
"Apa mungkin batu dewa itu mempunyai manfaat yang tidak aku ketahui dulu?" Tanya Qin Chen kepada sistem di benaknya.
[Batu dewa mempunyai manfaat lebih dari yang saya perkirakan. Sistem sudah mengevaluasi ulang manfaat batu dewa, dan mendapatkan informasi mengenai manfaatnya.]
"Bahkan kau sendiri melakukan evaluasi, maka batu dewa yang aku dapatkan bersama Chu Qincheng di masa lalu sangat bermanfaat. Bagaimana caraku kembali ke dunia dewa? Aku sampai lupa caranya mengingat ada banyak pengetahuan yang ada di kepalaku."
[Tuan sudah menghubungkan tiga dunia ke sumber kekuatan tuan. Jika tuan memberikan izin sistem, sistem dapat melakukan pertambangan otomatis di dunia dewa untuk mengumpulkan batu dewa.]
"Lakukan!"
[Dimengerti.]
Sistem dalam benaknya bekerja melakukan tugasnya, Qin Chen dapat merasakan kekuatan True God yang ia punya secara langsung melakukan cabang operasi.
Meskipun kelima elemen sudah di lengkapi dan mencapai kesempurnaan, ia membutuhkan beberapa dorongan lagi untuk mencapai kesempurnaan tertingginya.
Disamping danau, ia duduk bermeditasi untuk mengumpulkan kekuatan.
Penampilannya kembali seperti semula dan kemegahan ilahi yang tak terlukiskan, kekuatan yang ia tekan selama ini meluap-luap seakan-akan kobaran api membakar langit dan bumi sepenuhnya. Qin Chen melepaskan kemurnian, dan kekuatan True God ke langit menciptakan pilar besar bercahaya.
Mengambil napas dalam-dalam, ia membuka matanya dengan sekilas melancarkan laser emas kearah pegunungan di depannya.
Duarr!
Sepanjang mata memandang, pegunungan besar yang tak terhitung jumlahnya hancur membentuk lorong panjang. Ia menghela napasnya langsung, mengabaikan kerusakan karena penerobosan dalam kekuatan Manipulation Solar miliknya.
"Seperti yang aku duga, saat aku menggunakan kekuatan utamaku, aku mendapatkan pemahaman tertinggi untuk mempercepat pemahaman akan kemampuanku. Namun, kekuatan ini sangat kuat sehingga dapat memancing musuh-musuh lama untuk datang sehingga harus aku tekan terus agar tidak ketahuan oleh mereka." Gumamnya.
[Selamat tuan, Manipulation Solar telah mencapai pemahaman tertingginya.]
"Bagus, sekarang meskipun kekuatanku di tekan sepenuhnya. Aku tidak jauh berbeda dengan kekuatan sebelumnya dengan bantuan kemampuan hebat dan body."
__ADS_1
Qin Chen mulai menarik kekuatannya dan menekannya, ia akan menggunakan kekuatan tersebut sewaktu mendesak saat melawan kekuatan Absolute musuh. Dengan tubuhnya sekarang, dan beberapa ketrampilan yang luar biasa sudah cukup baginya melawan musuh-musuh dunia ini.
Selepas bermeditasi cukup lama di tepian danau, ia kembali bergerak. Qin Chen yang sekarang berpenampilan menarik layaknya immortal tetapi tidak mengundang kecurigaan atau perhatian pada siapapun yang melihatnya.
Rambutnya hitam, dengan pupil merah darah khas Dewa Jahat. Pandangan tajam dan dingin seperti di masa lalu dengan pakaian berwarna hitam dengan corak emas di pakaiannya, ia memberikan momentum raja immortal.
***
Pegunungan Guntur Penghancur.
Tepat di bagian timur dari tempatnya, Qin Chen masuk kedalam pegunungan. Tempat tersebut sangat suram, dan sunyi hanya ada pepohonan besar menjulang ke atas dan pulau-pulau melayang di sekitarnya.
Diatas kepalanya, guntur terus-menerus bergemuruh menyambar permukaan tanah tanpa peringatan, Qin Chen melesat masuk kedalam pusaran guntur saat ia mendapatkan informasi tentang harta berharga melalui sistem yang berada di benaknya.
Sambaran petir yang tak terhitung jumlahnya mulai menyerang, Qin Chen tidak menanggapi serius petir tersebut karena pertahanan Absolute yang ia katakan dapat menyangkal kekuatan di bawah Open Heaven.
