Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Curahan hati ustadz Yusuf


__ADS_3

Langkah ustadz Zul membawanya untuk mendekati ustadz Yusuf yang terlihat lesu berjalan memasuki kamarnya.


"Assalamualaikum tadz,,"sapa ustadz Zul.


Ustadz Yusuf tak langsung menjawab,dia hanya melirik sekilas dan kemudian berhenti di ambang pintu.


"Waalaikum salam,,"jawabnya lirih yang hampir saja tidak dapat terdengar.Ustadz Zul yang melihatnya merasa tidak enak untuk mengajaknya berbincang.


"Ehemm,,saya permisi tadz."pamit ustadz Zul.Baru saja ustadz Zul hendak meneruskan langkahnya ke kamar,terasa ada sebuah tangan yang menahan bahunya,yang tak lain adalah ustadz Yusuf.


"Kenapa?"tanya ustadz Yusuf menguatkan dirinya,dan menekan rasa sesak di dada dalam dalam.


Bukannya menjawab,ustadz Zul malah menampilkan jejeran gigi manisnya karena tersenyum.


"Mulai deh,,mulaiiii"

__ADS_1


"hhahha,,kenapa tadz??"ucap ustadz Zul mulai dengan mode jahilnya.


Ustadz Zul memang tidak mengatakan apa-apa,tapi bagi ustadz Yusuf,ustadz Zul adalah manusia paling jahil dengannya,karena sifat humorisnya yang sering membuat ustadz Yusuf jengkel.Walaupun demikian,ustadz Zul lah yang paling bisa membuatnya tenang menghadapi masalah,dan yang paling bisa untuk di ajak kompromi.


"Hufttttttttt"ustadz Yusuf hanya menghela nafas panjang sebagai jawaban untuk ustadz Zul.


"Ke tempat biasa yuk,!"ustadz Yusuf yang tadinya hampir masuk ke dalam kamarnya,kini kembali keluar menuju tempat lesehan para ustadz.Tempat yang biasanya dijadikan untuk bertukar ilmu,bercanda tawa ala ala ustadz,juga biasanya dijadikan tempat curhatan dua orang ustadz ini.


Sesampainya di sana,ustadz Zul mengambil tempat,dan langsung bersandar menikmati tiupan angin dari pepohonan di sekitarnya.Lelah setelah mengajar tadi,seolah hilang sudah dengan kenikmatan ini.


"Gimana nggak galau coba,ini perjodohan tadz,,pupus sudah harapanku selama ini."ucap ustadz Yusuf,sembari duduk.


Kini ustadz Zul mengerti kemana arah pembicaraan kawannya.Perjodohan tanpa cinta,itulah yang membuat seorang ustadz Yusuf gundah gulana.


"Aku tidak mau melukai hati kiai Rahman tadz,makanya terpaksa aku menyetujui perjodohan ini."ujar ustadz Yusuf menambahkan.

__ADS_1


"Sabar tadz,mungkin ini takdir yang terbaik yang telah disiapkan oleh sang pencipta untukmu.Banyak yang nikah tanpa di dasari rasa cinta,akhirnya menjadi keluarga yang bahagia.Kiai Rahman itu orang yang sangat berilmu,pasti beliau menginginkan seorang imam yang baik untuk kerabatnya.Dan percayalah,setiap takdir yang kita jalani itu selalu memiliki hikmah yang terbaik untuk kita.Dann,,"Ustadz Yusuf mengernyitkan dahinya saat ustadz Zul menggantungkan kata katanya.


"Dannn,,yang pastinya calon pengantinnya pasti cantik tadz."ucap ustadz Zul terkekeh.


"Kata-katamu benar tadz,,yang nggak benar itu sifatmu.."ucap ustadz Yusuf datar,dan tentunya jengkel seperti biasanya.


"hhhaha,,jangan serius gitu dong tadzz,kurang enak dilihatnya."jawab ustadz Zul sambil tertawa kecil.


"Tadi bagaimana dengan Safinah?"tanya ustadz Yusuf tiba-tiba mengarah ke topik lain,dan sukses membuat jantung ustadz Zul berhenti berdetak sesaat.Raut wajah jahilnya berubah seketika saat mendengar nama Safinah yang disebut oleh ustadz Yusuf.


"Euhmm,,kenapa tadz?"


"Nggak,tanya aja emang kenapa.."ucap dua orang ustadz ini saling beralibi,untuk mengelak perasaannya masing-masing terhadap Safinah.


"Hhhhe,,,yang udah mau nikah jangan lirik perempuan lain tadz."kata ustadz Zul mengelak agar ustadz Yusuf tak lagi membicarakan safinahnya.

__ADS_1


__ADS_2