Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Permainan takdir 2


__ADS_3

Satu minggu kemudian,di kediaman mempelai wanita di desa Bayuwangi tempat asalnya kiai Rahman dilahirkan.Terlihat ustadz Yusuf yang sedang menjabat tangan seorang pria paruh baya yang hanya beberapa detik lagi akan menjadi mertuanya.Walau rasanya berat,hati masih berantakan,dengan tangan dingin yang sedikit gemetar, ustadz Yusuf berhasil menyambut lafadz ijab Qabul pernikahannya dengan keponakan kiai Rahman dengan satu tarikan nafas.Ketika kalimat sah menggema ke seluruh ruangan,jantung ustadz Yusuf seolah ingin melompat keluar,tidak sanggup menahan rasa gugup serta takut ketika melihat pengantin wanita mulai berjalan ke arahnya.Keringat dingin mulai membanjiri dahi ustadz Yusuf.


"Deg deg deg,,"suara detak jantung ustadz Yusuf ketika menatap istrinya yang sudah duduk menunduk.Wajah cantik,anggun,membuat fikiran ustadz Yusuf blong seketika karena terpesona dengan sang istri.


"Ya Allahhh,sepertinya aku jatuh cinta dengan istriku",,bisik ustadz Yusuf dalam hatinya.Matanya terus saja menatap lekat ke arah sang istri yang membuat istrinya semakin menunduk malu.Dunia seolah berhenti sejenak memberi ruang untuk ustadz Yusuf meresapi perasaannya untuk sang istri.Tanpa sadar,dua insan ini membuat para tamu menggelengkan kepala mereka karena lama menunggu proses selanjutnya.

__ADS_1


"Ustadz Yusuf,,sadarrrr!!,,"bisik ustadz Zul yang duduk tepat dibelakang ustadz Yusuf.Andai saja disana tidak dipenuhi tamu undangan,ustadz Zul tidak akan tinggal diam untuk langsung menggoda ustadz Yusuf.Tenggerokan ustadz Zul terasa gatal ingin menertawakan sikap ustadz Yusuf yang sangat canggung.


"Ehemmm,,"ustadz Yusuf akhirnya kembali dalam kesadarannya dan menetralkan perasaan yang mulai menggebu-gebu.


Karena sudah terjadi kecanggungan hampir beberapa menit tadi,akhirnya kiai Rahman menuntun ustadz Yusuf untuk melakukan prosesi selanjutnya yang biasa dilakukan setelah akad.Mulai dari saling menjabat tangan,dan membacakan doa dari sang suami untuk sang istri.

__ADS_1


Disana,keluarga dari kedua mempelai terlihat sangat bahagia,lebih lagi kiai Rahman.Bagaimana tidak,balasan dari sang pencipta bagi orang yang melancarkan sebuah pernikahan sangat berlimpah.Kiai Rahman memang sangat menyukai sosok ustadz Yusuf dari dulu.Saat kiai Rahman menawarkan pernikahan untuk ustadz Yusuf, perasaannya lega karena ustadz Yusuf menyambutnya dengan tanpa berlama-lama untuk berfikir.Mungkin,memang garis takdir sudah demikian.Ustadz Yusuf ditakdirkan menjadi bagian dari keluarga kiai Rahman.Menjadi suami dari haseena,adalah sebuah mimpi besar bagi ustadz Yusuf.Cinta yang sempat tersemat untuk orang yang selalu didamba itu hanyalah sebuah fitrah manusia,yang tidak semua harus dimiliki.


Dari kejauhan,ustadz Zul menatap kedua mempelai.Diperhatikannya ustadz Yusuf yang diam-diam mencuri pandang ke arah istrinya.Aura gugup jelas terlihat pada ustadz Yusuf,berbeda dengan istrinya haseena.Kebahagiaan sangat terpancar dari wajah cantik itu.Senyum yang tak pernah lepas di bibir mungilnya,membuat semua tamu undangan berlomba-lomba untuk memujinya.


"Selamat berbahagia kawan,aku yakin kamu telah jatuh cinta pada istrimu.Dan semua akan baik-baik saja.Biarkan aku memperjuangkan Safinah untuk membahagiakannya diatas pelaminan seperti dirimu dan sang istri".Gumam lirih ustadz Zul sebelum melangkah keluar meninggalkan tempat berlangsungnya pernikahan ustadz Yusuf.

__ADS_1


Perjalanan masih panjang,takdir telah menunggu kita dengan ketetapan yang telah Allah tentukan.Mengeluhlah hanya sekedar melepas lelah,karena untuk menghilangkan beban di hati itu bukan dengan mengeluh.Tapi,gelarkan sajadahmu,,sujudlah kepada Allah,pintakan takdir yang terbaik yang kamu inginkan.Sungguh,tak pernah ada kemustahilan pada sang pencipta.


__ADS_2