"Robek ruang!" Katanya, dengan kedua tangannya, ia merobek ruang di langit meskipun tidak besar namun dapat memberikan jalan baginya masuk kedalam dimensi lain.
Saat ia berada di dalam dimensi lain, ia menoleh ke segala tempat hanya ada ruang hitam. Tepat di atas kepalanya, samudera bintang bermunculan, dan di bawah kakinya terdapat pasir emas yang luas.
"Tempat ini seharusnya dimensi yang di katakan sistem." Kata Qin Chen, ia menoleh kemana-mana mencari sesuatu. "Seharusnya ada sesuatu di tempat ini—" belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, ia menemukan satu batu besar di depannya.
Qin Chen langsung menghancurkannya langsung dengan pukulannya, meledakan bebatuan tersebut menjadi debu. Tepat saat ledakan, di tengah-tengah batu tersebut berisikan bola cahaya kebiruan terang.
"Dapatkan!" Katanya, ia langsung menyentuh cahaya tersebut dengan tangannya.
Seketika, ia mendapatkan rangsangan pada tubuhnya seakan-akan terbakar oleh sesuatu yang misterius dan kuat, Qin Chen langsung mengambil posisi duduk menstabilkan energi yang tidak terkendali itu.
Beberapa hari kemudian, ia membuka matanya dan melihat kedepan. "Begitu rupanya, cahaya tersebut mengandung kekuatan dewa dan pemahamannya. Meski tidak bermanfaat bagiku secara langsung, kekuatan True God milik ku kembali terisi meskipun tidak sepenuhnya."
[Kekuatan True God : 70% terisi.]
__ADS_1
"Cukup besar, karena pertarungan melawan Supreme God Of The Saints membuat kekuatan True God terkuras habis, mengisi satu persen kekuatannya saja membutuhkan waktu ribuan tahun lamanya. Belum lagi, alam semesta yang dikobarkan untuk mengisi ulang kekuatanku dalam pertarungan hidup dan mati."
Ia menyipitkan matanya, melihat gen dan sel darah miliknya berwarna emas beracun dengan setiap selnya merupakan alam semesta itu sendiri menciptakan fenomena tak terlukiskan dimana energi tak terbatas mengalir deras seperti sungai ke pusat Dantian.
"Seharusnya dengan persiapan ini sudah cukup bertahan hidup. Ditambah dengan The Eternal Chaos Devouring Universe Vein, energi apapun akan tersaring masuk kedalam tubuh dan memanfaatkan itu sebagai kekuatan."
"Di ranah ini, aku tidak mempunyai apapun untuk bisa meningkat selain True Avatar di bentuk. Untuk sekarang, menyempurnakan setiap ketrampilan mencapai ranah tertinggi." Lanjutnya dengan bergumam.
Karena tidak ada lagi apapun di dimensi tersebut, Qin Chen keluar dengan kekuatan ruang dan waktu, ia melakukan perpindahan instan seperti sebelumnya.
Selepas itu, ia mendongak melihat retakan tersebut menghilang secara bertahap.
"Tempat ini seharusnya menjadi incaran para immortal karena kekuatan dewa dan pemahaman yang aku dapatkan sangat bermanfaat bagi mereka."
Ia menggelengkan kepalanya dan meninggalkan tempat tersebut keluar hutan.
Tepat di luar hutan, ia bertemu dengan seorang wanita tengah membawa kereta kuda. "Nona, apa anda menuju ke kota?" Tanya Qin Chen kepadanya.
Wanita itu meliriknya sekilas, "Naiklah." Balasnya dengan dingin.
Qin Chen tersenyum tipis dan naik ke kereta, dia melihat wanita tersebut seorang Immortal yang tengah menyembunyikan identitas. Bagaimanapun matanya sudah terintegrasi dengan sistem sehingga bisa mendeskripsikan informasi di depannya.
'Wanita yang aneh, namun—' Qin Chen menyadari niatnya membantu Qin Chen, karena di belakangnya ada beberapa rombongan menggunakan kapal besar mengejarnya.
"Sepertinya dia dalam masalah, dan menggunakan ku sebagai bantuan." Gumamnya.
Qin Chen mengabaikan itu dan duduk diam menunggu musuh datang, bagaimanpun tempat ini sangat misterius baginya yang merupakan orang baru dan tidak tahu konflik dan masalah setiap immortal di wilayah Heavenly Wolf.
...
*Bersambung ...
__ADS_1