Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 84 : Pagar Api Yang Agung


__ADS_3

Bendera Dinasti Han berkibar terhembus angin dari laut, di bawah bendera suci terkumpul banyak pasukan Dinasti Han, masing-masing mereka menggunakan armor dengan perlengkapan senjata lengkap tanpa terkecuali.


Singgasana megah di langit begitu besar nan agung ditempatkan satu penguasa surga dan bumi.


Seseorang tengah duduk di singgasana dengan kaki menyilang— tatapan matanya begitu sombong memberikan perbedaan dua kasta yang berbeda, dia kaisar penguasa surga!


Sementara di sampingnya, ada beberapa bawahan terpercaya tengah berbaris teratur tanpa mempunyai celah. Mereka memegang posisi tinggi di Dinasti Han membuatnya cukup di hormati di kalangan prajurit istana maupun bangsawan.


Sementara pasukan Kaisar Chu tengah berbaris di dataran luas dengan seribu kelompok masing-masing memegang ratusan ribu pasukan.


Disamping itu semua, kaisar tengah duduk di singgasana pedang yang berada di puncak pegunungan di temani seorang pemuda berpakaian serba putih yang muncul beberapa saat lalu.


Tanpa kata sambutan ataupun pengantar, perang di mulai sekarang!


Ribuan pasukan berlarian di dataran luas menuju medan pertempuran, pasukan di bagian langit melepaskan sonar momentum saling menjatuhkan satu sama lain. Dimasing-masing tempat mempunyai komandan yang mengarahkan para bawahannya untuk mengatur posisi bertahan maupun bertarung.


Qin Chen di sana diam dalam renungan hariannya, selama berhari-hari terus memikirkan Chu Qincheng. Meskipun berulang-ulang ia melupakannya, ia tetap tidak mampu melakukan hal tersebut. Dan menganggap bahwa penyesalan itu adalah takdirnya yang berakhir dengan kehampaan tak berujung.


Kaisar Chu menoleh kesamping melihat Qin Chen yang diam, Qin Chen datang secara mengejutkan di sampingnya dengan penampilan serba putih membuat dia bertanya-tanya tetapi di tahan. Sekarang, ia melontarkan pertanyaan "Apa yang kau rasakan sekarang?"


"Tidak ada."


Dia sudah menyadari balasan yang akan di katakan Qin Chen, tetapi ia tetap bertanya kepadanya untuk mencoba terbuka dan ingin mengetahui lebih dalam kenapa putrinya tertarik dengan dia? Apa karena kekuatan tak terbatas yang dipunya Divine Calamity, atau hal lain yang tidak dapat di ungkapkan olehnya.


Mendengar balasannya itu, ia hanya mengangguk menyetuh dagunya. "Setelah bendera perang berkibar, kematian yang tak terhitung jumlahnya akan terus berlanjut hingga kedua belah pihak ada yang mati atau mengakui kekalahan."

__ADS_1


Qin Chen diam tak membalas, semua ini dikarenakan ikut campurnya Qin Chen kedalam teritorial kaisar. Para kaisar mengganggap Kaisar Chu berkhianat terhadap surga, dan membelot kepada Divine Calamity.


Meskipun ia tidak bergerak ke medan pertempuran secara langsung, ia tengah mengamati siapa yang mengamatinya. Karena ada banyak mata menatap dan telinga mendengar di mana-mana.


Diantara bintang-bintang di langit, para dewa mengamatinya!


Venerable Saint berada di samping kaisar, ia banyak bicara karena sebagai penasehat dan seorang Saint yang mempunyai kebajikan dunia ia membantu kaisar untuk mendapatkan kemenangan dalam perang kali ini.


Tiba-tiba keempat wanita itu muncul di belakang Qin Chen—


"Kenapa kau tidak ikut bertarung? Bukankah Harvest Festival sudah di transfer sekarang? Jiwa mereka yang mati akan dikobarkan sebagai pemasok energi kebangkitanmu, dengan kau turun tangan secara langsung ke lapangan. Proses Harvest Festival akan mengalami peningkatan yang signifikan." Ucap Mu Xuayin dengan suara kecil di belakang sana.


Itu terdengar semua orang di sana, tetapi tidak ada yang berani bicara membalasnya. Bahkan Kaisar hanya diam mendengarkan rencana Qin Chen tentang Harvest Festival? Metode misterius yang hanya diketahui olehnya sendiri.


