Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Entah karena cinta


__ADS_3

Selesai shalat Maghrib,Safinah dan ibundanya makan malam,sambil menonton TV di ruang tengah.Walaupun hanya makan yang beralaskan tikar,mereka tetap menjunjung tinggi adab makan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah.


"Bu,,sepi ya?"Ujar Safinah setelah menyelesaikan makannya.


"Ya jelas sepi lahhh nakk,,orang cuma kita berdua di rumah.Kalau nggak ada kamu ibu lebih sepi lagi..,"jawab ibunya yang juga sudah selesai makan.


"Sinii piringnya,,!biar ibu bawa ke belakang."kata Bu Diana bangkit sembari memegang piring kotornya.


"Nggak usah Bu,,biar Safinah aja yang bawainnya,,,"ucap safinah dan meraih piring yang ada di tangan kanan ibunya.


Setelah kembali ke ruang tengah,Safinah melanjutkan nobarnya bersama sang ibunda.Di umur yang ke delapan belas,Safinah masih sangat manja kepada ibunya,apalagi sekarang mereka hanya berdua di rumah.


"Bu,,,kapan kakak pulang ya?"tanya Safinah.


"Eumm nggak tau juga nakk,kamu kan tau sendiri kakakmu sibuk disana.Soalnya,toko kuenya itu selalu rame."jawab sang ibu.


"Alhamdulillah ya buuu,kalau gituuu.Berarti kakak berhasil mencapai cita-citanya membuka toko kue."


"Iya nakk,,alhamdulillahhh,,ibu juga senang kakakmu udah punya pendapatan yang lumayan,,semoga anak-anak ibu nanti sukses dan bahagia dunia akhirat."ucap ibu Safinah.


"Aminnnnnn... Makasih ya buuu"ucap safinah memeluk ibunya.


***


"Heummmm,,,kangen sama kia dan Nita."gumam Safinah sambil melipat mukenanya.


"Nita nggak pernah telpon akuu,apa kabar yaa Nita di sana?"


Safinah mendekati laci kecilnya untuk mengambil ponsel jadul berwarna hitamnya.


Saat Safinah menyalakan ponselnya,disana tertera ada beberapa pesan yang belum dibuka.


"Ini pasti Nita,,,biasanya sama-sama sahabat kan ada kontak batin..!"ucap safinah dengan mata berbinar.


"Deggg,"jantung Safinah berdetak membaca isi pesan itu.


Ustadz Zul,


"Assalamualaikum Safinah,ustadz mau serius sama kamu,,ustadz berniat baik untuk menjadikanmu sebagai pendamping hidup ustadz..Apa kamu berkenan sama ustadz, Safinah?"


"Deg deg deggg,,,"jantung Safinah semakin berdegup kencang setelah membaca isi pesan sampai habis.


"Ya Allahhh,,,,aku harus bagaimana?!!"gumam Safinah tercekat.


"Aku tidak pernah mengenal laki-laki,,apa iya ustadz Zul serius sama aku..?"tanya Safinah pada dirinya sendiri.


"Astaghfirullahhhhhh.."Safinah beristighfar membaca isi SMS selanjutnya,matanya ditutup seolah-olah melihat sesuatu yang menakutkan.


Ustadz Zul,


"Safinah,ustadz mencintaimu..ustadz serius sama kamu."


Safinah terbayang dengan wajah ustadz Zul,wajahnya yang tegas,senyum manisnya, kecerdasannya.Dan lagi-lagi Safinah beristighfar tak karuan.

__ADS_1


"Apa waktu di kelas ustadz Zul sering melirikku karena tertarik?"


"Aku belum siap menikah sekarang..Aku nggak mau,aku nggak mauuu..."gumam Safinah menenangkan hatinya yang mulai gelisah.Safinah mengetikkan balasan singkat untuk sang ustadz.


