Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Pesan asing


__ADS_3

"ittttttt,,"suara ranjang berderit tatkala Safinah berguling di atas ranjang yang sudah tua.


Hari ini adalah hari kedua Safinah berada di kampung.Setelah membantu ibunya memasak,Safinah memilih untuk beristirahat di kamar kecilnya.


"Tutt"suara dering sekali di hp jadul milik Safinah,pertanda pesan masuk.Safinahhanya menoleh dan tidak berniat untuk mengambilnya.


"Heummmm"Hela nafas Safinah,karena merasa sangat bosan.Akhirnya,karena tidak ada aktivitas lain,Safinah mengambil hp jadul itu walaupun tidak ada hal yang tertarik untuk dibuka.


"Hufttt,palingan pesan Telkomsel,,"gumam Safinah saat akan membuka isi pesan itu.


"Degg,,"Safinah terhenyak saat membaca pesan yang baru saja masuk ke hp jadulnya itu.


+628*****


"Assalamualaikum Safinah.."isi pesan itu.


Safinah memandang hpnya dengan fikiran menerawang kepada pengirim pesan itu.


"Nomor asingg?,"gumamnya tak jelas.


"Kia sama Nita tidak mungkin...teruss siapa yaa??,tapiii,kalaupun kia sama Nita,nggak mungkin mereka manggil aku dengan panggilan Safinah,, biasanya mereka berdua cuma manggil aku dengan panggilan fina.,,heumm"fikir Safinah dengan kening berkerut.


"Udah ahhh,,,"Safinah meletakkan kembali hpnya ke tempat semula.


"Tutt"suara pesan masuk kembali berbunyi.


Dengan rasa malas Safinah kembali mengambil hp hitam jadul itu,dan kembali membuka isi pesan itu.


+628*****


"Assalamualaikum Safinah,ini ustadz Zul."


"Deg deg deg deg...."Safinah terhenyak tatkala mengetahui pengirim pesan asing itu.Dan seketika dia bangkit dari tidurnya karena terlalu kaget dan tidak menyangka kalau ustadz Zul yang mengirim pesan untuknya.


"Balas nggak yaaaa?"tanya Safinah dalam hati.


"Nggak ahhh,,"Safinah berguling kembali ke kasur ternyamannya di rumah.Dan meletakan hp hitam kecil itu begitu saja.


***


Sedangkan di pondok Al hidayah,ustadz Zul mati-matian menahan kegelisahannya menunggu balasan dari Safinah.Berkali-kali ustadz Zul melihat,dan mengecek isi pesan yang masuk.Namun hasilnya nihil,Safinah tak kunjung juga membalasnya.Mungkin ini yang dinamakan gegana,gelisah,galau,merana.Memang cinta itu hebat.Bisa membuat raga sakit karena sakit menahan rasa.

__ADS_1


"Hufttt,, Safinahhh..."gumam ustadz Zul stress.


"Kenapa sangat sulit menaklukkan seorang Safinah ya Allahhh.."Ucap ustadz Zul sambil memijit kepalanya yang sedikit berdenyut karena terlalu berfikir tentang Safinah.


"Apa aku akan gila hari ini juga,,?"bisiknya lagi dalam hati.


"Hhhhhhh,"ustadz Zul menertawakan dirinya sendiri.


Disini,ustadz Zul sakit menahan rindu dan rasa cintanya untuk safinah.Sedangkan orang yang sedang dirindukan,malah asyik mengobrol dengan sahabatnya di seberang telepon.Safinah sedang berbincang ria dengan kia yang tak henti-hentinya membuat bibir Safinah melengkung dan sesekali tertawa terbahak-bahak karena kata-kata ajaib kia.


"Ehh,,finnn jangan kenceng kenceng ketawanya,,nanti bibir kamu copot tahu.."ucap kia tanpa berfikir.


"Nggak apa-apa Kali,,kamu punya sahabat yang nggak punya bibir.,,, hhhhhh"suara tawa Safinah terdengar sama ibunya yang sedang menjahit di ruang tengah.


"Safinahhh,,,ada apa nakkk?"tanya Bu Diana menghentikan jahitannya.


"Nggak apa-apa buuu,,Fina lagi telfonan sama kiaaa.."teriak Safinah menjawab agar suaranya terdengar keluar kamar.


"Kenapa finn,,?"tanya kia di ujung sana.


"Ibu aku dengar suara aku ketawa,,"jawab Safinah.


"Ehmmmm,,"jawab kia dengan gumaman.