Setelah itu, momentum Qin Chen menyembur keluar begitu mengerikan. Aura gelapnya menyerupai malam, dingin dan sunyi tanpa fenomena alam di sampingnya. Tetapi, aura itu tetap menekan prajurit yang ada di medan perang, mereka berlutut di hadapannya tanpa perlawanan.


Perasaan takut di hati para prajurit terungkap dari bola matanya yang bergetar dan tubuhnya berkeringat dingin tanpa henti. Dimata kaisar, ia merasakan momentum yang setara dengan dirinya sekarang, bahkan lebih mengerikan dari kekuatan kaisar surga.


Qin Chen melangkah kedepan, setiap langkah kakinya menciptakan kaca tak terlihat membawanya ke langit. Kemudian dengan sentuhan lembut ujung tangannya menyentuh kekosongan langit, ia mengeluarkan kilatan bintang melesat keluar dari ujung jarinya.


Seperti laser yang menghancurkan apapun yang menghalanginya, pasukan musuh musnah dalam ketiadaan. Daratan luas di hadapannya terbelah menjadi dua bagian dengan kobaran api menyembur ke atas membentuk pagar kematian.


Tatapan mata dingin, kaisar surga tertegun melihatnya memusnahkan seluruh pasukan perang dengan satu serangan. Bahkan hanya tersisa beberapa ratus ribu pasukan Kaisar Surga Han yang belum bergerak ke medan perang sebelumnya.


"Seperti yang aku duga, mau itu dia yang di sana ataupun di sini. Keduanya sama-sama mempunyai kekuatan yang mengerikan, untungnya ini belum seberapa. Jika itu benar-benar suami, aku khawatir tempat yang indah ini berubah kacau." Qiu Yu Ran bicara dengan santai di sana.

__ADS_1


"Jangan samakan dia dengan yang di tempat ini, karena dia belum mencapai ranah para kaisar surga. Tetapi ini bisa di samakan dengan kekuatan Qin Chen sewaktu menjadi Kaisar Chen sebelum masuk ke tanah surga." Chi Wuyao menyahutnya.


"Jika dibandingkan dengan Qin Chen yang itu, ini belum seberapa karena dia belum sebanding dengan Kaisar Iblis Tertinggi masa lalu." Chu Hua Hua membalasnya dengan kisahnya.


Mu Xuayin menoleh kesana-kemari, dia mendengarkan ketiga istri Qin Chen membicarakannya. Tetapi ia juga mempunyai kisahnya dengan Qin Chen di mana itu melawan monster kuat di luar dimensi surga tempatnya berada.


"Dia memang mengagumkan, dari dulu hingga sekarang." Ucap Mu Xuayin.


Kaisar Chu menelan ludahnya, dari apa yang ia dengar sekarang, Qin Chen benar-benar monster alami yang terlahir dengan kekuatan tak terbatas. Meskipun dia dulunya tinggal di sana, ia memilih untuk mencari dimensi yang tidak mempunyai ancaman apapun untuk ia singgahi.


Qin Chen menoleh kebelakang, ia tidak dapat marah menatap keempat wanita tersebut karena mempunyai kisahnya masing-masing yang tak terlupakan. Qin Chen kembali menoleh ketempat Kaisar Surga Han berada, di mana ia tengah berkeringat dingin.


Pasukan di sampingnya mengalami sesak napas dikarenakan udara di sekitarnya mengalami perubahan suhu.


Semua orang melihatnya tengah melayang tidak bergerak, karena ia tengah memproses kenaikannya. Qin Chen sudah mengumpulkan banyak energi kematian dan kehidupan dari dua tempat yang berbeda-beda di surga.


Sistem di benaknya terus mengevaluasi peningkatan kekuatan untuk menembus ranah besar True Emptiness.


Secara mengejutkan seseorang muncul di belakangnya mengayunkan tombak mengenai punggungnya. Dalam kabut yang tebal, serangan itu tidak dapat menembus pertahanan Qin Chen, itu terhalang beberapa centimeter sebelum menyentuh Qin Chen secara nyata.


Qin Chen membalikan badannya, lalu memukul orang itu kebelakang hingga terlempar sangat jauh menghantam pagar api yang berkobar. Jeritannya terdengar menyakitkan di gendang telinga pasukan musuh ataupun istana.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2