
"Safinah,,."suara seseorang memanggilku lembut.Ingatan pada empat tahun yang lalu pecah seketika saat kulihat sebuah bayangan mendekat ke arahku.Kututup kembali buku yang baru saja ku baca sekilas,yang menggambarkan kisahku dengan sesosok yang mengenalkan arti cinta padaku.Dia telah memenangi hatiku sejak empat tahun yang lalu.Dia juga yang memberiku kesan rindu yang menyiksa setiap rasa inginku bersamanya.Dan yang pastii,aku bahagia di atas ketidakpastian ini,,sangat ironis.
"Finnnnn,,,"suara kia merengek.
Sebelum membalikkan tubuhku,aku memejamkan kedua mataku dalam,agar linangan air mataku normal kembali.
"Ehemmm,,kenapa kiaa,?"tanyaku dengan dahi mengerut.
"Heummm,,finnn,Nita mana sihhh..!"tanya kia dengan wajah sedikit cemberut.
"Nita sama Syifa di luar,,aku juga kurang tau Nita sedang apa,"jawabku.
"Heumm,,Nita udah dijodohin ya finn.Lah kita berdua masih disini.Kamu terbayang nggak Fin,kalau kita sampe detik ini masih belum apa-apa,?"tanya kia padaku.
Aku tau arah pembicaraan kia, perjalanan hidup kami yang sekalipun tak pernah kami bayangkan sampai serumit ini.Kalian tau,Nita sudah dijodohkan oleh orangtuanya.Walaupun Nita tidak menikah dalam waktu dekat ini,tapi bagi aku dan kia ini terlalu cepat bagi kami untuk berpisah.Kia,sampai detik ini masih jomblo fi Sabilillah.Dan aku,sampai detik ini masih menyeret satu hubungan yang entah kapan ini akan berakhir di atas pelaminan.
"Kiaa,,,sabarrr,!,,jangan memaksa takdir untuk berjalan seperti maumu.Allah lah pemegang skenario kehidupan kita,kita hanya menjadi pemerannya saja.Kita bisa apa,?"jawabku sambil memeluk kia dari samping.Sebenarnya,bila boleh jujur aku juga sangat gelisah sama seperti kia.Namun aku tidak ingin membuat fikiranku berkecamuk dengan hal-hal yang tidak sanggup aku kuasai dalam hidup ini.Aku sangat menyayangi kedua sahabatku,mungkin bila untuk Nita sekarang aku harus bisa sedikit demi sedikit menepikan rasa sayang ini.Agar aku bisa tersenyum ikhlas,kapan saja Nita meninggalkan kami berdua.
"Iya dehhh,,kalau ustadzah Fina yang ngomong,kami kalah.."jawab kia seperti memaksa untuk tersenyum.
"Finnn,,!"suara kia memanggil ku lagi.
"Eumm"aku menjawab malas.
"Bagaimana kabarmu dengan ustadz Zul,?"kia bertanya,dan mengarahkan wajahnya ke arahku.
"Baik-baik saja,,cuma maklum aja lahh Kii...mungkin ustadz Zul sekarang sangat sibuk dengan aktivitasnya."Jawabku yakin.
"Ustadz Zul belum ngajak kamu nikah Fin,?"pertanyaan kia membuatku sesak di dada.Menurutku ini sangat lucu,aku benar-benar tidak tau dengan hubungan apa yang sedang berlaku antaraku dan ustadz Zul yang aku sayangi.
"Insyaallah secepatnya kiaaa,doakan saja..!"jawabku menampilkan senyum manis.
__ADS_1
"Heummm,,nggak asikk ahh,,cuma aku doang yang jomblo di sini."ucap kia cemberut dan keluar begitu saja.
Aku menatap nanar punggung kia yang sudah hilang di balik pintu.Kia yang aku kenal ceria dulu,sekarang berubah menjadi wanita Sholeha dengan kedewasaannya.Aku rindu saat-saat kami bertiga tidak memikirkan tentang sebuah pernikahan.Aku sangat rindu diri polosku dulu.Tak terasa hatiku nyeri mengingat kisah cintaku dengan orang yang sudah terlanjur ku letakkan di hatiku yang terdalam.Sekarang aku sangat mencintai dan menyayanginya.Aku merindukan guruku,ustadz Azizul Akhtar.
Bila dulu,rindu ini harus ku pendam karena kami tidak bisa berkomunikasi lewat apapun.Yaa walaupun kami selalu bertemu di kelas,,tapi itu tak cukup bagi hati kami yang dituntut nafsu.Rindu itu hanya terobati ketika aku libur pulang ke kampung.Dan pastinya ponsel jadul ku yang setia menyambung komunikasi kami berdua.Tapi sekarang,semenjak aku berubah status menjadi seorang ustadzah,aku sudah memiliki ponsel yang sedikit lumayan dan bisa menggunakannya walau di pondok.
