
"Deg,,deg,,degg"suara detak jantung kia saat ini.Kia hanya melirik wajah manis ustadz Zul sekilas karena rasa segannya terhadap sang guru.Kagum dengan sang ustadz memang ada,tapi untuk jatuh cinta mungkin mustahil bagi kia.Karena dia sudah menanamkan dalam hatinya,bahwa wajah pas-pasan seperti dirinya tidak akan diminati oleh para lelaki idaman termasuk para ustadz.
"Ehmm,,askia.."panggil ustadz Zul sedikit berbisik agar suaranya tidak terdengar ke dalam ruang guru yang kebetulan baru saja ada ustadz yang membukakan pintu untuk masuk.
"Iya ustadz,,"jawab kia dengan sopan.
"Apa ustadz mengganggu waktumu?"tanya ustadz Zul tanpa menggunakan sebutan anti yang berarti kamu dalam bahasa arab, seperti biasanya di kelas.
"Tidak sama sekali ustadz.."jawab kia tersenyum simpul.Dalam hatinya berkata,"Sebenarnya saya sangat gerah ustadz,,"tapi karena untuk menghormati sang guru,keinginannya ditahan untuk langsung kembali ke kamarnya.
"Eumm,kalau begituuu,,bolehkah ustadz meminta bantuan dari kamu askia?"kini rawut wajah ustadz Zul terlihat lembut dan penuh pengharapan.Jika biasanya,wajah itu tegas serta terlihat garang di kelas.Tapi kali ini,kia terpana melihat pancaran aura kelembutan di wajah tegas itu.Bahkan sekarang mata kia berkedip untuk beberapa kali karena heran dan kagum melihat wajah ustadz Zul secara dekat.
"Gadis kecil ini ditanya malah melamun,,apa aku salah pilih orang untuk bertanya."bisik hati ustadz Zul tatkala melihat kia yang tak kunjung memberi jawaban.
"Askiaaa,,boleh tidak?ustadz minta bantuan kamu?"ustadz Zul mengulang pertanyaannya.
__ADS_1
"Astagfirullah,,,afwann ustadzzz..boleh ustadz,boleh..Saya akan membantu ustaz sebisa saya."jawab kia gugup karena kepergok melamun sama ustadz Zul.
Mendengar jawaban kia,sedikit membuat hati ustadz Zul lega.
"Tapi ustadz bingung,harus mulai dari mana ya?"ustadz Zul mengangkat pecinya sedikit,dan nampaklah rambut lebatnya yang lurus,sedikit panjang seperti rambut Harry Potter ketika pendek.Dan lagi-lagi aksi gugup ustadz Zul itu membuat mata kia tak mampu berkedip.Dan tanpa sadar kia menjawab,
"Dimulai dari awal aja ustadz,,"
"Settt"dengan spontan ustadz Zul memalingkan wajahnya ke arah kia ketika mendengar jawaban kia yang menurutnya sangat lucu.
"Kamu lucu juga ya,askia.."ucap ustadz Zul tertawa kecil sambil membenarkan pecinya seperti semula.Dengan mata membulat,kia menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah menyadari ucapan yang telah dilontarkan tadi.Dia mengutuk dirinya sendiri karena sering membuat lelucon jika bersama sahabatnya,dan terbawa hingga di hadapan sang guru.
"Hhhhhee"ustadz Zul malah tertawa tertahan melihat tingkah kia yang memang seperti gadis kecil.
"Tidak apa-apa,,"Kata ustadz Zul masih dengan senyum menampilkan jejeran giginya yang rapi dan manis.
__ADS_1
"Aduhh ustadzzz,,,jangan gitu dongggg.Aku bisa terpesona.!"jerit hati kia,sambil memejamkan matanya.
"Jadi begini askia,,ustadz mau bertanya,apa benar kamu sahabat akrab dengan kawanmu itu,,siapa namanyaaa,eummm..yang pakai cadar di kelas itu namanya siapa ya?,,saya lupa."tanya ustadz Zul menahan rasa gugupnya.Dan berpura-pura lupa dengan nama safinahnya itu.
"Ohh iya benar ustadzz,,Namanya Safinah ustadz.."
"Kami sahabat baik dari dulu.."jawab kia,tanpa menaruh kecurigaan apa-apa.Ustadz Zul mengangguk-anggukkan kepalanya hanya sekedar untuk menutupi rasa gugup di depan muridnya.
"Aduhh,aku harus tanya apa lagi ini?"fikir ustadz Zul bingung,sambil menjilati bibirnya yang tidak kering.
Kia sangat penasaran dengan arah bicara ustadz Zul.Rasanya kia tak sabar lagi ketika melihat ustadz Zul terdiam,untuk langsung bertanya to the point.Tapi dia tahan dengan menggigit bibirnya dari dalam.
"Askiaa,apa Safinah sudah memiliki calon imamnya?"tanya ustadz Zul benar-benar to the point.Dan rasanya pertanyaan ini terlalu cepat untuk dilontarkannya.Namun apa daya,ustadz Zul tak mampu menahannya lagi.Detak jantungnya membuat dirinya sesak hingga sulit untuk bernafas.Daripada kehabisan nafas duluan,dan ustadz Zul tidak sempat bertanya pada kia seperti tujuan awalnya.Mending ustadz Zul langsung to the point kepada kia,walupun rasanya malu dan sedikit terburu-buru.
Ustadz Zul menatap ke wajah kia menunggu sebuah jawaban yang membuat hatinya ketar-ketir tak sabar.
__ADS_1
Sedangkan kia,yang mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh sang guru.Membuat matanya membulat sempurna,wajah terkejut,dan dengan mulut terkunci rapat.
"E..eem..ustadzz,,"suara kia terbata-bata.Rasanya kia mau pingsan saat itu juga.