Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Ustadz Azizul Akhtar


__ADS_3

Akhirnya,rencana yang diutarakan ustadz Zul kepada sahabatnya ustadz Yusuf disetujui.Besok pagi mereka akan bertukar kelas pengajian.Sebenarnya,ustadz Yusuf sempat menolak ide konyol sahabatnya,namun karena ustadz Zul terlalu memelas,dengan terpaksa dia mengiyakannya.Memang ini salahnya karena telah menceritakan sosok bidadari surga yang berhati lembut,di depan sahabatnya yang satu ini.


Ustadz Zul kembali ke kamarnya dengan wajah sumringah mengingat besok pagi akan bertemu dengan seorang Safinah,yang belum dikenalinya.Jika hati sudah mendamba,tak kenal pun rasanya suka.Itulah untaian kata yang pantas dikatakan untuk ustadz yang satu ini.


Di kamar,ustadz Zul mengaca dirinya.Berbagai terkaan tentang Safinah muncul dalam benaknya.


"Apa benar Safinah itu cantik?"bisiknya dalam hati.


"Apakah benar ustadz Yusuf pernah melihatnya sekilas,atau jangan-jangan itu salah orang,bisa jadi sih."ustadz Zul mulai gelisah tak menentu.


"Astaghfirullah..aku kenapa sih..!Kenal aja nggak,lihatnya belum,bagaimana bisa jantungku selalu berdetak hebat hanya karena nama dan karena pembicaraan orang lain.


"Bahaya kamu Safinah,"ujar ustadz Zul pada dirinya sendiri,dengan memajukan wajahnya ke depan cermin.

__ADS_1


"Aku tidak setampan ustadz Yusuf,yang kulitnya putih,dan orangnya lembut dan ramah,"


"Bila benar Safinah seperti yang dikatakan ustadz Yusuf,apakah dia mau menerimaku sebagai pendamping hidupnya,?"ucapnya lagi dan terkekeh sendiri.


"Astaghfirullah,belum apa-apa udah mikirin pendamping hidup,"ustadz Zul memukul-mukul kecil kepalanya,karena terlalu berfikir panjang terhadap sesuatu yang belum dia lewati.


"Pokoknya,besok pagi aku akan pastiin dengan mata kepalaku sendiri,"


***


Diperjalanan menuju kamarnya,langkah ustadz Zul dihentikan dengan sebuah ucapan yang menyindirnya,dan terkesan jengkel.


"Jangan terburu-buru untuk melangkah kepada sesuatu yang orang lain sedang melangkah,"ustadz Zul melirik kesana kemari mencari asal suara.Dan ternyata itu adalah ustadz Yusuf yang berdiri tepat dihadapannya setelah beberapa kali ustadz Zul menoleh ke kiri dan ke kanan.

__ADS_1


"Ehh tadz,Assalamualaikum,"sapa ustadz Zul dengan memberi salam.Ustadz Zul memang dikenal sedikit humoris dan tegas pada tempatnya,tak banyak yang mengenal ustadz Yusuf sebagai ustadz yang ramah kepada siapa saja,karena wajah tegas serta matanya yang tajam memberi kesan keras kepada pemiliknya.


"Waalaikum salamm,"sahut ustadz Yusuf dengan cuek.


"Tadz,yang ikhlas dong,"ujar ustadz Zul menggoda.Ustadz Zul tau jika ekspresi yang ditunjukkan sahabatnya itu karena kesepakatan yang telah dibuatnya kemarin.


"Cuma sehari kok,tadz.Tenang aja,aku cuma mengajar seperti biasanya,nggak mungkin Safinah mu suka sama aku,kan lebih tampannya kamu tadz dibandingkan aku,"dalam hati ustadz Zul bergumam,"semoga saja tidak benar dengan perkataan ku ini ya Allahhh,"


Raut wajah ustadz Yusuf mulai berubah setelah mendengar ucapan ustadz Zul.Memang ustadz Yusuf tertarik dengan Safinah dari pertama kali dia melihatnya.Dan kemudian ustadz Yusuf berpamitan tak memperpanjang percakapan nya.


"Eum,duluan ya tadz,"ucapnya dengan wajah sedikit ditekuk.


"Iya tadz,hati-hati!,"ucap ustadz Zul.Seolah tak henti-hentinya menggoda ustadz Yusuf.Kamar ustadz Yusuf hanya lima langkah lagi dari tempat mereka berbincang,menurutnya ustadz Zul sangat suka menjahili dirinya yang terkesan tak menggubris setiap candaannya.

__ADS_1


"Ya Allahhh,,tolong hatiku untuk Safinah ya Rabb,"gumam ustadz Zul mengelus dadanya sambil melangkah kembali ke arah kamarnya.


__ADS_2