"Tuttt,"bunyi sebuah pesan masuk ke ponselku.
???
"Selamat siangg,,! Ustadzah...!"
Aku tersenyum senang saat melihat pesan dari orang yang selalu aku tunggu-tunggu.
Safinah,
"Sianggg,,pak ustadz..!,,ada yang bisa saya bantu..?"
???
"Ada.."balas ustadz Zul.
Mataku berubah sendu ketika membaca balasan sang ustadz sangat singkat tak seperti biasanya.
Safinah,
"Apa,?"aku juga membalas singkat.Dari dulu aku memang tidak pandai berbasa-basi.Aku sadar,ustadz Zul pasti merasa terabaikan sesekali karena sikapku yang kaku.Namun istimewanya,ustadz Zul tak pernah mempersoalkan itu,dan malah menganggap itu adalah ciri-ciri wanita setia.
???
"Ana uhibbuki..!"ya ampunn,,ustadz Zul selalu berhasil membuat perasaanku jungkir balik dalam waktu bersamaan.
__ADS_1
Safinah,
"Ustadzzzzz...!!"seruku yang menjadi kebiasaan jika digombalinya.
Dan begitulah seterusnya hubunganku dengan pria yang aku cintai.Aku sangat berharap pada sang khalik agar hubungan kami segera halal.Aku takut fitnah dan dosa kami semakin menumpuk.
***
"Nita,nggak nyangka yaa dulu aku jahat banget sama kalian bertiga.Sekarang,malah aku yang nempel sama kalian dan kita hampir menuju ke pelaminan bareng."ucap Syifa pada Nita,saat duduk di taman siang itu.
"Apa jangan-jangan dari dulu kamu mau temenan sama kami,?tapi kamu aja gengsi..!"ucap Nita meledek.
"Hhee,,nggak juga..Kesel aja lihat kalian selalu jadi pusat perhatian guru."jawab Syifa jujur.
"Jujur banget ustadzahhh.."ucap Nita.
"Aku kan udah taubat taaa..hhhehe"jawab Syifa cengengesan.
"Ohh iyaa,,,semoga Istiqomah yaa,!"ucap Nita sambil menepuk lengan syifa,antara ekspresi jahilnya dan serius.
"Ngomong-ngomong.....Fina sama kia kapan nyusulin kamu,?"tanya syifa merubah topik.
"Heummmm,nggak tau paa,.Moga aja mereka mendapatkan apa yang mereka semogakan selama ini."jawab Nita menghela nafas berat.Entah kenapa,rasa tak sanggup melihat sahabatnya yang dulu selalu bersama kini harus ditinggalkan oleh Nita terlebih dahulu.Jika dulu,mereka berencana semua berbarengan.Namun,rencana mereka tak dapat menembus takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.Sejenak Nita terdiam setelah Syifa melontarkan pertanyaan yang sensitif bagi Nita saat ini.
"Taa,,semangat dongggg,,,!!harusnya kamu senang sebentar lagi kamu akan jadi bidadari bagi seorang pria pilihanmu..!!"ujar Syifa yang tidak begitu mengerti dengan keadaan mereka.
"Iyaaa iyaaa,,makasihhhh.."jawab Nita asal yang terkesan sedikit ketus.
"Kamu tidak tau Syifa,bahwa hatiku ingin menjerit melihat sahabat tersayangku saat ini,apalagi kiaa ya Allahhh.."suara hati Nita stress.
"Ketus amatt sihh,,!!orang doain baik-baik malah judes nggak jelas gitu.."ucap Syifa dengan mode benteng seperti dulu.
__ADS_1
"Hhhhhhhaa...ini nihhh baru Syifa yang asli..!udah lama aku nggak lihat Syifa yang asli, hhhhhhhhhha"Nita tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Syifa.Bagaimana tidak,selama beberapa bulan ini Syifa mulai mengakrabkan diri dengan mereka bertiga.Bahkan sifatnya sekarang sangat baik dan sopan.Mereka bertiga sempat ragu saat melihat sikap berbeda dari Syifa.Namun,waktu telah membuktikan bahwa Syifa sudah benar-benar menjadi jati yang baik saat ini.Dan bahkan entah kebetulan,Syifa dan Nita ditakdirkan untuk lebih dulu melangkah ke pelaminan.Sungguh unik,tidak ada yang pernah tau tentang rahasia yang tersimpan untuk kehidupan kita hari ini,esok,dan seterusnya.Cukup bersyukur dengan rasa cinta dari sang zat pencinta,yang telah memberikan nikmat cinta dalam hati ustadz Zul untuk safinahnya.