Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 177 : Kemunculan Jenderal Langit! (2)


__ADS_3

Saat cahaya matahari telah tenggelam, dan bulan mulai naik kepermukaan, samudera yang tenang mulai terguncang hebat, energi yang mengerikan meluap-luap tak terkendali di permukaannya.


Di hamparan samudera yang tak berujung, pasukan para dewa dan pasukan samudera saling berseteru, mereka mulai bergerak dengan kecepatan masing-masing saling bertabrakan di tengah gemuruh ombak.


"Gunakan kekuatan penuh kalian semua, bunuh dan hancurkan para rendahan yang memberontak pada kekuasaan Surga!" Suara berat seorang pemimpin pasukan Dewa bergema di antara pasukannya, dan mereka bergumam dengan amarah membara di mata mereka.


Pasukan para dewa menggunakan zirah emas mereka, dan senjata kelas surga yang merupakan senjata tertinggi di lapisan pertama Ocean Eternity.


Sementara pasukan samudera sendiri hanya menggunakan elemen air yang mereka kuasai sedari dulu, mereka memanipulasi air sebagai senjata pertarungan mereka saat ini.


Rumble! Rumble! Rumble!


Samudera terguncang, ombak-ombak raksasa yang menggulung tinggi menghancurkan apapun.


"Kekuatan Surgawi yang tak terkendali!" Dengan teriakan keras, petinggi pasukan para dewa memicu badai petir yang membelah langit. Kilatan petir menyambar pasukan samudera dengan keras, menghasilkan ledakan energi yang menggetarkan langit dan lautan.


Dalam waktu yang singkat itu, pasukan samudera banyak yang mati dalam pertempuran. Mata pasukan samudera bergetar sementara, saat petinggi pasukan mengangkat senjatanya. "Berhenti takut! Ini adalah perang, kematian akan selalu datang pada kita yang lemah! Jadi, angkat senjata kalian dan bunuh para dewa yang merebut kebebasan kita semua!"


Dengan bangga, dia memutarkan tombaknya, dan segera sumber energi yang mengerikan berkumpul di sekitarnya, menjadikan ombak-ombak raksasa itu semakin ganas daripada sebelumnya.

__ADS_1


"Berguncanglah dan hancurkan musuh-musuh kami! Putaran vajra badai kehancuran samudera!" Dengan gerakan tombak yang mengesankan, ombak-ombak raksasa itu bergerak maju menuju pasukan Dewa dengan keganasan yang luar biasa. Ombak-ombak itu menenggelamkan musuh-musuh mereka, menghancurkan semuanya di depan mereka dengan kekejaman yang tak terhentikan.


Hempasan serangan ini menciptakan angin kencang yang berputar seperti bilah pedang, merobek-robek awan seperti kertas, dan membakar air hingga mendidih.


"Dunia Penderitaan, Badai Petir Kegelapan!" Dengan teriakan lantang, pemimpin pasukan Dewa berusaha untuk mempertahankan pasukannya. Dia menyerang kehancuran dengan kekuatan kehancuran itu sendiri, menyebabkan kedua kekuatan ini saling bentrok di dalam kekacauan badai di langit.


Kedua pemimpin ini melesat satu sama lain, saling memberikan serangan mematikan dengan senjata mereka. Kilatan cahaya yang tak terlukiskan bergerak begitu cepat, merobek ruang di sekitarnya.


Petir-petir mengerikan menyambar tanpa pandang bulu, seolah-olah kehilangan kendali atas kendali kekuatan petir tersebut. Mereka berdua terus bertarung di atas sana, menghancurkan segala di sekitarnya tanpa pandang bulu.


Di langit, dua pemimpin pasukan berduel dengan ganas, sementara di bawah mereka, pasukan masing-masing berperang tanpa kenal lelah hingga mati.


"Gerakan ketiga seni tombak, Hantaman Penghancur Langit!" teriak salah satu dari mereka, suaranya bergema di seluruh medan perang sementara dia menghantam tombaknya dengan cepat.


"Pertahanan Surgawi, Sembilan Gerbang Langit dan Bumi!" kata pemimpin yang lain sambil melakukan gerakan yang menciptakan sembilan gerbang dengan kekuatan pertahanan yang kuat.


Saat kekuatan tombak dilepaskan dengan sangat cepat, energi yang meledak menghasilkan suara menggelegar yang terdengar hingga ke seluruh alam semesta.


Bang!

__ADS_1


Dengan benturan yang dahsyat, energi dari kedua serangan bertabrakan dan menciptakan ledakan dahsyat yang mengoyak awan di langit. Angin kencang dan petir menyambar di mana-mana, menciptakan kekacauan besar di medan perang.


Kedua pemimpin ini terus bertarung dengan kecepatan tak terlukiskan, melepaskan serangan bertubi-tubi membawa kehancuran di mana-mana.


Sebuah kilatan besar menyambar dari langit dengan kecepatan yang luar biasa, dan dari bawah, sebuah tebasan besar dengan energi yang melimpah melesat maju. Saat keduanya bertabrakan, kedua serangan sebelumnya meledak dengan dahsyat, menghempaskan kedua pemimpin pasukan jauh ke belakang dengan luka-luka yang parah.


Serangan yang baru saja dilepaskan adalah hasil dari pertarungan sengit antara Jenderal Langit dan Penguasa Samudera, yang sejak tadi diam-diam mengamati, dan menunggu saat yang tepat untuk beraksi.


"Hai Huang! Keluar dan hadapi aku sekarang! Jangan menjadi kura-kura pengecut yang bersembunyi di balik Cangkang!" teriak Jenderal Langit dengan nada arogan.


Penguasa Samudera menggeleng-gelengkan kepalanya, "Omong kosong apa yang kau bicarakan! Aku telah berada di medan perang sejak awal. Kaulah yang tidak berani keluar dan terus mengamati pertarungan antara petinggi pasukan, bukan? Dasar Dewa pengecut yang hanya mengandalkan kekuatan eksternal untuk berkuasa."


Setelah mendengar jawaban Penguasa Samudera, suasana di sekitar berubah drastis. Jenderal Langit, yang merupakan pemimpin pasukan Dewa, maju ke medan perang dengan sikap yang sangat arogan. Tubuhnya yang perkasa mengambang di atas awan, dan kehadirannya saja sudah cukup menggetarkan hati semua pasukan yang hadir di medan perang.


Dengan suara yang bergema di seluruh medan perang, Jenderal Langit berkata, "Kalian, tidak ada bedanya dengan penguasa kalian yang lemah! Jangan bermimpi bisa mengalahkan Perbatasan Selatan Surga! Perbatasan Selatan takkan pernah dapat dihancurkan, bahkan jika langit itu sendiri hancur berkeping-keping." Jelasnya.


Dengan suara sombongnya, ia mengangkat tangannya, awan gelap semakin menggumpal di sekitarnya. Petir menyambar ke bawah seperti tombak neraka, menghantam pasukan Samudera dan menciptakan kekacauan yang mengerikan!


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2