
Prajurit lain menunggu di halaman utama, dan Qin Chen berada di dalam ruangan tengah duduk dengan bersikap arogan. "Tempat ini adalah kota yang berpusat perdagangan terbesar di perairan timur, dan tempat perbatasan antara daratan lain yang ada di sampingnya. Pastinya mempunyai informasi tentang orang-orang yang masuk dan keluar kota, kan?"
"Aku hanya meminta dua hal." Ucap Qin Chen sembari mengerakkan dua jarinya. "Pertama, tentang pengumuman ketiga di papan pengumuman kota, aku ingin informasi tentang mereka secara letaknya di mana, dan orang-orang yang berhubungan dengan mereka siapa saja. Dan kedua, aku menginginkan informasi yang berhubungan dengan demon dan orang suci yang pernah masuk ataupun melintasi tempat ini. Tentunya, orang yang melakukan perdagangan ketempat ini ikut termasuk."
"Jika kami tidak bersedia, apa yang bisa kau lakukan?" Ucap penguasa kota dengan tegas meskipun tubuhnya tengah terikat.
Qin Chen hanya tersenyum sinis, "Itu mudah, bukan?" Dengan santainya, ia menjentikkan jarinya membunuh putra penguasa kota tepat di depan matanya. "Aku hanya tinggal membunuh kalian satu-persatu!" Lanjutnya.
Penguasa kota bernama Yang Yowen, dia mengertak dengan kemarahan di samping kematian putranya. Keluarganya berada di samping, istri dan satu-satunya putrinya yang tersisa berusia 18 tahun. Jika dia tidak memberikan informasi yang Qin Chen katakan, maka salah satu dari mereka berdua akan menyusul putranya.
"Hanya tertinggal dua wanita cantik." Ucap Qin Chen, itu langsung membuat detak jantung Yang Yowen berdetak kencang. "Membunuhnya begitu mudah bagiku, bagaimana membiarkan pria kesepian di luar sana merasakan tubuhnya? Bukankah itu tontonan yang menghiburkan? Kesucian yang di rampas secara paksa, perselingkuhan orang yang tercinta di depan mata. Bagaimana? Apa yang akan kau lakukan sekarang? Mengatakannya, atau membiarkan kedua wanita itu menjadi mainan."
Yang Yowen mengertak, ia secara secara mendadak muncul dan mengacaukan segalanya. Membunuh dan membantai pasukan, dan bahkan mengancamnya dengan menganiaya keluarganya, di matanya penuh kemarahan kepada Qin Chen yang mengacaukan kekuasaannya. Penguasa kota mempunyai banyak informasi tentang orang yang masuk kedalam Dinasti menggunakan jalur laut, ataupun perdagangan. karena informasi itu dapat ia manfaatkan sewaktu-waktu dia terdesak dengan mengancam orang tersebut agar mematuhi perintahnya.
Qin Chen sudah membaca berita dan apa saja yang di lakukan Yang Yowen sebagai bangsawan di tempat ini, di mana dia melakukan tindakan kejahatan yang merugikan masyarakat secara bersembunyi di belakang layar.
Seperti perdagangan budak, dan obat-obatan terlarang di berbagai belahan kota. Disamping semua itu, dia sering melecehkan wanita muda dengan ancaman, dan wanita dan pria tua di buat sebagai budak pekerja di suatu tempat untuk membayar pinjaman.
Ketika dia bosan dengan seseorang, dia akan membunuhnya ataupun melantarkannya di tengah-tengah kota sebagai budak. Dengan begitu, dia mendapatkan banyak uang melalui perdagangan budak.
__ADS_1
Dan kenapa Qin Chen membantai orang-orang di tempat ini karena dia muak!
Tentunya, dia akan mencari keuntungannya sendiri di samping kejahatan keluarga bangsawan. Setelah dia mendapatkan apa yang dia inginkan, ia akan membalas dendam orang-orang yang mati ataupun di perbudak. Meskipun dia akan di anggap sebagai Divine Calamity lagi dan lagi karena baginya itu sudah biasa.
"Aku akan menghitung sampai tiga, kalau tidak memberikannya, aku akan melakukan apa yang aku katakan tadi, ini bukan ancaman melainkan ketegasan sebuah bisnis." Qin Chen menghitung dari angka satu. "Satu."
