
Sementara itu, di bawah permukaan laut yang bergolak hebat, pertempuran di dalam air lebih ganas dan intens. Ombak-ombak raksasa berputar-putar seperti serigala kelaparan, menghancurkan segalanya yang ada di jalur mereka, ombak-ombak itu merobek-robek apapun termasuk bebatuan, terumbu karang maupun makhluk di sekitarnya.
Meskipun ada beberapa ikan laut terdorong keluar dari tempat perlindungan mereka, sudah banyak darah yang tercampur di air dan makhluk-makhluk laut yang lebih besar yang eksistensinya kuno ikut terlibat dalam pertarungan mereka berdua di atas sana.
Raungan monster laut terdengar keras mengguncang tatanan langit, itu menciptakan kengerian bagi pasukan dewa yang datang tanpa persiapan menghadapi eksistensi kuno di samudera itu.
"Apa kau mendengarnya, Jenderal Langit? Keberadaan yang tidak seharusnya kau bangunkan mulai bergerak, maka pada saat dia terbangun seluruh samudera akan meluap-luap menghancurkan segalanya yang ada di dunia ini!"
"Omong kosong! Sekalipun dia eksistensi kuno yang ada sejak zaman dulu, dia tidak mungkin bangkit hanya karena pertarungan ini!"
Hai Huang tertawa terbahak-bahak di depannya, "Apa kau bodoh? Atau berpura-pura bodoh? Istana laut perak adalah lambang kekuatan klan penguasa samudera, saat istana ini terangkat naik kepermukaan, maka eksistensi penjaga samudera akan menyadari kekacauan yang terjadi pada samudera!"
"Karena dia adalah penjaga, maka sudah semestinya dia bangun untuk menghentikan kekacauan yang terjadi pada klan penguasa samudera, Jenderal Langit! Aku tidak berharap kau mengerti, tapi setidaknya jangan bodoh!"
Jenderal Langit mengertak dengan menggenggam erat tangannya.
"Kau sama seperti Pemimpinmu, begitu bodoh sampai tidak mengetahui hirarki samudera, apa karena kebodohan para monster sudah merasuki inti kebodohanmu sampai-sampai berlagak hebat di hadapanku? Hahahaha! Sungguh bodoh mengaggap klan kami lemah dari klan-klan besar lainnya."
"Diam!"
Hai Huang tertawa terbahak-bahak mendengarnya, dia mencemooh dan memprovokasi Jenderal Langit.
__ADS_1
Begitu mendengar penjaga samudera terbangun karena istana laut perak, ekspresi Jenderal Langit berubah.
Jenderal Langit mengumpulkan kekuatan di sekitarnya dan meluncurkan serangan terkuatnya, "Kehancuran teratas, penghakiman dunia!" Dengan pedang surgawinya yang berkilat, ia melepaskan serangan energi kosmik yang meluncur menuju Penguasa Samudera dengan kecepatan luar biasa.
Swoosh!
Cahaya berkilauan memotong langit, dan serangan itu mengancam untuk menghancurkan segalanya yang ada di jalurnya. Tanpa sebab dan akibat, meruntuhkan dunia kedalam kekacauan kekalnya, Qin Chen yang berada jauh di depan sana merasakan sesuatu yang menghancurkan segalanya.
Meskipun tidak kuat baginya, bagi orang-orang di sana seperti keberadaan hancur menghancurkan takdir dan langit seisinya yang ada di dunia.
Hai Huang merasakannya, energi korosif yang masif mencoba menghancurkan segalanya yang ada di jalurnya.
Meski begitu, tatapan yang tajam itu tidak menggoyahkan yayasannya terhadap perang yang tak berujung ini. Hai Huang menggabungkan kekuatan sejatinya dari seluruh dunia, mengumpulkan air laut dari segala penjuru.
Ketika serangan energi yang masif dan tsunami besar saling bertabrakan, medan perang ini seakan-akan meledak. Kilatan cahaya dan gemuruh samudera menciptakan pemandangan yang menakutkan di atas sana.
Pasukan Dewa dan pasukan Samudera menahan napas mereka, menahan hempasan energi yang di keluarkan keduanya di atas sana.
Mereka terlempar hingga membuat sebagian besar pasukan mati, meski hanya hempasan energi, itu mampu membunuh mereka dan menghancurkan pertahanan terkuat masing-masing pasukan.
Haaaaaaa!
__ADS_1
Rumble! Rumble! Rumble!
Benturan dua kekuatan di atas sana masih terjadi hingga sekarang, langit-langit berubah gelap gulita dengan kilatan cahaya yang menakutkan menyambar kemana-mana.
Suara seperti gemuruh, dan ombak besar di samudera mulai mengancam. Ketika Jenderal Langit mengerahkan seluruh kekuatannya, dia melihat bayangan besar di samudera tengah bergerak, ia melihat seolah-olah makhluk kuno itu mempunyai ukuran seluas samudera itu sendiri.
Siapa makhluk kuno itu? Bagaimana bisa dia masih hidup di zaman ini!
Samudera yang luas itu tiba-tiba mulai terguncang hebat. Ombak-ombak raksasa mulai mengamuk dengan luar biasa, menghancurkan apapun yang berada di jalannya.
Saat mata semua orang tertuju pada sumber getaran, air mulai naik ke langit, menghasilkan kumpulan awan tebal yang gelap. Suara gemuruh menggema di seluruh medan perang, seolah-olah alam semesta itu sendiri bereaksi terhadap kehadiran yang luar biasa ini.
Kemudian, dengan gemuruh yang menggelegar, tubuh raksasa makhluk kuno muncul dari dalam samudera. Tubuhnya begitu besar sehingga samudera itu sendiri merupakan bagian dari dirinya. Sisik hitam dan tajam seperti batu kristal melapisi tubuhnya yang raksasa. Dia mengambang di atas air, menguasai lautan yang luas.
Kehadirannya menyebabkan pasukan Dewa dan pasukan Samudera sama-sama berhenti sejenak dalam perang meratapi ketakutan mendalam. Ombak-ombak raksasa yang dihasilkan oleh makhluk kuno membanjiri medan perang, menggulung sebagian besar pasukan.
Suaranya bergemuruh seperti guntur, mengguncangkan bumi dan langit!
"Penjaga Lautan Dalam, The Leviathan!"
...
__ADS_1
*Bersambung ...