
Tak terasa dalam perjalanan selama lima jam,bus jemputan para santri telah tiba di depan pondok Al hidayah.Semua santri turun membawa barangnya masing-masing.Ada yang membawa koper,ada yang membawa tas ransel dan lain sebagainya.Mereka terlihat lelah,penampilan mereka kusut dan berantakan.Bahkan ada yang tidak sanggup berjalan lagi karena merasa keram di kakinya.
Tiga sahabat itu berjalan pelan melewati taman di sekitar kamar mereka.Menyusuri bunga-bunga yang selalu terawat, menyejukkan mata yang memandang.Kia berjalan cepat mendahului Safinah dan dan Nita karena tak sabar untuk langsung ke kamar mereka.
"Tap tap tap.."Suara hentakan kaki kia yang berjalan cepat.
"Hufttttttttt,,,akhirnyaaa sampai juga di kamar termegahku di pondok Al hidayah ya Allahhh....kangen nggak yaaa..!!"seru kia saat tiba tepat di depan kamarnya.
"Finn..cepetan dongg!!,,ini kuncinya dimana??"seru kia memanggil Safinah.
"Ada di atas.."jawab Safinah menunjuk ke atas celah pintu.
"Ceklek,,"suara pintu terbuka.
"Assalamualaikum....!"ucap kia pada kamarnya.Karena mengucap salam pada rumah walaupun tak berpenghuni itu disunnahkan,karena ada malaikat di sana yang akan menjawabnya.Begitu ilmu yang didapat oleh kia saat belajar bersama ustadz Azizul Akhtar.
"Assalamualaikum.."ucap safinah dan Nita menyusul di belakang.
"Waalaikum salam.."jawab kia di dalam.
"Udah mau jam setengah enam yaa,?,,untung aja udah sholat di masjid tadi.Kalau nggak,bisa telat kita."kata Nita.
"Heu eumm,"jawab Safinah berdehem.
"Gerah banget ya ampun,?"keluh kia mulai risih dengan balutan gamis yang dipakainya.
Hari ini mereka kembali menjalani kehidupan di pondok Al hidayah.Tempat yang mengajari mereka banyak hal tentang ilmu agama.Tempat mendidik tata krama serta sopan santun dalam pergaulan.Hampir genap empat tahun,mereka menghabiskan waktu bersama mengarungi prahara rindu pada keluarga demi menuntut ilmu,hidayah dari sang pencipta.
Berada jauh dari kehidupan cinta,membuat mereka tak berharap lebih pada manusia.Namun,kembalinya Safinah kali ini ke pondok Al hidayah,menggiring cinta kepada guru yang mengajarinya.Cinta yang dibubuhi harapan pasti dari sang ustadz,namun belum pasti pada sang pencipta.Cinta yang dianggap suci oleh Safinah,belum tentu sesuci hati nuraninya yang bersih dalam anggapan pasti dengan kata sang ustadz.
__ADS_1
Tiga hari sudah berlalu,dan kini adalah hari pertama masuk kelas bersama ustadz Zul.Kia dan Nita kini sudah tau jika Safinah sudah resmi ta'aruf dengan pak ustadznya.Nita,meski awalnya tak terima bahwa Safinah membuka hatinya pada seorang pria.Kini setuju setelah Safinah menjelaskan bahwa ustadz Zul serius mengajaknya menikah.
"Fin,,gimana perasaan kamu hari ini,?"tanya kia menggoda.
"Sakit banget kiiia,"jawab Safinah menahan debaran jantungnya yang berdegup kencang.
"Ehm...ada yang lagi kasmarannn!"ledek Nita lagi.
"Ya Allahhh,, kasmaran kasmarannn apaan sihh."ucap safinah jengkel,karena semenjak Safinah menceritakan tentang hubungannya dengan ustadz Zul,tak henti-hentinya mereka menggoda Safinah.
"Ya udah yukk,,!,nanti kita telat."ajak Safinah.
"Ayo taaa,,Safinah udah nggak sabar bertemu dengan pujaan hatinya."ucap kia jahil.
Safinah berjalan sendiri tanpa menunggu mereka berdua.Keisengan mereka memang tak dapat diobati lagi.
"Ya Allahhh,,,kenapa rasanya pengen pipis ginii,,aku malu banget sama ustadz zull..!"ucap safinah dalam hatinya.Safinah berjalan sambil memejamkan matanya beberapa kali untuk menetralkan perasaannya.Dia tidak melihat,bahwa jauh di ujung aula deretan kelas santri disana,ada sosok yang memperhatikan gelagat Safinah yang lucu menurutnya.Sesekali Safinah melihat kebelakang,mencari kedua sahabatnya yang masih jauh tertinggal di belakang.
