Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Berita ustadz Yusuf dijodohkan


__ADS_3

"Finnnn,,"suara teriakan kia dari luar kamar.


"ceklek",suara dibukanya pintu.


"Nita,,ehh finnn finaaa"panggil kia dengan suara terengah-engah.


"Ada apa kia?,"tanya Nita dan Fina kaget dengan wajah cemasnya.


"Ustadz Yusuf katanya mau nikah,katanya dijodohin sama kiayi Rahman sama anak kerabatnya kiayi Rahman,"jelas kia.


"Yang bener?"tanya Safinah kaget,dan tersentak dari duduknya.


"Iya finn,aku denger sama ustadzah Rini tadi."ucap kia meyakinkan.


"Tunggu-tunggu,jadi ceritanya kamu nguping nih?",tanya Safinah.


"Eumm,heheh...bukan nguping sihh, kedengaran aja pas aku lewat tadi,,yaa aku denger deh."cengir kia mengelak.

__ADS_1


"Aduh kiaa,itu sama aja namanya ngupingggg,"Nita tidak habis fikir dengan tingkah kia,yang semakin lama semakin absurd.


"Hufttttttttt,"terlihat Safinah menghembuskan nafas lesunya.


"Fin,kamu patah hatii?"tanya Nita sambil melirik ke arah kia.Namun,kia hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu.


"Hehh"senyum paksa Safinah.Nita dan kia mengernyitkan keningnya karena bingung.


"Kenapa sih finn,?"tanya kia.


"Iya,apa boleh buat finn..Ini udah waktunya ustadz Yusuf menempuh hidup barunya."sahut Nita.


"Tapi tunggu deh finn,bukannya ustadz Yusuf suka sama kamu?,"tanyanya.


"Iya,padahal waktu itu hampir aja ustadz Yusuf mau melamar kamu.Kamunya aja yang nggak mau."sambung Nita lagi.


"Aku nggak tau apa-apa soal ustadz Yusuf,kalian jangan suka dengarin gosipdeh ya."ucap safinah.

__ADS_1


"Iya deh,,"kia mengiyakan.


"Oh iya,aku lupa satu hal.."ucap kia sedikit keras.


"Tadi itu,aku juga dengar kalau mulai besok kita kedatangan ustadz baru,ustadz Yusufnya nggak masuk lagi."


"Kok cepat banget Yaa ustadz Yusuf nikahnya?,kemarin ustadz Yusuf nggak bilang apa-apa lagi sama kita."ujar Nita lemah.


"Iya ta,kita harus tetap semangat dong,! perjalanan masih panjang di pondok Al hidayah kita",ucap safinah memberi semangat, walaupun dirinya sendiri terasa lesu kehilangan ustadz Yusuf guru pengajar nya yang lemah lembut itu.


***


Suasana di kelas safinah bagaikan tak berpenghuni pagi itu.Raut wajah mereka lesu,dan penuh keterpaksaan untuk semangat.Rasa nyaman,terhadap seorang guru tidak bisa diartikan dengan sebuah kata.Seorang guru memberi ilmu untuk rohani kita,serta mendidik menuju jalan ketaatan.Tatkala seorang murid diserahkan kepada guru untuk dididiknya,maka mulai saat itulah tanggung jawab sang guru sangat besar terhadap Allah SWT.Merekalah yang bertanggung jawab atas apa yang disampaikan oleh guru kepada anak didiknya.Bila kebenaran yang diajarkannya,maka amal jariyah untuk sang guru.Dan,bila keburukan yang diajarkannya,maka dosa jariyah yang didapatkannya.


Jasa guru tak pernah sanggup untuk dibayar,layaknya orangtua.


Di kelas,Syifa menatap lekat ke arah Safinah yang duduk diam dengan sebuah buka yang dibacanya.Raut wajah geram terlihat jelas di wajah Syifa,entah apa yang difikirkannya.Namun,tatapan itu hanya bertahan beberapa menit.Karena Nita si tatapan tajam membalas tatapan Syifa lebih dalam,dan akhirnya Syifa memalingkan wajahnya ke arah lain.Mungkin dia juga merasa kehilangan ustadz Yusuf,lebih lagi dia memang jatuh cinta pada ustadz Yusuf.Cinta bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan rasanya.

__ADS_1


__ADS_2