
"ciiit"suara pintu terbuka.
Nita yang sedang berbaring menoleh ke arah pintu menanti orang yang masuk.
"finn,dari mana aja?"tanya nita.
"Dari pustaka ta,,tadi aku mau pinjam buku nahwu dan saraf buat belajar."jawab fina melangkah ke arah lemarinya.
"Subhanallah... sahabat ku yang satu ini rajinnya ya Allahhh.."ucap Nita memuja.
"Man Jadda wajada taa,siapa yang bersungguh-sungguh,dia akan mendapatkannya."ujar fina seraya memberi nasihat kepada Nita.
"Bukannya rajin atau apa ta,,aku cuma ingin bisa seperti orang yang lain.Lagian,rugi juga kan jika kita mondok tapi nggak bisa apa-apa."tambah Fina lagi.
Nita yang mendengarnya merasa tersindir,karena dia sendiri sedikit kurang memperhatikan keadaannya selama empat tahun mondok.Nita termasuk salah satu murid pintar di kelas,namun kurang memperhatikan karena sifatnya yang terlalu santai.
"finn,aku merasa tersindir."ucap Nita memasang ekspresi sedih yang dibuat-buat.
Safina meletakkan kitabnya dalam lemari,kemudian menutupnya sebelum menjawab ucapan Nita.
__ADS_1
"Semua orang itu pintar,,cumaa tergantung pemilik raga itu aja.."
"Iya Fin,,,semoga aja aku bisa seperti kamu sekarang.. soalnya,,kamu tau sendiri kan aku ini gimana?,"ucap Nita lagi dengan wajah kesal untuk dirinya sendiri.
"Berdoa aja taa,,ada Allahhh yang selalu menolong kita."jika Safinah sudah menjawab seperti itu,Nita tidak bisa menjawab apa-apa lagi,karena perkataannya memang benar dan seperti itulah dasarnya sifat tawakal seorang hamba kepada sang penciptanya.
"oh yaa,,kia mana?"tanya Safinah.
"Katanya mau ke kamar mandi tadi."jawab Nita.
"Fin,,rasanya baru aja sholat jamaah Zuhur tadi ya?,ini mau asar ajaa,".ucap Nita.
"Eumm finnn,"suara Nita memanggil Safinah.
Baru saja Safinah berbaring istirahat,Nita terus saja mengajaknya berbicara.
"Iyaaaa sahabatkuuu"jawab Safinah mendayu,khas saat adegan mereka berbicara dengan gaya lebaynya.
"Fin,ustadz Yusuf minggu depan akan menikah.Aku fikir,ustadz Yusuf akar mengejar cinta kamu Fin,eh ternyataaaa tau taunya dijodohin kiai Rahman dan hampir nikah ajaa."perkataan Nita membuat Safinah merenung dengan arti dari sebuah takdir.Takdir itu sungguh unik,sulit ditebak,dan bahkan tidak mampu ditebak.Kita hanya mampu menyusun berbagai rencana,namun takdirlah yang menentukannya.Ironis,,,
__ADS_1
"Ya Allah,aku benar-benar tidak ingin mengenal cinta,aku tidak ingin seperti mereka di luar sana yang menangis karena cinta,kecewa karena cinta,dan bahkan nekat bunuh diri hanya karena cinta."bisik Safinah dalam hati.
"Heummm,,kita doakan saja buat guru kita taa,semoga beliau bahagia nanti dengan keluarganya."ucap safinah.
"Aminnn ya Allahhh,,"Nita mengaminkan doa Safinah untuk sang guru mereka bersama.
"Fin,kalau tiba-tiba ustadz Yusuf nggak mau nikah dengan keponakannya kiai Rahman,dan ngajak kamu nikah Minggu ini gimana?kamu mau nggak?"tanya konyol Nita.
"Astaghfirullah nitaa,kamu apaan sihhh!!"jerit Fina tidak habis fikir,dan kemudian tertawa terbahak-bahak bersama nita.
"kamu konyol banget sih taa,?,,heran dehhh!"ucap Fina masih dengan kekehannya.
"hhhhhee,,kan siapa tau finn.Takdir itu kan nggak bisa ditebak."kata Nita mengulang perkataan Safinah tadi.
"Ehhhh,,dibilang ngeyellll ihh taaa."ucap safinah menoel lengan nita.
"Takdir itu penuh misteri,,kira-kira takdir cinta kita bertiga akan bagaimana ya finn?"kata Nita ngelantur.
"Nitaaa nitaaa,,kita jalani aja dulu..Takdir itu milik Allah,kita nggak usah repot-repot memikirkannya."jawab safinah pasrah dengan takdir.Dan beberapa saat setelahnya,azan ashar berkumandang.Safinah dan Nita pun beranjak untuk mengambil wudhuk untuk melaksanakan shalat ashar berjamaah.
__ADS_1