Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 89 : Guild Petualang


__ADS_3

Grettt!


"Lepaskan aku!" Pria itu memberontak mencoba melepaskan rantai yang mengikatnya, Qin Chen yang berdiri tepat di depannya tengah mengamati struktur lingkaran sihir di hadapannya.


Beberapa saat kemudian, seseorang turun dari kereta kuda. Seorang pria tua dengan jubah abu-abu memegang tongkat begitu misterius di tangannya, ia merapalkan mantra aneh dan secara mengejutkan sambaran guntur merobohkan pria tersebut ke lantai.


"Tuan, maafkan atas kelancagan saya karena membawa anda masuk kedalam masalah ini." Ucapnya, ia berusia 50-70 tahun dengan penampilan seperti kakek-kakek.


Tidak jauh berbeda dengan penampilan Qin Chen sekarang, di mana ia seperti orang tua pada umumnya. Tetapi ia begitu modis dengan penampilan mewahnya, dari tongkatnya, pakaian dan aksesoris yang digunakan Qin Chen.


"Lupakan, siapa mereka? Kenapa menyerang kalian?" Tanya Qin Chen, ia mencoba mencari informasi.


"Mereka pembunuh bayaran, kemungkinan besar di sewa bangsawan lain untuk membunuh keluarga saya." Jelasnya.


Setelah mendengar itu, ia mengangguk tanpa mengatakan apapun selain. "Begitu rupanya, terimakasih." Balasnya, ia meninggalkan tempat tersebut dengan berjalan kaki menggunakan tongkat di tangannya sebagai bantuan.


Pria tua itu belum sempat menanyai namanya, tapi Qin Chen sudah meninggalkan tempat tersebut. Dia membantu kesatria yang gugur melawan pembunuh bayaran, dengan sihirnya ia mengunci pegerakan dan memberikan sambaran petir.


Didalam kereta kuda ada satu penyihir tengah duduk di dalam, dia tampak muda dari merasakan vitalitasnya. Tidak lama itu, penyihir di dalam kereta kuda keluar melepaskan sihirnya.


Sebuah sinar cahaya menembus tubuh bandit, itu di keluarkan dari lingkaran sihir di langit. Qin Chen tertegun, selama ini ia hanya mengayunkan pedang, mengibaskan tangannya dan memanipulasi ruang dan waktu dengan pikirannya.


Tidak pernah menggunakan kemampuan yang luar biasa seperti itu. "kecuali saat aku masih berada di alam bawah, aku menggunakan kemampuan seperti sihir menciptakan ribuan pedang menyerupai badai angin." Gumamnya.


Qin Chen keluar hutan, di depan sana terdapat kota besar begitu megah. "Ngomong-ngomong, apa ada sesuatu yang dapat di gunakan meningkatkan kekuatan selama di tempat ini? Sungguh di sayangkan, kalau aku tinggal tidak dapat manfaat sama sekali."


[Ada banyak harta kuno yang tertinggal di dunia ini, itu dapat di manfaatkan sebagai peningkatan kekuatan.]


[Dan lagi, sistem mengevaluasi dunia ini sebagai tempat persimpangan. Archevia merupakan dunia tempat kelahiran putri angkat tuan, setelah melakukan riset tentang energi dan kesamaan mendetail dengan putri angkat tuan, sistem mendapatkan hasil yang memuaskan.]


Qin Chen berhenti bergerak, tatapan matanya menjadi serius. "Apa maksudmu."


[Archevia adalah dunia tempat kelahiran Qin Qiyuan Hua.]

__ADS_1


Setelah mendengar itu, dia merasa gagal menjadi ayah yang baik. "Tempat kelahirannya, ya? Apa dia seorang ras elves mempunyai kekuasaan di tempat ini?"


[Benar, lebih baik mendengarkan langsung dari para penduduk untuk ini. Terpenting sekarang, tuan mengetahui tempat ini adalah tempat kelahiran putri angkat anda.]


[Tentang kenapa bisa anda berada di sini? Kemungkinan takdir, dan persimpangan yang sistem katakan sebelumnya. Ada sebuah distorsi ruang dan waktu menghubungkan dua dimensi. Antara tempat tuan dan tempat ini.]


"Bukankah tempat ini punya Chu Hua Hua? Kenapa bisa, ada ada kesalahan penafsiran." Ucap Qin Chen, bingung.


[Sistem tidak tahu pasti, karena data yang di dapatkan kurang lengkap.]


Qin Chen menggelengkan kepalanya, ia menghapus pertanyaan itu. "Lupakan, sekarang aku akan ke kota dan beristirahat. Kemudian mencari tahu tentang elves dunia ini, dan menemukan tempat kelahiran putriku."


