
"Jangan khawatirkan apapun." Qin Chen mengusap-usap kepalanya. "Memang benar bahwa Chen Gege adalah Divine Calamity. Dan keberadaan Saintess sangat penting bagi mereka, karena kamu penyelamatnya. Chen Gege akan mengandalkanmu, karena kamu mempunyai pencapaian luar biasa, kehidupan bahagia ada di depan mata, kamu dapat menggapainya dari sekarang." Lanjutnya.
Qin Chen memberikan satu cincin ruang di mana ada banyak bahan-bahan herbal dan harta di dalamnya. "Gunakan cincin untuk menopang sumberdaya sementara di masa depan, kamu harus menemukan tempat yang mempunyai sumberdaya yang melimpah, dengan begitu peningkatan kekuatanmu tidak akan berhenti di tengah-tengah, mengerti."
"Ba– Baik." Tang Yin Yi hanya dapat mengangguk dengan suara kecil. "Tapi bagaimana dengan Chen Gege selanjutnya? Pasti banyak orang-orang yang merencanakan sesuatu di belakang Chen Gege." Lanjutnya.
"Soal itu kamu dapat mengandalkan Chen Gege. Untuk sekarang ceritakan pengalaman dan petualanganmu, Chen Gege akan mendengarkannya sampai ke daratan tetangga." Balasnya dengan penasaran.
Sepanjang perjalanan, ia mendengarkan cerita petualangan Tang Yin Yi selama 20 tahun mencapai puncak kehidupan, Saintess.
***
Dermaga kota hanya ada di bagian timur Dinasti Ma, mereka berpisah sebelum turun menghindari mata-mata yang tersebar di mana-mana. Qin Chen memberikan apa yang ingin dia berikan kepada Tang Yin Yi sebagai bekalnya, dan ia sekarang tengah duduk di salah satu kedai sembari menutupi wajahnya dengan topi jerami.
Sedangkan Tang Yin Yi sudah mempunyai tujuannya, karena dia membawa peta yang menunjukkan harta karun.
"Apa kau sudah dengar, kabar tentang Dinasti Han menghilang dari peta dunia? Tempat itu berubah menjadi jurang gelap tak berujung, begitu luas sampai di anggap sebagai tempat kramat oleh orang-orang."
"Aku sudah dengar, meskipun tempat ini berubah menjadi jurang, tapi air di sekitarnya tampak tenang seakan-akan ruang di sana di potong secara paksa namun tidak mengganggu hukum dunia yang mempengaruhi air laut."
"Apa kau buta? Orang yang melakukan semua ini adalah Divine Calamity. Orang itu sangat kuat, dan merupakan bencana, dia mempunyai banyak kemampuan yang mengerikan. Beritanya, dia menghancurkan Ancient Realm tanpa meninggalkan satupun orang yang hidup, di sana sampai terbentuk ekosistem danau yang luas." Sahutnya.
"Jika begitu, bukankah tempat selanjutnya adalah Dinasti Ma? Karena tempat ini cukup dekat dengan perbatasan, walaupun di sini menerima dampak yang cukup besar sampai-sampai bangun-bangun hancur dan mulai merenovasinya kembali secara bertahap." Balasnya.
"Kesampingkan ini, karena Divine Calamity begitu susah untuk di temukan, keberadaannya di mana-mana. Dan bahkan berita tentang Divine Calamity ada di Dinasti lain tersebar, mungkin dia mengunakan trik kecil mengelabui mata para pengamat."
Orang-orang di sana seorang nelayan, mencari ikan untuk memenuhi nafkah keluarga. Qin Chen ada di sampingnya tengah menikmati secangkir minuman, ia sembari mendengarkan pembicaraan serius para nelayan yang khawatir akan ada bencana susulan di laut.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Saintess baru? Apa dia berhasil selamat, karena di sampingnya ada dua orang suci." Tanya pria itu penasaran.
"Aku tidak tahu, belum ada beritanya sampai sekarang. Jikapun dia selamat, kerusakan pada mentalnya tidak dapat di hentikan, karena harus menyaksikan langsung kematian di depan matanya."
Pria itu mengangguk kasian, karena menganggap Saintess sekarang tengah trauma. Namun sebenarnya, Saintess yang mereka bicarakan sekarang tengah berpetualang mencari harta karun di Dinasti Ma.
