
Berawal dari sebuah perjuangan,tekad,serta doa kepada yang maha kuasa.Akhirnya ustadz Zul mendapatkan cinta safinahnya.Ustadz Zul,pernah mengenal sosok perempuan dalam hidupnya namun hatinya tidak sampai membuatnya tergila-gila seperti ini.Dan juga,perempuan itu malah pergi meninggalkan dirinya untuk menikah dengan orang lain.Ustadz Zul sosok yang sederhana,dengan keluarga yang sedikit mapan.Keinginannya untuk melangkah ke jenjang serius dengan safinah dalam waktu cepat,harus dikesampingkan sejenak untuk menuruti kemauan sang bunda.Walaupun bundanya tidak mengatakan apapun,tapi dari respon yang kurang menyenangkan dapat disimpulkan bahwa untuk menikah ustadz Zul masih di zona merah.
Sedangkan safinah,gadis cantik,sopan,dan tidak pernah berhubungan dengan laki-laki.Dia berprinsip,tidak akan menjalin hubungan dengan lelaki manapun,jika belum waktunya.Akan tetapi,karena keseriusan ustadz Zul dalam mengajaknya ta'aruf,dan akan segera menikah,membuat dirinya mengiyakan ajakan sang ustadz.Sama halnya seperti ustadz Zul,Safinah juga tak diizinkan untuk mengikat satu hubungan yang tidak pasti oleh ibu dan kakak satu-satunya.Namun, lagi-lagi karena keseriusan sang ustadz,membuat Safinah mempertahankan ustadz Zul dalam proses ta'aruf nya.
Kia dan Nita,sahabat terbaik yang selalu bersuka cita dalam hal apapun.Entah bagaimana bila mereka berpisah,dan akan ada raga yang ditinggalkannya di pondok Al hidayah nanti.Semoga saja ketiganya berbahagia dalam waktu yang sama.
2018,berawal perjalanan kisah kasih Safinah bersama ustadz Zul.Niat awal untuk melakukan ta'aruf.Namun,seiring berjalan waktu bunda sang ustadz masih memberi respon yang sama.Hingga membuat keduanya bertahan dalam sebuah ikatan yang tidak dapat lagi dikatakan dengan ta'aruf.Keadaaan sempat retak,ketika ustadz Zul menyampaikan bahwa bundanya masih memberi lampu merah untuknya.Akan tetapi,kasih sayang dari ustadz Zul yang tulus untuk safinahnya,membuat mereka melanjutkan perjalanannya.
Ini bukan lagi berbicara kisaran waktu berbulan-bulan,akan tetapi waktu yang bertahun-tahun lamanya tanpa sedikitpun kepastian.Safinah sering ketakutan dengan hubungan ini.Hubungan yang akhirnya mampu membawanya ke jalan yang salah.Lantas dosa apa yang Safinah tanggung,sehingga hidupnya harus menjalani kisah cinta yang terapung-apung di lautan,tanpa ada seoarang pun yang ingin menolong bahkan kekasihnya sekalipun.
Empat tahun sudah perjalanan cinta ZULFI.Tanpa arah,menuju tujuan yang sama.Kisah kasih saat ini tak lagi seindah saat pertama bersua.Jika sebelumnya Safinah masih menjadi seorang murid yang di ajari oleh ustadz Zul.Namun sekarang,di umur yang ke dua puluh tiga,Safinah bersama sahabatnya sudah menjadi ustadzah yang bertugas mendidik serta mengajari murid generasi lainnya.
Semuanya tak lagi sama.Safinah sudah beranjak dewasa,semuanya harus dipaksakan untuk dewasa walupun hati tidak sanggup dengan semua kenyataan.
"Ustadzah,,!,,ini oleh-oleh dari mama saya di kampung buat ustadzah."ucap salah satu murid sambil menyodorkan kantong kresek biru,yang kelihatannya isinya banyak sekali.
"Terimakasih aina,,titip salam ustadzah buat mamanya ya,!"jawab Safinah tersenyum dibalik cadarnya.Begitu bel berbunyi tanda jam belajar usai,Safinah mengakhiri kajiannya dan berjalan kembali ke kamar sambil menjinjing kantong kresek yang lumayan berat.
"Ceklek,"suara pintu kamar yang dibuka.
"Assalamualaikum.."ucap safinah pada kia,yang kelihatannya juga baru masuk setelah mengajar tadi.
"Ehhh,,apaan itu finnn,!?"tanya kia penasaran.
"Ini loh,,katanya oleh-oleh dari mamanya Aina.Murid aku yang sering belajar ke sini."jawab Safinah.
"Ohhh,,,jadi ini buat ustadzah Safinah yaaaa...!"ucap kia memanggil dengan embel-embel ustadzah.
__ADS_1
"Buka dong finn,,kali aja ada pangeran kodok di dalamnya!,,"seru kia terkekeh.
