Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Menjalankan titah ustadz zul


__ADS_3

"krikkk krikkk...."suara jangkrik di malam hari.


Safinah terlihat sedang membaca sebuah buku yang berjudul kiat cerdas belajar ilmu nahwu dan saraf,di meja belajar yang terletak di sudut kamarnya.


Sedangkan Nita lebih memilih untuk membaca kisah nuaiman,sambil berbaring santai.Seorang sahabat nabi yang selalu mampu membuat nabi tersenyum,dengan tingkahnya yang unik.Sesekali Nita tertawa sendiri membayangkan betapa para sahabat yang lainnya tak mampu berkata apapun untuk nuaiman.Karena tingkah konyolnya,dan itu sangat membuat nabi tersenyum.Betapa indah rasanya bila kita mendapat cintanya sang baginda,lebih lagi cintanya Allah kepada kita.


Nita melirik ke arah kia,terlintas dalam pikirannya bahwa pada diri kia mengalir darahnya sang sahabat nuaiman.Dan itu juga mampu membuat Nita tersenyum sendiri.


"Finnn sini dong,,!aku mau bicara serius ini."ucap kia sambil menduduki tepi ranjang,di samping Nita yang sedang berbaring.


"Bentar,,,"jawab Safinah singkat.


"Finnn,,ayo dongg..besok kan bisa dilanjutin.!"ucap kia memaksa Safinah agar menyudahi kegiatan membacanya.


Safinah menoleh ke arah kia sebentar,safinah menghela nafas panjangnya,dan menutup buku yang sedikit lagi hampir selesai untuk dibaca.Namun,Safinah sudah tau sifat kia yang suka merengek sampai keinginannya terpenuhi.


"Iyaaa iyaaa..."akhirnya Safinah mengiyakan pada kia,daripada harus mendengar kia meracau sepanjang malam.


"Mau ngomong apa kiii,,?"tanya Safinah lembut sambil mendekati kia duduk di tepi ranjang.


"Hmmmmm,,,"bukannya menjawab,kia malah menghembuskan nafas betenya.


"Jangan bercanda deh Kii,,"ucap safinah sambil menepuk bahu kia.


"hhhhhee,,,nggak kokkk,ini serius,,!"jawab kia.


"Fin,ustadz Zul mengajak kamu menikah."ucap kia to the point.


Mata Safinah membulat mendengar ucapan kia.Nita yang tadinya terlihat acuh,tiba-tiba sudah duduk di samping kia.


"Apaan sihhh,,,kan aku udah bilang kia,aku nggak nikah sekarang.!"ucap safinah menghilangkan rasa gugupnya,dan menjawab apa adanya.

__ADS_1


"Iyaa,aku udah kasih tau ustadz Zul kalau kamu itu nggak mau nikah sekarang..kata ustadz zul, ustadz Zul juga nggak nikah sekarang finn,cuma ustadz Zul pengen ta'aruf dulu sama kamu."sambung kia menjelaskan.


"Degg,,deg degg,,"Safinah diam berfikir.Dulu juga ada beberapa ustadz yang mengatakan demikian,tapi jantungnya tidak sedeg degan ini.


"Fin,ustadz Zul minta kontak kamu..samaaa..sosmed kamu..hhhehe"ucap kia lagi.


"Terus,,?"tanya Safinah.


"Yaaaa nggak aku kasih lah finnn,,kan aku nggak ingattt kontak kamuu,,kalau sosmed sih,aku bilang aja kamu nggak punya sosmed...santri jadulll..!,,hhhhhh"ucap kia menambah kekonyolannya agar suasana tidak terlalu tegang.Nita ikut menertawakan Safinah karena mendengar ucapan kia di ujung.Safinah tetap bersikap biasa saja.Baginya,sosmed itu tidak terlalu penting,bahkan Safinah tidak suka mengumbar diri.


"Fina,,gimana?,,aku harus jawab apa kalau ustadz Zul tanya sama aku..?"tanya kia khawatir,sepertinya ustadz Zul akan menemuinya lagi untuk meminta jawabannya Safinah.Jadi,kia ingin memastikan bagaimana jawaban yang diberikan oleh sahabatnya ini.


"Finaa,kalau menurut akuu,ustadz Zul itu baik,,pintar,tampan jugaaa,,yahhhh walupun tidak setampan ustadz Yusuf,,"ucap kia lagi.


"Fin,kamu jangan gegabah.Pikir aja dulu,!"ucap Nita memberi saran.


Safinah tetap diam seribu bahasa.Mulutnya bungkam,sedang hatinya berdetak tak karuan dengan rasa yang tak mampu lagi untuk dibendung.