"Ohhh jadi ini kerjaan kamuuu?"ucap kia tak habis fikir.


"Hhhhhee,,iya finnn.Kan aku udah bilang,ustadz Zul nyuruh aku bagi nomor hp kamu sama beliau kalau aku pulang kampung."jelas kia mengingatkan Safinah.


"Heummmm"kini Safinah yang hanya bergumam malas.


"Finn,,aku nggak tau harus jelasin apa sama ustadz Zul,,soalnya beliau tanyain kamu terus sama aku.Makanya aku kasih aja nomor kamu,biar beliau bisa tanya langsung,dan juga kamu bisa mengatakan langsung bagaimana perasaan kamu kepada ustadz zul.Kan nggak ribet kalau gitu."tambah kia lagi.Safinah sangat malas berurusan dengan seorang lelaki,walaupun dirinya tidak pernah dan bahkan tidak memahami dengan makhluk beda jenis ini.Safinah bisa menilai secara umum bagaimana seorang lelaki bila ingin mengatakan cinta.Itu hanya bualan dan gombalan yang tidak masuk akal bagi safinah,dan Safinah selalu berharap agar dia sanggup menjaga kemurnian hatinya.


Karena sudah merasa lama berbincang,akhirnya kia mengakhiri telponnya terlebih dahulu.


"Tutt,"baru saja Safinah ingin menyimpan teleponnya.Bunyi pesan masuk kembali membuat raut wajahnya malas.Fikirnya,kalau ini ustadz Zul dia tetap tak akan membalasnya.Bukan tidak menghormati seorang guru,tapi ini untuk menjaga hatinya dari rasa yang tidak boleh ada sebelum waktunya.


*628****


"Assalamualaikum Safinah,ini ustadz Zul."baca Safinah dalam hati.Ternyata benar,ustadz Zul sepertinya pantang menyerah.Rasa hati Safinah mulai tak nyaman saat tak sengaja terlintas wajah ustadz Zul yang sedang tersenyum manis dalam ingatannya.


Safinah meremas hp kecilnya itu,untuk menenangkan hati yang sangat berlawanan dengan keinginannya untuk tidak memperdulikan sang guru.

__ADS_1


+628*****


"Safinah,apakah kamu tak mau membalas pesan ustadz,?"


Pesan selanjutnya masuk,membuat Safinah tak enak hati dengan ustadz Zul.Di satu sisi,ustadz Zul adalah gurunya.Di sisi yang lain,rasa tak ingin mengenal karena takut terikat membuat Safinah berfikir untuk membalas pesan singkat ustadz Zul.


"Hufttttttttt,,"akhirnya Safinah mengetikkan balasnya.


Safinah,


"Waalaikum salam,ustadz,"balas safinah singkat.Tak sampai sedetik pun,ustadz Zul sudah membalas pesan singkat Safinah.


"Anehhh",gumam Safinah heran,karena terlalu cepat ustadz Zul membalasnya.


Ustadz Zul,


"Apa ustadz mengganggu Safinah?"


Safinah,


"Tidak ustadz,"


Di ujung sana,jantung ustadz Zul berdetak kencang antara senang dan ragu dengan balasan dari safinahnya.


"Ya Allahhh,,aku harus tanya apa lagi biar pembahasannya berlanjut.."gumam ustadz Zul berfikir.


Ustadz Zul,


"Boleh ustadz bicara denganmu Safinah,?"tulis ustadz Zul,dan menekan tombol kirim.


Safinah,


"Maaf ustadz,sekarang tidak bisa,"


Ustadz Zul terpaku membaca balasan yang dikirim oleh Safinah.Hatinya perih karena merasa Safinah tidak tertarik sedikitpun dengannya.


"Ya Allahhh,,kenapa seperti ini ya Allahhh...??!!"ustadz Zul memijit pelipisnya yang dibanjiri keringat dingin.


"Aku tidak boleh menyerah begitu saja,bukankah cinta itu butuh perjuangan.Dan juga,perempuan itu makhluk yang lemah,bila sudah sering bersama,pasti luluh dengan sendirinya."ustadz Zul menyemangati dirinya sendiri.


"Ya Allahhh sakit bangett sih,di cuekin sama gadis kecil itu."lirih ustadz Zul sambil menepuk-nepuk dada sebelah kirinya.

__ADS_1


Kata para pujangga,hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga,hampa.Sehampa hati ustadz Zul saat membaca balasan dari Safinah.Sangat sakit,bahkan ustadz Zul mengira jika dirinya mabuk cintanya Safinah.


__ADS_2