelas masing-masing, dan belum waktunya beristirahat. Selama beberapa menit kemudian, ia sampai di depan pintu kelas sihir yang dimana Celis masuk kedalam.
"Perhatian semuanya, kita kedatangan murid baru di kelas. Guru harap kalian semua menjaga sikap." Ucap Celis dengan tegas di depan sana, semua murid penasaran dengan murid baru yang masuk kedalam kelasnya. "Tuan Valentin, anda dapat masuk kedalam."
Qin Chen mendengar itu ia masuk kedalam dengan acuh, meskipun penampilannya begitu tua ia mempunyai jiwa muda di dalamnya. Dan beberapa hari lagi akan kembali seperti semula, tampan dan pemberani seperti singa.
"Valentin Ein-Monarch." Ucap Qin Chen.
Semua murid terdiam melihat penampilannya, ada yang menahan ketawa tetapi di tahan dikarenakan ada guru mereka di depan kelas. Qin Chen menyadari hal tersebut mengabaikannya, ia memang tua dalam usia tetapi begitu abadi sampai semua orang termasuk surga iri.
Ia menyadari sesuatu, penyihir yang ia temui beberapa waktu lalu ada di sana. Seorang wanita muda, dan dia menatap Qin Chen dengan tidak percaya bahwa orang yang dia lihat sebelumnya akan menjadi murid di kelas sihir.
"Terimakasih."
Qin Chen turun panggung, ia berjalan menuju bangku kosong di belakang sana, ada murid yang tersenyum tidak ramah mencoba mengganggu Qin Chen dengan memalangkan kakinya. Ia berhenti sesaat, lalu melangkah lebar tanpa mencari masalah dengan generasi muda.
Sistem di benaknya bahkan kebingungan, tidak seperti Qin Chen yang biasanya suka dengan kekerasan. Jika di ganggu, dia akan membalasnya lebih kejam dibandingkan kematian, itu penyiksaan!
Dan sekarang, sikapnya begitu lunak membuat sistem bertanya-tanya apa ada kesalahan pada sarafnya? Tetapi dia tidak pernah melakukan kesalahan dalam menyembuhkan Qin Chen selama ini.
Tidak lama kemudian ia duduk di bangkunya, dengan meletakkan tongkat naganya di samping mejanya. Mengelus janggutnya, ia mengamati pelajaran di depan dengan serius karena guru menjelaskan tentang sihir api.
__ADS_1
Tidak begitu rumit untuk di pahami secara otodidak, tetapi di jelaskan secara harfiah membutuhkan pengalaman dan pemahaman yang kuat dalam sihir, dan Qin Chen sama sekali tidak berpengalaman dan pemahaman tentang sihir.
Jadi ia hanya mendengarkan penjelasan guru Celis dari kejauhan, ada beberapa murid generasi muda membicarakan Qin Chen. Walaupun hantinya sakit di satir karena tua dan tidak modis dalam berpakaian, itu kuno!
Qin Chen menurunkan kepalanya, ia mengintip pakaiannya adalah kultivator modern, dan karena penampilan tuanya membuat ia kurang menarik di mata orang-orang, tapi saat dia muda dia menjadi pusat perhatian.
'Ah~ Piluh hati ini mendengar generasi muda mengatakan aku kurang menarik.' Batinnya.
[...]
[4 hari lagi tuan akan kembali muda, penyembuhan tuan cukup cepat selama menyerap energi dunia ini. Jadi bersabar dan menunggu empat hari lagi untuk bisa mengguncang daratan dengan penampilan tuan, tapi ingat untuk tidak berselingkuh dengan wanita lain.]
Qin Chen tertegun. 'Sejak kapan kau seperti ibu bagiku, sampai melarangku berselingkuh dengan wanita lain.'
[Eternal Love Necklace : Bukankah itu melambangkan cinta abadi? Tuan memberikannya kepada Chu Qincheng sewaktu di dunia bawah, apa anda lupa dengan janji untuk hidup dan semati bersama-sama.]
"Ah~" Qin Chen tersenyum. "Ada benarnya, Eternal Love Necklace aku berikan kepadanya sewaktu mendapatkan hadiah dari box ilahi dulu, aku ingat itu pertemuan pertama kami sebelum bertemu untuk kedua kalinya."
"Setelah itu berpetualang, lalu merampok harta karun dari reruntuhan. Kenangan itu begitu indah, aku tidak dapat melupakannya. Moments itu begitu indah, namun begitu singkat setelah—" Qin Chen galau kembali, dia masih bersalah sampai sekarang dan kekuatannya belum cukup kuat untuk merobek dimensinya sendiri mencari Chu Qincheng.
Dan lagi, ada Ocean Eternity di tempat tersebut, dan banyak monster kuat di angkasa siap menerkamnya.
...
__ADS_1
*Bersambung ...