Namun,rasa yang timbul saat ini sungguh membuat hati Safinah tak karuan.


"Finn,,gimanaaa?"tanya kia kembali.


"Aku nggak mau kiaa,aku takut cinta ustadz Zul cuma sesaat.Dan bahkan,ustadz Zul tidak mengenali wajahku.Aku nggak mau kia,,"jawab Safinah meyakinkan diri agar terhindar dari rasa cinta.


"Jadiii,kalo ustadz Zul tanya lagi,aku harus jawab gimana,?"tanya kia dengan kening berkerut karena berfikir.


"Kamu jawab aja ginii,,Safinah nggak mau ustadz,,,beres kannn?"jawab Nita menimpali.


"Hmmmm,,iya dehhh."ucap kia.Dan tiba-tiba,nita mengatakan sesuatu yang membuat suasana menjadi melow.


"Finnn,,kamu jangan ninggalin kami berdua di siniii.. Setidaknya,kita keluar bareng,sama-sama menuju ke jenjang pernikahan.Kita kan nggak selamanya jomblo.Proses hidup ini berawal dari kita masih kecil bersama orangtua,dewasa,kemudian menikah,dan menjadi orang tua,dannnnn....akhirnya kita diambil lagi sama sang pencipta..Nahh,,diantara kita nihh nggak boleh ada yang meninggalkan yang berdua lagi di sini,di pondok Al hidayah.Kita harus barenggg..!,,"kata Nita panjang lebar.Ini adalah harapan ketiga sahabat ini agar tidak ada yang saling meninggalkan diantara mereka.

__ADS_1


"Insyaallah...semoga kita ditakdirkan untuk bareng yaa..."jawab Safinah dengan penuh harap pada sang pencipta.


Wajah kia terlihat mendung setelah mendengar perkataan Nita.Matanya berkaca-kaca menahan air mata yang berdesakan ingin keluar.Rasanya dadanya bergemuruh menahan rasa takut ditinggalkan oleh kedua sahabatnya.


"Heiiii,,kenapa kiii?"tanya Safinah sambil mengelus punggung kia yang mulai bergetar kecil.


"Tess,,,,,,"air mata kia akhirnya keluar tatkala menegakkan kepalanya,menatap ke arah Safinah.


"Kenapa sihhhhh,kamuuu..!?"suara Safinah khawatir dan menahan tawa melihat kia yang biasanya ceria kini menjelma sebagai gadis cengeng.


"Aku takutttt,,kalian cantik,,anggun,pasti banyak yang menyukai kalian berdua..lah akuuuu,,wajah pas-pasan,,aku takut kalian berdua aja yang pergi barengan,,aku tinggal sendirian di siniii...Hiksss,,,"ucap kia dengan suara serak dan mulai terisak.


"Hhhhhh,,"tawa Nita pecah melihat kia menangis.Bukannya apa,Nita hanya menertawakan kia untuk mengubah suasana.Jauh dari lubuk hati Nita,dia juga sedih dengan keadaan seperti ini.Bila ini hanya sebuah harapan yang berbenturan dengan takdir,,semua rencana hanya tinggal kata yang pernah terucap.


"Hufttttttttt.."Nita membuang nafas sesaknya.


"Hampir pukul dua belas,tidur yukkk!!,,bisa telat jamaah subuh nanti.."ajak Nita untuk mengalihkan perbincangan.


"Tenang aja kiaa,,jodoh itu bukan pada wajah cantik atau nggak..Jodoh itu takdir Allah,mungkin aja pasangan kamu kalah tampannya sama Safinah..hhhhhh"ucap Nita iseng.


"Makasih yaaa,,atas semangatnya.."jawab kia malas.


"shrooottt"suara kia mengeluarkan ingus.Kia menyapunya dengan ujung kerudung yang dikenakannya.


"Astaghfirullahhhhhh,,,"Nita bergidik jijik melihat tingkah kia.


"hhhhhee"kia menampilkan jejeran giginya pada mereka berdua.


Nita langsung merebahkan tubuhnya ke kasur,disusul oleh Safinah karena malas meladeni kia yang sudah kembali ke mode usilnya.


Kia pun mengikuti mereka untuk tidur,mengarungi alam mimpi bersama.

__ADS_1


Takdir masih panjang untuk dinanti,,segala ujian akan membuat kita semakin dewasa dalam menyikapi segala hal dalam hidup ini.Bermimpilah sesukamu,hingga kamu sadar kenyataan ini tak seindah seperti dalam mimpi.


__ADS_2