Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Sindiran Syifa


__ADS_3

"Sholatullah salaaamullahhhh....."suara sholawat bergema di musholla santri putri pondok Al hidayah.Rutinitas yang selalu dijalani setiap selesai sholat berjamaah.Sholawat syahdu kepada Baginda Rasulullah yang sangat menentramkan hati.Membuat air mata menetes bagi jiwa-jiwa yang khusyuk yang begitu merindu kepada Rasulullah.


Terlihat di sisi kanan saf terdepan,sahabat tiga serangkai itu sangat bersemangat dalam bersholawat,walaupun beberapa kali menguap karena menahan rasa kantuk yang selalu menyerang khusus pada waktu zhuhur seperti ini.


Kia yang sangat menahan kantuknya melirik kesana kemari sambil bersholawat agar kantuknya bisa menghilang.Dan tanpa sengaja,pandangannya menangkap sosok wanita cantik yang sedang menatap ke arahnya dengan tajam.Siapa lagi kalau bukan Syifa.Cewek caper dan sombong yang selalu membuat kia jengkel terhadapnya.Kia pun membalas tatapan tajam Syifa,dan rasa kantuknya hilang begitu saja.Karena masih dalam keadaan bersholawat,kia akhirnya memutuskan kontak matanya dengan Syifa,,agar kembali khusyuk mengingat sang baginda.Kia sudah bisa menebak isi kepala syifa melalui tatapannya yang dilayangkan untuk kia.


Begitu sholawat berakhir,tiga sahabat ini segera melipat sajadah mereka masing-masing untuk bangkit melangkah keluar.


"Lagaknya ajaa khusyuk,,sok alim...padahallll centil dan sok akrab.."suara Syifa yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapan Safinah,kia,dan Nita.Mereka bertiga pun menegakkan badannya.Karena saat masih dalam posisi duduk sedikit jongkok ingin menegakkan badannya,Syifa keburu menghalangi mereka dengan badan mungilnya itu.

__ADS_1


"Heiii...jangan pura-pura kalem luuu kiaa.."hardik Syifa pada kia yang terlihat mengacuhkannya.


Namun kia tak menjawab apa-apa,kia hanya membalas dengan pandangan sinis dan menaikkan sebelah keningnya..Untuk apa berbaik tanggapan,bila kesombongan harus dibalas dengan sombong pula,karena itu adalah fahala.Maka kia tak segan-segan membalas kesombongan yang ditunjukkan Syifa kepadanya,seperti saat ini.


"Anda kenapa buk?,,"tanya kia sinis sambil maju kehadapan Syifa.Nita dan Safinah bingung sendiri melihat mereka berdebat.Santri lain mulai memperhatikan mereka karena suara riuh yang disebabkan oleh suara Syifa yang lumayan keras.


"Jangan sok lugu deh luuu,,pake ngejar ngejar ustad.....mmmm mmmm.."Kia membekap mulut Syifa yang ingin menyebutkan nama ustadz Zul dalam khalayak ramai.


Nita hanya memasang wajah malasnya melihat mereka berdua berdebat.Sudah bisa dipastikan jika kia tidak akan kalah,dan tidak mau kalah dengan Syifa,walaupun mulutnya seperti ember pecah.

__ADS_1


"Syifa,,nggak usah bawa-bawa nama ustadz Zul segala,,,kamu nggak punya Maluuu apaa..kita jadi tontonan sekarang..Sadar diri dong,jadi perempuan..!"bisik kia geram pada Syifa.


"uhhhhh,,,ngapain pake bekap-bekap orang segala..isssshhh"balas Syifa melepaskan tangan kia dari mulutnya.


Syifa berulang kali menyapu mulut dengan tangannya.Seolah merasa sangat jijik dengan tangan kia tadi.Kia memutar bola mata jengah melihat sikap syifa.


"Ayooooo..."Nita menarik tangan kia membawanya keluar dari musholla.Safinah yang melihatnya ikut menyusul dan melangkah lebar menyesuaikan langkahnya dengan Nita dan kia.


"Dasarrr pemburu ustadz....."teriak Syifa geram smabil menghentak hentakkan kakinya ke lantai.Syifa tak sadar beberapa santri yang masih berada di musholla memperhatikan tingkah lakunya yang kurang baik.Bahkan ada yang berbisik-bisik menanggapi sikapnya."Cantik-cantik tapi sikapnya nggak sopan..nggak cocok banget sama wajahnya..",,dan ada juga yang berkomentar kepada Syifa,,"Kalau ada masalah jangan disini ukhtiii,, selesaikan baik-baik di bawah."

__ADS_1


Syifa acuh saja dengan omongan mereka.Dia langsung berjalan keluar dari musholla,menutup telinganya dengan sajadah agar tidak mendengar bisikan-bisikan orang yang berkomentar tentangnya.


"Suka bangett ngurusin hidup orang,,,mulut mulut gue sendiriii..menyebalkannn.."gumamnya sendiri sambil menuruni tangga musholla.Syifa sangat tidak suka ada orang yang berkomentar tentangnya,dan memberi nasehat kepadanya.Tanpa sadar,itulah yang sedang dilakukan oleh dirinya sendiri.Yaitu sibuk mengomentari hidup orang lain.Bunkankah karma itu nyata,,hanya saja,banyak orang yang tidak menyadarinya.


__ADS_2