"Iyaa,sabar ratu kodokkk.Pangeran akan keluar sekarang juga."jawab Safinah ikut menimpali ucapan kia.
"Kress kresss...."suara kantong kresek yang dibuka oleh Safinah.
"Kiiii,,ada mangga.!,,rambutan,,samaaa nasi kotak,!. Alhamdulillah...mamanya Aina baik banget loh Ki,,kemaren kasih bakso dua.Ini malah lain lagii.. Masyaallahhh..!"seru Safinah tersenyum.
"Rejeki anak Sholehah..!"
"Mau dong finnn,,,"ucap kia meminta.
"Ambil aja Kii,,kayak baru kenal satu hari kamuu,!"jawab Safinah.Kiapun duduk bersebelahan dengan Safinah mengambil buah rambutan yang sangat merah.
"Fin,Anita tumben lama banget pulangnya ya,?"ucap kia sambil mengupas kulit rambutan.
"Apaan,?bikin orang penasaran aja.."kita kia menyipitkan matanya.
"Eumm,,mungkin Nita dijodohin,atau nggak emang udah disimpan dari dulu,sekarang baru di unboxing.."kata Safinah menahan tawa mendengar perkataannya sendiri.
"Hhhhhh,,jangan ngada-ngada dong bicaranya..!,,hampir aja keselek rambutannn..uhukk"ucap kia menepuk-nepuk dadanya yang sakit.
"Hhhehe,maafff..Aku bicara bener kok."srettt,,hati kia sedikit tak terima bila ini benar-benar terjadi.
"Finn,,,,"kia memanggil Safinah dengan mata yang berkaca-kaca.
"Udahhh,, jangan lebay dehhh..!"ucap safinah menghindari suasana melow begini.
__ADS_1
"Kii,nasi Padangnya enak bangett,,!"kata Safinah mencicipi sedikit saos sambalnya.
"Aku juga mau Fin,,heukkk"ucap kia lirih menahan kesedihannya.
Sebenarnya Safinah juga merasakan hal yang sama bila kecurigaannya benar terjadi.Namun,dia harus tegar menghadapi semua ini karena apa yang telah dipilihnya adalah takdir dari yang maha kuasa.
***
"Ya Allahhh,,,apa yang sedang terjadi dalam hidupku ini,?,,empat tahun sudah aku jalani percintaan bersama ustadz Zul.Tapi semua masih sama saja,ustadz Zul tidak juga mendatangi keluargaku ke rumah.Seberapa besar sebenarnya usaha yang selama ini beliau katakan padaku.Apa hanya dengan bertanya saja pada orangtuanya,tanpa berusaha lebih kuat untuk meyakinkan hati mereka.Atau memang beliau tak lagi menaruh rasa padaku ya Allahhh.."Jerit hati safinah,tatkala sendirian di kamar membaca buku.
"Hufttt,,,"Safinah beranjak dari tempat duduknya menuju ranjang.Safinah memejamkan kedua matanya ketika teringat dengan semua perkataan ibu dan kakaknya di rumah kala itu.
"Nak,kamu sudah menunggu lama ustadzmu itu.Apa beliau serius sama kamu,?,,"kata ibu Diana.
"Iya dek,kakak nggak suka hubungan kamu yang nggak jelas gini.Mungkin saja ustadz itu hanya ingin tau tentang kamu dek,karena dulu kamu sering dibincangi sama banyak ustadz di sana."timpal kakaknya.
"Tapi Bu,kak,ustadz Zul memang berencana menikah dengan aku.. Dulu waktu pertama kali ustadz Zul mendekati safinah,beliau memang langsung mengajak ta'aruf,dan kemudian menikah.Beliau hanya sedang menunggu orangtuanya memberi izin."Safinah berusaha memberi penjelasan,walaupun hatinya sekata dengan ibu dan kakaknya.
"Cintaku tulus untukmu ustadzz..aku tidak sanggup membayangkan bila perkataan kak Shena benar.Aku sudah memberi cinta serta kasih sayangku pada dirimu.Ustadz,aku menaruh kepercayaan ini sepenuhnya pada mu.Jangan kecewakan aku ustadz."tangisan hati Safinah saat ini.
Pernah dulu Safinah mengatakannya pada ustadz Zul,agar tidak mengecewakan dirinya.
"Ustadz,jangan kecewakan aku.!"kata Safinah.
Namun,ustadz Zul hanya menjawab.
"Safinah,perkataanmu membuat ustadz sedih."Hanya itu jawabannya.
__ADS_1
"Ingin aku ungkapkan seluruh unek-unek yang menggumpal di dada,namun aku tidak bisa.Aku selalu tidak bisa berkata banyak dengan ustadz Zul,bahkan lewat handphone sekalipun.Tapi sekarang,bukan saatnya untuk mengeluh.Aku harus mampu melewati pilihan yang telah aku pilih dari awal."gumam Safinah menyemangati dirinya sendiri.