Qin Chen membayar uang minumnya, ia meninggalkan tempat tersebut sembari tersenyum. "Bagaimana ini hari yang menyenangkan, aku akan mulai dari—" Dia menemukan papan pengumuman di sampingnya, dengan cepat ia melihat apa yang di umumkan di sana.
Ada empat hal yang tidak biasa, pertama Divine Calamity. Kedua, Kebangkitan Demon King. Ketiga, Ancestors Heavenly mengumumkan bahwa dia akan melawan Divine Calamity dengan anggotanya. Keempat, Pagoda perang suci selesai di perbaiki.
Setelah membaca itu, ia meninggalkan tempat tersebut sembari bergumam. "Semuanya hanya satu orang yang menyebabkan, hanya pengumuman ketiga sangat menarik. Anggota Ancestors Heavenly? Sepertinya mereka sangat kuat sampai berani mengumumkan bendera perang kepadaku."
[Tuan.]
Qin Chen berhenti.
Qin Chen tertegun, "Apa mungkin karena aku menghancurkan daratan dengan niat membunuh?"
[Benar tuan, karena kehancuran itu termasuk kejahatan besar, Bloodline Dewa Jahat mendidih dan meningkat secara dratis.]
"Begitu rupanya, akan aku ingat ini, lalu apa yang ingin kau katakan padaku lagi?" Tanya Qin Chen.
[Organisasi yang di bawa Ancestors Heavenly mempunyai kekuatan rata-rata True Emptiness. Masing-masing mereka memegang setidaknya satu harta surgawi, di samping itu mereka mempunyai pasukan yang tak terhitung jumlahnya.]
Sama seperti yang di bawa kaisar, banyak namun semuanya akan berakhir satu serangan. "Selama bukan di atas True Primordial, aku dapat mengatasinya. Ada banyak semesta, dan energi mereka dapat di ekstrak sebagai pemasok energi secara berskala, kan?"
Karena ia belum bisa menembus lapisan menengah True Universe, itu di sebabkan hukum dunia yang di mana mengekang Qin Chen agar tidak dapat menembusnya. Qin Chen bahkan berubah keras menciptakan banyak semesta bervariasi sampai batasan dunia hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Dan dengan begitu, dia dapat menembus lapisan menengah lalu puncak dan menjadi pembudidaya abadi ranah True Emptiness.
Qin Chen berada di halaman utama bangsawan kota yang mempunyai pengaruh besar, ia mengacaukan tempat tersebut untuk memanggilnya keluar.
"Serang! Penyusup berusaha masuk kedalam, jangan biarkan dia berhasil masuk!" Kata seorang komandan.
Qin Chen mengayunkan pedangnya membunuh mereka dalam sesaat, retakan di dinding bangunan memundurkan niat pasukan. Komandan mengambil alih, ia menyerang Qin Chen dengan membabi-buta. Qin Chen menahannya terus, lalu melemparkannya kebelakang menghantam pasukannya sendiri.
"Aku datang dengan niat baik untuk bertemu dengan penguasa tempat ini, kalian menggangguku." Ucap Qin Chen.
Apa?
"Keparat, kaulah yang membuat masalah! Datang dengan niat baik? Bagaimana kau jelaskan kematian penjaga kediaman, kau membunuh tanpa pandang bulu saat masuk, apa ini namanya datang dengan maksud baik?" Teriak komandan tersebut dengan kesal.
Qin Chen mengamati sekitarnya. "Kau ada benarnya, maaf karena kelepasan. Mungkin mereka saja yang lemah sampai-sampai mati hanya dengan satu serangan."
Mendengar itu, komandan megertak kesal dengan sikap Qin Chen yang seenaknya merendahkan prajurit tangguh seperti mereka. Dia berlari ke hadapan Qin Chen sembari mengayunkan pedangnya, berteriak keras menujukkan bahwa dia seorang petarung sejati.
Sayangnya, ia kehilangan nyawa di saat Qin Chen melangkah kedepan!
Tubuhnya tergeletak tak bernyawa di atas lantai, dengan kematian komandan mereka, pasukan di tempat tersebut tidak akan berani bergerak. Karena komandan yang di hormati kalah dengan mudah, bagaimana dengan mereka yang lemah?
"Bawa aku ke tempat penguasa ini berada, ada urusan yang harus di selesaikan. Jika tidak, aku tidak menutup mata untuk membantai kalian semua tanpa tersisa." Ancam Qin Chen.
...
*Bersambung ...
__ADS_1