Last Supreme King System

Last Supreme King System
Chapter 169 : Pertarungan Singkat


__ADS_3

"Sekarang katakan padaku, siapa kau, dan mengapa kau secara paksa menerobos masuk ke Pulau Pasir Bintang? Kami tidak pernah berkonflik atau membuat masalah denganmu!" teriak seorang pria yang berdiri di depan, tubuhnya berotot besar, dan dia memegang berbagai senjata.


"Aku mencari sebuah harta yang dikatakan dapat menghancurkan Perbatasan Surga Timur. Pulau Pasir Bintang adalah tempatnya, dan aku tidak menduga bahwa di sini ada kehidupan unik seperti kalian," jawab Qin Chen dengan tenang.


"Sombong sekali!"


"Harta dunia adalah milik ras laba-laba, dan kau mencoba mencurinya dari kami? Jangan bermain-main dengan kami!" teriak orang-orang di sekitarnya.


Qin Chen menyipitkan matanya, "Jika kalian menolak, maka tidak ada cara lain selain menggunakan kekerasan."


Seorang pria mengangkat tangannya ke langit dengan serius, "Seseorang mencoba mencuri harta ras laba-laba. Sebagai keturunan langsung dari Yang Mulia Ratu, angkat senjata kalian dan bertarung melawan musuh!"


Suara mereka bergema di sekitar, dan Qin Chen langsung melihat beberapa ras laba-laba yang mulai menyerang. Mereka menyerang Qin Chen dari belakang tepat titik buta.


Namun, serangan mereka ditahan oleh tangan hitam yang muncul dengan cepat di punggungnya.


"Apa ini? Bagaimana kau bisa mengendalikan energi menjadi tangan individu?" tanya seorang dari mereka dengan keterkejutan.


Qin Chen tersenyum tipis, "Jika kalian bisa memiliki enam tangan, maka aku juga bisa melakukannya. Ini adalah hukum pengendalian energi! Manipulasi energi sesuai keinginan untuk menciptakan tangan atau apapun adalah hal yang mudah bagiku."


"Sangat sombong!"


Dari atas, seorang pria menyerang dengan kapak hitam besar, menggunakan keenam tangannya untuk menekan Qin Chen.


Namun, Qin Chen dengan mudah menahan serangan itu, bahkan kedua tangannya tidak bergerak, tetapi ia mengendalikan energinya untuk membentuk tangan yang dapat diarahkan.


"Dia sangat kuat, kita tidak bisa menghadapinya sendiri!"


"Kita harus bersatu!"

__ADS_1


Ratusan ras laba-laba meluncur mendekat, mereka menggunakan jaring-jaring mereka untuk mendorong diri dengan kecepatan luar biasa.


Namun, Qin Chen melepaskan getaran energi yang menghempaskan mereka.


Getaran kuat terdengar, dan ras laba-laba yang terkena dampak terlempar hingga muntah darah. Kemudian, secara tiba-tiba muncul raksasa yang mengerikan, seperti mulut monster yang siap untuk menelan daratan beserta isinya!


Duarr!


Ledakan hebat merusak segalanya, dan ras laba-laba yang terluka menatap Qin Chen dengan penuh harapan agar serangan itu membunuhnya.


Sementara itu, Qin Chen yang berada di dalam tubuh monster yang menelannya hidup-hidup tengah melayang di antara mulutnya yang besar.


"Huh? Jadi mereka memiliki makhluk peliharaan, untuk membuatku tidak bisa bergerak. Ide yang cerdas, tetapi sayangnya ... " Qin Chen melepaskan energi kehancuran yang besar, memaksa monster itu untuk menelan energi yang tak terbatas dan membuat tubuhnya membengkak.


"Apa ini? Fluktuasi energi yang sangat besar! Apakah dia masih hidup setelah ledakan besar tadi?" tanya orang-orang di sekitarnya dengan keterkejutan.


Sebelum mereka bisa melarikan diri, ledakan besar menghancurkan Pulau Pasir Bintang hingga tak berbentuk. Qin Chen berada dalam pusaran kehancuran dengan fluktuasi energi yang padat karena kehancuran sekitarnya.


Dengan tenang, ia menyerap kembali energi kehancuran yang telah ia lepaskan dan yang ia dapatkan dari menghancurkan area sekitarnya.


Dari ledakan itu, ia melihat sebuah tata surya di depannya. Harta dunia yang dicari-cari oleh banyak orang untuk mendapatkan kekuatan kehancuran yang dahsyat.


Qin Chen meluncur menuju harta itu dengan cepat, ia fokus pada penemuan harta dunia di depannya.


Tepat di depannya, harta itu tampak seperti bola yang dikelilingi oleh cincin bergerak yang sepertinya menggerakkan mekanisme tertentu.


Meskipun Qin Chen merasakan adanya eksistensi yang kuat di sekitarnya, ia mengabaikannya dan terus melihat harta yang ada di depannya.


Dengan fokus, ia mulai mencari cara untuk mengakses agar dapat menggunakan harta tersebut. Setelah beberapa saat, Qin Chen menemukan cara menggunakannya.

__ADS_1


"Benda ini sebesar dunia, membawanya begitu saja sepertinya tidak mungkin. Bagaimana caraku untuk menguranginya?"


Ketika ia sedang berpikir, sesuatu yang mengerikan terjadi. Dua mata besar dengan delapan pupil muncul di depannya, mengintimidasi Qin Chen.


Penampilannya sangat besar hingga harta dunia di depannya tampak seperti sebuah kelereng.


Aura membunuh sangat kuat, dan menyeramkan dan angin semakin kencang berhembus di sekitarnya. Qin Chen mendongak dan menatap langsung kedua mata besar itu.


"Yang Mulia Ratu? Satu-satunya entitas istimewa yang ada di Pulau Pasir Bintang, dikenal sebagai perwujudan pulau itu sendiri. Sekarang, aku dapat melihatnya dengan jelas."


Qin Chen bersiap-siap untuk kemungkinan terburuknya melawan monster kuat yang ada di tempat tersebut, bagaimanapun dia adalah Penguasa tempat ini sehingga ada kemungkinan kekuatannya setara dengan Perbatasan Surga Timur.


Harta dunia di depannya langsung Qin Chen simpan di dimensi lain sehingga tidak akan menganggu pertarungan mereka berdua kedepannya.


Dia melesat kebelakang menghindari tatapan langsung, bukan karena takut melainkan mencari posisi yang tepat untuk bertarung sembari memikirkan beberapa rencana lain.


"Sudah cukup, ini tempat yang bagus untuk bertarung."


Qin Chen mendongak, melihat bagaimana monster itu masih menatapnya dengan penuh niat membunuhnya.


Suara desiran laba-laba begitu keras hingga mengguncang Pulau Pasir Bintang, Qin Chen menutup telinganya karena frekuensi yang dikeluarkan olehnya sangat mengerikan.


"Ini tidak menarik, perbedaan yang sangat signifikan. Dibandingkan monster sebelumnya, ini lebih mengerikan dari apapun karena dia mempunyai satu kekuatan yang unik."


Ia menghela napas panjang sebelum pertarungan di mulai.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2