"Sayang, cepat bantu berikan apa yang dia mau, aku tidak ingin di lecehkan mahkluk rendahan di luar sana." Kata wanita itu dengan arogan kepada Yang Yowen. Putrinya juga sama-sama mengatakan hal yang sama.
Yang Yowen menyerahkan kunci yang ada di sakunya. "Kunci ini dapat mengakses informasi dari menara yang aku buat, kau dapat ke sana untuk memastikannya. Dan sekarang, lepaskan keluargaku! Aku sudah memberikan apa yang kau minta sebelumnya." Ucapnya dengan kasar.
Qin Chen mengambil kuncinya, ia menyimpan benda tersebut kedalam sakunya. "Seperti yang aku katakan tadi, aku akan melepaskan keluargamu."
"Apa maksudnya ini, aku sudah memberikan apa yang kau mau!" Teriaknya.
Qin Chen menggelengkan kepalanya, "Cup! cup! Kau sungguh berisik, aku hanya menyiapkan hadiah spesial untukmu. Karena kau dan keluargamu sudah banyak berbuat dosa sewaktu hidup dan menikmati kemewahan yang ada di atas penderitaan orang-orang yang kau terlantarkan. Dan aku datang untuk memberikan balasan pada mereka yang sudah tiada."
"Tentunya, kesucian harus di balas dengan kesucian agar terlihat menarik, dan kematian akan di balas kematian. Bukankah hukum dunia ini begitu manis dan sempurna?" Kata Qin Chen, dia tersenyum tipis menatap ketiganya yang secara bertahap putus asa.
Rantai yang muncul dari lantai mengikat Yang Yowen ke dinding bangunan, dia akan menghadap ketempat keluarganya di permainkan! Matanya akan terbuka lebar menyaksikan langsung penderitaan yang dia buat sendiri, bahkan kedua wanita itu memohon ampun kepada Qin Chen dan menyesali perbuatan mereka.
__ADS_1
Sayangnya, mereka bertemu Qin Chen yang tidak mempunyai perasaan apapun!
Qin Chen melangkah keluar dengan satu kata-kata terakhirnya. "Nikmati tontonan manis yang luar biasa ini. Penguasa kota, Yang Yowen!" Ucapnya.
Saat ia keluar ruangan, 60 lebih orang yang ia temui di kota masuk kedalam mengeledah kedua wanita tersebut. Orang-orang itu adalah keluarga dari orang yang sudah mereka hancurkan, ini balasnya. Suara mereka menggema di berbagai ruangan, mata penguasa kota bergetar mengeluarkan darah tidak sanggup menahan pemandangan di mana istrinya di permainkan pria lain tepat di depan matanya.
Bahkan satu-satunya putrinya sama seperti istrinya, dia dipermainkan pria luar dan di olok-olok sampai kesadarannya memudar. Qin Chen hanya menggunakan kemampuan salah satu dari tujuh dosa besar, hawa nafsu!
Sementara prajurit di halaman utama di bunuhnya, dia keluar dari kediaman penguasa kota dan mencari tahu keberadaan menara.
"Suara mereka bergemma hingga keluar kediaman." Qin Chen bergumam, ia menatap langit sembari menutup matanya. "Apa yang kau tanam Itulah yang kau tuai dia masa depan. Sekalipun tindakanku adalah kejahatan yang tercela tidak termaafkan, aku hanya melakukan yang seharusnya aku lakukan, membalas perbuatan mereka yang sewenang-wenang dengan apa yang mereka dapatkan di masa lalu."
"Dosa dan kutukan, setiap waktu aku mendapatkannya tanpa perlu di katakan seberapa banyak. Hanya dosa ini, aku tidak keberatan menampungnya seperti air, terbendung hanya untuk diri sendiri meskipun terbebani dengan kutukan yang di lontarkan orang-orang yang tidak menyukai keberadaanku." Gumamnya.
Sistem di benaknya mengevaluasi 7 dosa besar, kemarahan, kerakusan, dan hawa nafsu meningkat.
...
*Bersambung ...
__ADS_1