Sedangkan di ujung sana,seseorang sengaja menghentikan langkahnya untuk melihat gerak-gerik wanita idamannya itu.Siapa lagi kalau bukan ustad Zul,ustadz yang sedang berbunga-bunga mendapat cintanya Safinah.
"Aduhhh,,jantungku sampe deg-degan gini baru melihat bayangan Safinah."gumam ustadz Zul sendiri sambil menepuk nepuk kecil dadanya.
"Safinah,,,kayak orang linglung gituuu, kenapa yaa..?apa dia juga sama deg-degannya seperti aku,?"ustadz Zul terkekeh sendiri melihat gelagat aneh Safinah dari jauh.
"Ya Allahhh,,bidadari ku sampai segitu deg-degannya.."gumam ustadz Zul bangga.Padahal kalau ditanya,ustadz Zul lebih tak berdaya menahan rindu pada Safinah beberapa hari ini.
"Aku jalan aja,siapa tau pas-pasan sama bidadari ku di pintu."ucap ustadz Zul konyol.
Berbeda lagi dengan kia dan Nita,lebih tepatnya sih kia yang menjadi biang keroknya.Mereka berdua sengaja memperlambat langkahnya ketika tak sengaja kia menangkap bayangan ustadz Zul di ujung aula.Fikiran iseng kia mulai berputar,tentang sepasang anak Adam ini yang sedang dilanda cinta.
__ADS_1
"Taa lihat dehhh,,!!di ujung sana seperti gayanya ustadz Zul kan,?"ucap kia pada nita sambil mengarahkan jarinya ke arah ustadz Zul.
"Manaa,,nggak ada kok."jawab Nita tak menangkap sosok itu.
"Itu tuhhhh,,!yang di ujung sana..!"tunjuk kia lagi.Nita memperhatikan dengan seksama sosok yang ditunjuk oleh kia padanya.
"Iyaaa Kii,,benerrrr..kok mata kamu bisa jeli gitu sihh..." tanya Nita heran.
"Hhhehe,,siapa dulu donggg...Putri dari bapak Sarwana,,tukang besi paling handal."jawab kia dengan sombong.
"Kenapa nggak sekalian aja kamu jadi detektif handalnya tukang besi disana..!"ledek Nita pada kia.
"Hhhhhhhaa,,,siapppp akan aku coba,hhhhhh"jawab kia malah tertawa terbahak-bahak.
"Dasar genittttt..."ucap Nita sambil menancap gas untuk lari menjauhi kia.
"Ehhhh,,,awass yaaa...!!"seru kia pada Nita,sambil mengejar Nita yang berlari kencang.
Di tengah itu,adegan slow motion antara Safinah dan ustadz Zul saat hampir mendekat.Dengan jantung berdetak,hati yang merindu dan mata yang ingin bertemu.Ustadz Zul terus memandangi mata Safinah yang cantik.Sedangkan Safinah,langkahnya seakan melayang di udara.Hatinya bertalu-talu merasakan getaran cinta pertama kalinya ini.Dengan sekuat tenaga Safinah menahan pandangannya agar tidak bertatapan dengan ustadz Zul.Tangannya berkeringat dingin,rasa takut yang entah kenapa tiba-tiba menusuk relung hatinya.Safinah menghentikan langkahnya,begitupun ustadz Zul.Seolah sekelilingnya berputar mengintari mereka berdua.Satu menatap dalam,dan satunya lagi menunduk kebawah.
"Huftttt huftttt huhhh..."suara Nita terengah-engah.Safinah kaget melihat Nita tiba-tiba sudah ada di sampingnya dan memegang lengannya,dengan sedikit berjongkok.
"Finnn,,,capek bangettt...huhhh"ucap Nita masih dengan suara terengah-engah.Safinah masih diam membisu tak berani mengeluarkan suara di depan ustadz Zul.
"Tap tap tap.."suara orang berlari selanjutnya dari arah belakang.
"Kia,,?"gumam Safinah heran melihat kedua sahabatnya lari sampai terengah-engah.
"Upssss,,,"ucap kia saat menghentikan langkahnya tiba-tiba,dan hampir saja wajahnya terjungkal ke depan.
__ADS_1
"Ustadzzz,,?"ucap kia sopan.
"Kena kan ustadzzz,,?,, makanya...jangan cari kesempatan dalam keluasannn..."ucap kia dalam hati menahan tawanya.