
"Afwan ustadz,,saya telat sedikit.."kata kia pada ustadz zul.
"Tidak apa-apa.."jawab singkat ustadz zul.
"Askiaa,,,eeumm bagaimana jawaban Safinah,,??"tanya ustadz Zul sambil menggigit ujung bibirnya.
"Subhanallahhhhhhhh,,,nikmat mana lagi yang engkau dustakan ya Allahhh..."bisik kia dalam hati.Matanya melongo melihat ustadz Zul yang semakin manis dengan gaya gugupnya.
"Askiaaa,,,??!"panggil ustadz Zul sambil melambaikan tangan kanannya.
"Ahh iii,,iyaaa ustadz,,,,saya sudah tanya sama safinahhh.."
"Eummm,kata Safinah nggak mau ustadz,,Safinah memang tidak pernah berkenalan dengan lelaki.Daan,,dia tidak mau mengikat hubungan yang belum pasti.
"Sretttttttt,,,"hati ustadz Zul tergores luka mendengar penjelasan kia.Mungkinkah dia harus mengalah sebelum bertanding,?.Tapi baginya,ini hanya langkah awal melalui askia.Masih ada beribu jalan menuju roma.Ustad Zul mulai berfikir,dengan cara apa yang mampu meluluhkan hati seorang Safinah yang polos nan indah ini.
"Hufttttttttt,,,"suara ustadz Zul membuang nafasnya.
"Ustadz,,tadi kenapa nggak ustadz tanya langsung sama Safinah?,,"tanya kia memberanikan diri.
"Lelaki yang gentle itu,harus menunjukkan merahnya ustadzz,,!"seru kia pelan dengan semangat.Sebenarnya kia sedikit tidak enak mengajak ustadz Zul bercanda.Namun,kia tidak tenang bila sifat absurdnya tidak ada yang tau,,yaa begitulah kira-kira.
Ustadz Zul tertawa kecil mendengar penuturan kia.
"Heumm,, terimakasih askiaa,sudah membantu ustadz."
__ADS_1
"Mungkin ustadz harus berusaha keras untuk mendapatkan mutiara di dalam cangkangnya,,hhehh",kekeh ustadz zul.
***
"Finn,,ustadz Zul patah hati beratt sama kamuu saat mendengar isi jawaban kamu."
"Sepertinya,ustadz Zul tidak main-main dengan ungkapan rasanya kepada kamu Fin,,"ucap kia pada Safinah saat sedang membaca buku di perpustakaan.
"Sttttttt,,suaranya dikontrol dong kiaaa,!,,nanti kalau orang pada dengar,aku bisa jadi trending topik tauuu...!"bisik safinah.Kia menutup mulutnya dan melihat ke sekeliling yang dipenuhi para santri yang sedang membaca berbagai buku,dan kajian kitab.
"Maaff,,maaff,,,aku lupa.."ucap kia pelan.
"Kii,kamu tau,,,ustadz juga laki-laki,, laki-laki itu sama aja kiiii.!,,bila ustadz Zul benar-benar ingin menikah dengan aku,,datangi saja ibuku di kampung.Aku tidak mau mengambil keputusan dalam satu masalah,yang aku sendiri tidak mengerti dengan masalah itu."Safinah memijit kepalanya pusing memikirkan ustadz Zul yang selalu menari-nari di fikirannya selama beberapa minggu ini.Safinah merasa ,jika kia ingin dirinya memberi jawaban iya untuk ustadz Zul.Tapi Safinah tetap kekeuh pada pendiriannya.
"Heummm,,ya udah finnn.Bila itu jawaban kamu,aku nggak tanya lagi soal itu.Aku doain yang terbaik aja buat sahabatku yang satu iniii..!"ucap kia sambil memeluk Safinah dengan erat.Safinah hanya tersenyum,menahan sesak karena pelukan kia.
***
"Duduk duluu...!!"ajak beliau pada ustadz Zul setelah ustadz Zul menoleh padanya.
Tanpa menjawab,ustadz Zul menghampiri ustadz Hilman yang sedang nongkrong di bangku panjang,yang dulu sangat sering disinggahinya saat masih bersama ustadz Yusuf.
"Assalamualaikum,,"ucap ustadz Zul menyapa.
"Waalaikum salammmmmm,, warahmatullahhh wa barakaaatuhh..."jawab ustadz Hilman dengan ramah.
__ADS_1
"Apa kabar tadz,?"tanya ustadz Zul.
"Alhamdulillah baikk,,"jawab ustadz Hilman.
"Ustadz sendiri gimana,kabarnya?"ustadz Hilman balik bertanya.
"Yaaa seperti yang ustadz lihat..hhhhhh"jawab ustadz Zul sambil tertawa receh bila selalu berkumpul dengan teman-temannya.
"Udah lama saya nggak lihat ustadz Zul nongkrong di sini."ucap ustadz Hilman mengawali pembahasan.
"Hhehh,,bukan apa tadz,sekarang saya menggantikan kelas ustadz Yusuf paginya.Siangnya saya istirahat,karena malamnya saya gunakan waktu untuk mengulang kitab saya,tadz."jelas ustadz zul.
"Subhanallah,,,semoga istiqamah ya tadzz."doa ustadz Hilman.
"Aminnnnn ya Allahhh..."jawab ustadz Zul.
"Oh iya tadz,,kelasnya ustadz Yusuf,,yang ada murid yang namanya Safinah kan?"tanya ustadz Hilman.
"Ckkkkk,,nggak salah lagi ini tebakanku.."ustadz Zul berdecih dalam hati.
"Eummm iya tadz,,"jawab ustadz Zul sedikit cuek.
"Saya penasaran banget tadz,sama Safinah.Kira-kira Safinah mau nggak yaa,?saya ajak nikah?."
"Duppp...Dupp..., duppp....."jantung ustadz Zul memanas mendengar ucapan ustadz Hilman.Bisa-bisanya ustadz hilman ingin bersaing dengannya.
__ADS_1
"Aku tidak boleh telat menjemput safinahku,,ustadz hilman,,sudah sangat mapan dari segi manapun,bagaimana dengan aku yang hanya kepersembahkan jiwa dan ragaku untuk Safinah.Apa aku akan kalah saing,?,,,ohh ini tidak boleh terjadi...Ya Allahhhhh..."ustadz Zul berkali-kali meraup wajahnya karena cemas,dan berpura-pura menyapu keringatnya di permukaan wajahnya.
"Eummm,,coba aja tadzz."jawab ustadz Zul sekedarnya saja.Jiwa cemburu ustadz Zul muncul begitu ustadz Hilman menginginkan safinahnya.Dia juga takut kali ini cintanya akan ditikung oleh orang yang lebih mapan daripada dirinya.