Tidak lama dari itu, ia masuk kedalam kota dengan aman karena ia menggunakan ketrampilan teleportasi. Bagaimanapun ia tidak mempunyai kartu identitas, karena itu ia masuk dengan bersembunyi-sembunyi mencari penginapan yang ada.


Selama beberapa jam, ia menemukan penginapan dan menginap beberapa hari kedepannya. Ditengah malam, ia duduk seperti biasa di samping jendela ruangannya menatap bulan.


Green land, kota hijau sepanjang mata memandang seperti namanya. Sepanjang perjalanan menuju kota, ia melihat banyak keindahan dunia. Meskipun mempunyai keindahan, ada banyak kejahatan di dalamnya bersembunyi sebagai organisasi kriminal di belakang kerajaan.


Ada akademi penyihir agung yang mengajarkan tentang sihir pada generasi muda di kota, dan di sana juga terdapat kerajaan Green land yang besar membuat semua orang akan melihat lampu megah di sepanjang jembatan menuju istana.


[Seharusnya tempat ini mempunyai cukup energi untuk menembus satu lapisan, tetapi akan memancing keributan.]


"Dewi Pencipta, dan Demon King."


[Bagaimanapun, mereka tidak akan mengira seorang Transendental masuk ke dunia ini dan merampok seluruh sumberdaya. Hal tersebut akan memicu perang antara Dewa dan Demon, manusia tanpa pahlawan akan kalah, dan mereka akan mempertanyakan kemana energi dunia sekarang?]


"Sudah, sudah, aku tidak mau bicara tentang Dewa, Demon atau pahlawan. Kau menganggapku seperti perampok luar angkasa." Balas Qin Chen.


[....]


[Selamat malam, tuan.]


Dia menghilang setelah mengatakan itu, Qin Chen tertegun tetapi tidak bertanya. Dia kembali ke kasurnya dan tertidur mengingat usianya tua.

__ADS_1


***


Paginya, ia terbangun dengan merasakan seluruh tubuhnya merasakan linu. Qin Chen menggerang beberapa menit sebelum akhirnya dia beranjak dari tempat tidurnya. "Sialan, itu sangat menyakitkan. Apa efek samping karena tua jadi begitu menyakitkan."


Qin Chen menggerang marah, ia turun dari lantai dua menuju guild petualang. Sesampainya di sana, ia melihat bangunan besar seperti pada umumnya, ada lambang guild di atas pintu masuk. Saat ia masuk kedalam, ia melihat ada banyak orang-orang berkumpul.


Bertubuh besar membawa pedang, dan penyihir. Qin Chen masuk kedalam menuju resepsionis di depannya.


"Selamat datang tuan, apa yang bisa saya bantu." Ucap wanita tersebut dengan ramah.


"Aku membutuhkan informasi tentang ras elves dan tempatnya, di mana aku bisa menemukannya." Tanya Qin Chen.


"Informasi tentang elves? Guild kami memang mempunyai informasi tersebut, tetapi anda membutuhkan sertifikat bangsawan di kota untuk mengakses informasi tersebut."


"Bisa di jelaskan?"


"Ras elves begitu di rahasiakan, untuk mengakses informasi tentang ras tersebut membutuhkan izin bangsawan di kota. Anda dapat mencarinya secara gratis dia akademi, karena di sana ada penyihir elves." Ucapnya.


Semakin ia bertanya, itu akan sangat merepotkan. Dan pandangan orang-orang disana begitu tajam kearahnya, mengingat Qin Chen sekarang begitu tua dan bahkan setara dengan kakek-kakek.


"Bagaimana aku bisa masuk akademi untuk mendapatkan informasi ras elves?" Tanya Qin Chen kepada wanita resepsionis.


"Tuan dapat mendaftar masuk sebagai murid akademi, tetapi—" wanita itu mengamati Qin Chen begitu tua. "Sepertinya akan sulit untuk mendaftar mengingat tua sudah lansia."


Ugh!


Darah mengalir dari mulutnya, ia benar-benar tua bahkan gadis kecil belum genap 20 tahun mengatainya. "Apa tidak ada cara lain?"


"Ada, kecuali kekuatan sihir tuan setara dengan guru akademi, tuan bisa mendapatkan rekomendasi langsung dari kepala akademi sihir." Jelasnya.


"Terimakasih!"


Tanpa mengatakan apapun lagi, ia keluar guild karena tidak sanggup menerima tatapan tajam dari orang-orang di guild petualang.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2