Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Ku kunci kau dalam ingatanku


__ADS_3

"Assalamualaikum,"akhirnya ustadz Zul bernafas lega setelah insiden bertemu dengan ustadz Ali tadi.Dan sekarang,dengan suara bass-nya dia mengucapkan salam saat kakinya telah melangkah masuk dalam kelasnya Safinah."Safinah",suara hati ustadz Zul menyebutkan nama Safinah.


"Iniii lagi,udah sport jantung sama ustadz Ali tadi,malah nggak mau berhenti.Kalau keburu meninggal karena serangan jantung,kapan aku kenalan sama Safinah nantinya,"gumam ustadz Zul pada dirinya.


Ustadz Zul memperhatikan suasana di kelas ini sangat riuh dengan suara yang tidak jelas."Deg",pandangan ustadz Zul berhenti pada seorang gadis yang mengenakan cadar di barisan kedua dari kiri.Dilihatnya gadis itu sedikit melamun,dan kemudian berbisik dengan kawan di sampingnya.


Saat hendak mengalihkan pandangannya ke arah lain,justru pandangan ustadz Zul kali ini bertemu dengan pandangan gadis bercadar itu.Terlihat mata bulatnya yang besar,sayu,sedikit melotot seperti orang yang kaget,entahlah fikir ustadz Zul.Tapi apa iya,itu Safinah?,fikir ustadz Zul masih mengunci pandangannya pada gadis itu.Karena tak ingin berlama-lama,yang membuat keadaan jantungnya senam pagi lagi,ustadz Zul kembali menyapa mereka serta langsung mengutarakan mengapa dia menggantikan ustadz Yusuf hari ini.


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh..Sehubungan ustadz Yusuf tidak dapat masuk kelas hari ini,beliau menyuruh saya untuk menggantikannya",jelas ustadz pada mereka dengan senyum ramah,serta menggunakan bahasa formal untuk menjunjung tinggi adab antara seorang guru dengan muridnya.Secara tidak langsung, ustadz Zul menjawab pertanyaan yang hendak dilontarkan oleh para santriwati di kelas itu.


Setelah ustadz Zul mengatakan demikian, suasana yang tadinya riuh,kini tenang kembali.Dan keadaan pun menjadi sunyi.


Terlihat,tak seorangpun yang berani membuka suara.


"Aduhh,kenapa bisa gerogi kayak gini ya Allah.Selanjutnya apa lagi ya?",ustadz Zul benar-benar kehabisan akal kali ini.Dia memutar fikirannya,agar muncul ide untuk mengenal yang mana itu Safinah.


"Ehmm..Sebelum kita membuka pelajaran hari ini,apa ada yang perlu dipertanyakan?"tanya ustadz zul berusaha menormalkan suaranya.

__ADS_1


Niat hati ingin mendengar suara gadis bercadar itu yang akan bertanya dan menjawab,tapi kali ini justru seorang gadis cantik,putih,juga terlihat anggun,namun tidak menutupi wajahnya dengan cadar yang bertanya.


"Afwan ustadz,boleh kami tau nama ustadz?,ini untuk mengisi absensi guru pengajar kami ustadz,terimakasih"Sekilas ustadz Zul memandang ke arah gadis itu yang bernama syifa,.


"Mungkinkah itu Safinah,tapi dia tidak menutup wajahnya.Tapi dia juga terlihat seperti ciri-ciri yang diceritakan ustadz Yusuf.


"Eum,, Azizul Akhtar,itu nama saya.Biasa saya dipanggil dengan ustadz Zul."Akhirnya ustadz Zul menjawab dan tidak lagi menatap gadis itu.Ustadz Zul sedikit heran melihat tingkah Syifa yang senyam-senyum sendiri,dan sesekali melirik ke arah ustadz Zul,serta muncul semburat merah di pipinya.


"Huftt,dasar perempuan",gumam ustadz Zul dalam hati.Kemudian muncul ide briliannya ustadz Zul,untuk mengabasen satu persatu mereka,dan nantinya nama Safinah pasti akan terpanggil olehnya.


"Hatiku,tolong tenang sebentar!,,kita akan segera mengenal Safinah",bisiknya dan tertawa dalam hati mengingat kekonyolannya hari ini.


"Baiklah kalau begitu,saya akan mengabsen antum semua,biar kita saling mengenal.Karena ada pepatah yang mengatakan,tak kenal maka tak sayang,tak sayang maka tak cinta",ustadz Zul sedikit terkejut dengan suara riuh sesaat setelah dia mengucapkan kata-kata itu.Dengan rasa tak sabar,ustadz Zul langsung mengabsen satu persatu.Dia melirik nama Safinah yang tertulis paling bawah.


"Sabar,"ucapnya dalam hati.


Dan saat ustadz Zul hendak mengucapkan nama Safinah,bibirnya terasa kelu dan degdegan.Dan fikirannya terasa blong,nama Safinah pun keluar dari bibirnya,dengan pandangan kosong ke arah depan.

__ADS_1


Satu detik,dua detik,tiga detik,,tak ada sahutan.Ustadz Zul pun berusaha menjernihkan pandangannya ke arah yang sedang dia lihat.Di sana,dia dapat melihat seorang gadis sedang tersipu malu,menunduk,dan berusaha melirik ke arahnya.


"Apa benar,itu Safinah?,sepertinya dia belum menjawab tadi.Ehm,,"fikir ustadz Zul.


Saat ustadz Zul bertanya untuk memastikan siapa Safinah,ternyata ada suara lain yang menjawab.Suara lembut serta halus,membuat ustadz Zul keceplosan.


"Afwan,apakah anti yang bernama Safinah?",


"Afwan ustadz,saya yang bernama Safinah",


"Ohh iya iyaa,saya lupa,ehh saya kira ini nama terakhir dan yang belum saya panggil hanya satu orang",ucap ustadz Zul,yang hampir saja, karena gugup dengan keadaan jantungnya yang berdegup kencang.


"Aduhh,kenapa bisa salah orang lagi sih.Udah tau,Safinah memakai cadar menutup wajahnya,memalukan.Pasti aku terlihat salah tingkah."ustadz Zul merutuki dirinya sendiri.


***


Ustadz Zul menerangkan pelajaran tasawwuf dengan jelas tanpa hambatan.Sesekali dia melirik ke arah Safinah yang sangat fokus menyimak kitabnya.Dan saat beberapa kali lirikan ustadz Zul tak terbalas,akhirnya dia dapat mengunci pandangan seorang Safinah dalam beberapa detik.Ustadz Zul menatap tajam ke arah Safinah,seolah ingin menguncinya dan tak akan melepasnya lagi.Tanpa sadar dengan tatapan tajamnya,ustadz Zul telah membuat pemilik mata besar dan sayu itu sedikit jengkel dan takut melihatnya.

__ADS_1


Dan ustadz Zul melihat bahwa Safinah membuang pandangan ke arah lain,agar tidak saling bertatapan dengannya.


"Safinah,kita akan bertemu lagi di lain waktu",bisik hati ustadz Zul untuk safinah.


__ADS_2