Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Menyalurkan Rindu


__ADS_3

"Assalamualaikum ibu,,"ucap safinah lewat telefon genggam yang disediakan khusus untuk santriwati.


"Waalaikum salam,Safinah ya?"tanya wanita paruh baya di ujung sana.Ibu diana,dialah seorang wanita yang telah melahirkan sosok Safinah yang lemah lembut serta santun.Beliau telah merawat dua orang anak perempuannya sendiri dari umur Safinah tiga tahun,dan kakak perempuan yang bernama Rumana,enam tahun kala itu.


"Ibu,apa kabar Buu,?"tanya Safinah lembut.


"Alhamdulillah baik nak,kamu apa kabar disana?,kamu sehat nak?"Suara khawatir ibu Diana dapat didengar jelas oleh Safinah melalui telfon yang dia pegang saat ini.


"Alhamdulillah,,Fina sehat Bu,Fina baik-baik aja,ibu jangan khawatir."jawab Safinah dengan mata berkaca-kaca menahan tangis rindu kepada sang bunda.Andai saja ibunya ada di hadapan Safinah,akan dipeluknya menumpahkan segala beban fikiran yang membebani hatinya.Safinah bukan anak yang manja,tapi sifatnya yang lemah lembut memberi kesan manja terhadap ibunya.Namun dibalik itu,Safinah sangat jarang berbagi kisah yang membuatnya tertekan di pondok,bila bukan ibu diana yang bertanya duluan.


"Nak,bagaimana di kelas empat sekarang?,apa ada pertukaran ustadznya?"


"Alhamdulillah masih dengan ustadz Yusuf Bu.Yahh,keadaan di kelas empat sama saja Bu, seperti keadaan sebelumnya.Hanya saja, beberapa kawan kami di kelas ada yang mau nikah,dan jumlah kami akan berkurang,"jelas Safinah jujur.Terdengar kekehan Bu Diana di ujung sana,ketika mendengar penjelasan anak bungsunya yang sepertinya ingin menangis.


"Kok kedengarannya mau nangis,nak?,kamu mau nikah seperti mereka juga?,"tanya Bu Diana menggoda putri malunya.


"Kemarin ada ustadz yang ngelamar kenapa nggak mau?,"tambahnya lagi.

__ADS_1


"Buuuu,bukan ituuu,Safinah kangen sama ibuu,Safinah belum kebelet kawin Buu"Rengek Safinah pada ibunya.


"Iya,iyaa,terus gimana,minta dijemput nih mau pulang?"tanya ibunya menahan tawa.


"Eumm,nggak usah Buu.Safinah cuma bilang kangen aja,doain Safinah ya Buu,biar nyaman dan tenang di sini."ucap safinah meminta doa ibunya.


"Iya nak,Ibu selalu doain kamu kok di sana.Kamu belajar yang rajin,jangan tinggalin sholat berjamaahnya,Allah kasih pahalanya nggak dikit-dikit lho."


"Iya,Bu insyaallah."jawab Safinah mengiyakan.


"Ohh,kakakmu pulang ke rumah mertuanya kemarin,,katanya ibu mas Faris ingin ditemani belanja sama dia."jawab Bu Diana.


"Berarti ibu sendiri dong,"ucap safinah lebih pada pernyataan.


"Iyaa,emang kenapa nak?,kan ibu udah biasa sendiri.Kamu jangan khawatir sama ibu di sini.Kalau ibu butuh bantuan,kan rumah pamanmu dekat dengan kita."kata Bu Diana menenangkan kegelisahan hati anaknya.


"Iya Bu,ibu hati-hati di rumah.Jaga kesehatan nya ya Bu,Safinah kangen ibu."

__ADS_1


"Iya nak,kamu juga hati-hati di sana.Kalau ada masalah jangan dipikirin sendiri,tanya solusinya sama kawanmu,atau bilang sama ustadzah yang ada di sana.Jangan tidur terlalu larut,kalau udah jam tidur,jangan mikirin macem-macem."Titah Bu Diana pada anaknya.


"Iya Bu,,udah dulu ya Bu,Safinah mau kembali ke kamar,sebentar lagi mau jamaah magrib."ucap safinah berpamitan.


"Assalamualaikum Bu.."


"Waalaikum salam."


"Tut",suara handphone ketika dimatikan.


"Ustadzah,makasih banyak,"ucap safinah pada dua orang ustadz yang telah meminjamkan handphone nya ke Safinah.


"Iya, sama-sama Safinah."jawab kedua ustadzah tersebut.


"Mari ustadzah,assalamualaikum,"pamit safinah.


"Waalaikum salam,"jawab mereka.

__ADS_1


__ADS_2