Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Cemburu untuknya


__ADS_3

Selesai melaksanakan sholat Zuhur berjamaah, ustadz Zul memanjatkan sepucuk doa serta harapan nya dalam hati kepada sang pencipta.Tiba-tiba saja,terlintas ucapan ustadz Yusuf yang bertanya tentang Safinah saat perbincangan singkat tadi.


"Ya Allahhh,,,"lirih ustadz Zul dengan suara tertahan.Ustadz Zul berkali-kali mengusap wajahnya untuk menghilangkan rasa yang semakin hari semakin membuncah untuk Safinah.Empat tahun penantian hampanya untuk seorang Safinah sungguh membuatnya tersiksa tiap kali orang menyebut nama itu.


"Ya rabbbb, permudahkanlah niat baikku ini untuk seorang perempuan yang aku cintai ya Allahhh..Aku cemburu tiap kali orang menyebut namanya,memuji sifat dan keanggunannya,lebih lagi ustadz Yusuf yang hendak menikah saja sempat memikirkan safinahku ya Allahhh.."


Begitulah rasa cinta ustadz Zul untuk safinah yang sama sekali belum dikenal lebih dari sekedar anak didiknya.Pernah terbesit dalam hatinya apakah itu adalah sebuah rasa kekaguman sementara,entah rasa cinta ingin menghalalkan.Namun waktu kini telah menjawab,tatkala raganya bertemu dengan sebuah raga yang dicintainya benar-benar mampu meluluh lantakkan hatinya.Itulah fitrah cinta seorang insan.Cinta itu anugerah dari sang pencipta,maka tuntutlah rasa cinta itu ke jalan yang benar agar cinta tumbuh mekar dengan sang pujaan.


***


"Tadz,abis jamaah ya..?"tanya ustadz Yusuf pada ustadz Zul yang baru saja melangkah keluar masjid menuju ke kamarnya.


"Iya nih,,ustadz sendiri dari mana?"jawab ustadz Zul,sembari bertanya.


"Setelah jamaah tadi disuruh kiai Rahman ke rumahnya."jawab ustadz Yusuf tersenyum simpul.Ustadz Zul yang melihatnya ikut tersenyum,dan mulutnya terasa gatal untuk menggoda ustadz Yusuf.


"Sepertinya ada yang lagi jungkir balik nih,tadz,,"ujar ustadz Zul.

__ADS_1


Ustadz Yusuf diam sejenak sebelum menanggapi ucapan kawannya itu.


"Jungkir balik apa tadz maksudnya,?"tanya ustadz Yusuf was-was.


"Ya ustadz Yusuf lahh,yang lagi berhadapan dengan sayaaa,yang baru satu jam yang lalu wajahnya ditekuk mulu,sekarang seperti orang bahagia."jawab ustadz Zul sedikit panjang.


Berbeda dengan ustadz Yusuf,dia malah senyam senyum sendiri,seperti membayangkan sesuatu yang indah baginya.


Ustadz Zul mulai curiga melihat tingkah kawannya,dan tanpa menunggu lagi langsung bertanya apa yang baru saja terfikir dalam kepalanya.


"Tadz,,tadi di rumah kiai Rahman ustadz lihat calon pengantinnya yaa,?,,cantikkan?pasti itu yang membuatmu senang ya tadz?..Makanya,jangan bilang nggak dulu kalau belum pastiii.."ujar ustadz Zul menahan tawanya.


"Afwan ustadz Zul yang terhormat..terimakasih atas tertawaannya.."


ucap ustadz Yusuf jengkel.


"Ehemm,tadi sekilas aku melihat Safinah saat ke rumah kiai Rahman tadz,makanya hatiku terobati untuk sesaat."ustadz Zul melotot mendengar penjelasan ustadz Yusuf.Dadanya terasa panas terbakar api cemburu.Memang sebuah rasa tidak dapat ditahan karena terlalu bergelora.Namun,apalah daya..orang yang diidamkan sedikitpun tak tahu menahu bahwa ada hati yang sangat mendamba,dan jiwa yang selalu ketar ketir hanya dengan sebutan namanya.

__ADS_1


"Tadz,kenapa bengong?"tanya ustadz Yusuf heran melihat ustadz Zul yang tiba-tiba diam membisu.


"Eumm,nggak tadz..lagi nyimak ustadz Yusuf aja."kilahnya.


"Tadz,,mungkin aku akan menikah seminggu lagi,aku sudah melihat keponakannya kiai Rahman tadi,dia cantik,kalem,lembut,menurutku dia bisa menjadi istri yang baik untukku."jelas ustadz Yusuf,dan kemudian menjeda beberapa detik.


"Tapi entah kenapa fikiranku masih teringat dengan Safinah,,"ustadz Yusuf terus saja melanjutkan ucapannya,tanpa sadar ustadz wajah ustadz Zul mulai memerah menahan panasnya bara api cemburu.


"Heummm,mungkin ini yang terbaik buat ku tadz,,doakan saja aku bahagia dengan pilihan kiai Rahman."kata ustadz Yusuf,sambil menghela nafas panjang.Beberapa detik ustadz Yusuf menunggu jawaban dari ustadz di sampingnya,namun belum juga bersuara.Dan kemudian ustadz Zul menoleh ke kiri melihat ustadz Zul yang terdiam menatap lurus ke depan.


"Tadz,kenapa?,,kenapa anda yang menjadi galauu"tanya ustadz Yusuf meledek.


"Apa ustadz juga menyukai Safinah?"tanya spontan ustadz Yusuf.


Ustadz Zul menoleh ke kanan dan menyunggingkan senyum tipis.Walau hatinya tak karuan tapi dia harus sanggup menahannya di depan ustadz Yusuf.Tak sedikitpun niatnya untuk menyaingi kawan akrabnya.Karena rasa itu hadir tanpa perlu di undang.


"Tadz,siapa sih yang nggak suka sama Safinah,dia itu paket sempurna untuk dijadikan bidadari di rumah."jawab singkat ustadz Zul yang penuh makna.

__ADS_1


Ustadz Yusuf hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab apapun.Ustadz Yusuf tidak tahu jika ustadz Zul sangat mendambakan safinah,.Yang dia tahu hanya ustadz Zul tertarik dengan Safinah karena sering mendengar ceritanya dulu.


Begitulah misteri cinta,cinta itu penuh teki teki.Ada cinta yang hanya sebatas kekaguman,dan ada rasa cinta ingin memiliki selamanya.Dan saat alam semesta tidak mendukung cinta kita,maka yakinlah ada cinta yang lebih indah yang sedang menanti.


__ADS_2