Safinah,


"Waalaikum salam ustadzzz,"


Hanya itu jawaban dari Safinah,dia tidak tau harus memberi jawaban seperti apa untuk ustadznya.


"Aku memang suka ustadz Zul,karena pintar,dannn ustadz Zul juga tampan.Tapi menurutku itu hanya sebuah kekaguman pada seorang guru."Kata hati Safinah.


Safinah selalu mengelak jika rasa hatinya mulai bertabur benih-benih cinta.


"Tutt,"terdengar sebuah balasan,yang tak lain adalah ustadz Zul.


Ustadz Zul,


"Bagaimana Safinah,?,,ustadz serius sama kamu?"


"Aduhhhhh,,,aku harus jawab apaaaa...."ucap safinah sambil menggigit ujung kukunya.


Safinah,


"Maaf ustadz,saya belum siap menikah."


Ustadz Zul,


"Tutt,"belum sempat Safinah membalas,pesan lain kembali masuk.


Ustadz Zul,


"Ustadz sudah lama memendamnya Safinah,izinkan ustadz mendapatkan cintamu.Setiap kali ustadz mendengar tentang dirimu,ustadz takut jika tidak mendapatkan kesempatan untuk mengatakan perasaan ustadz untukmu."


"Panjang banget pesannya,,"gumam safinah.


"Hufttttttttt,ustadz Zul benar-benar mencintaiku??"


"Eumm,,,gimana yaa,aku bingung..Kalau bilang sama ibu aku maluu.."ucapnya sendiri.


Safinah,


"Saya tidak mau pacaran ustadz,dan saya tidak pernah dekat dengan laki-laki."


Ustadz Zul,


"Ustadz tau itu Safinah,makanya ustadz ingin menjadikanmu sebagai ibu untuk anak-anak ustadz nantinya."


"Deggg,"Jantung Safinah terasa sakit saat tersentak membaca isi pesan ustadz Zul kali ini.


"Seserius itukah ustadz Zul bersamaku?,,"tanya Safinah pada dirinya.


Safinah mulai gelisah,jatuh cinta tidak pernah,sekali ada pria yang mendekatinya yang langsung menghubunginya seperti ini,membuat fikirannya blong.Dan lagi,pria itu adalah ustadznya sendiri yang langsung mengajaknya ke jenjang pernikahan,yang belum terbayangkan olehnya.

__ADS_1


"Ya Allahhh,,aku takut salah melangkahhh.."ucap safinah membuang nafas beratnya.


Matanya perih menahan air mata yang berdesakan ingin keluar.


"Tesss,,"akhirnya air yang ditahannya jatuh di antara dua muara.


"Uhhhhh,, Safinah..!,,lebay banget sihh,,ini aja pakek nangis segala...Belum juga apa-apa.."Ujarnya sendiri sambil menghapus air mata di pipinya dengan kasar.


Safinah,


"Saya tidak mau pacaran ustadz,,"balas safinah dengan kalimat yang sama.


Ustadz Zul,


"Iyaa,,ustadz tauuu.Ustadz tidak mengajakmu berpacaran safinahhh,,"


Lama Safinah memandang pesan yang di kirim ustadz Zul, seperti sedang berfikir.


"Tutt"suara pesan masuk dari ustadz Zul lagi.Seolah pesan itu adalah jawaban dari fikiran Safinah.


Ustadz Zul,


"Bolehkah kita ta'aruf dulu Safinah,?"


"Ya Allahhh,,ternyata ustadz Zul benar-benar seriusss banget...Tapii,,kok bisaa beliau mengatakan cintanya untukku,?,,beliau tidak mengenalku,bahkan yang dilihatnya cuma dua mataku."gumam Safinah heran.Akhirnya Safinah mengirim balasan seperti yang terlintas dalam pikirannya.


Safinah,


"Ustadz,mengapa ustadz mengatakan cinta dan mengajak ta'aruf dengan orang yang sama sekali belum ustadz lihat,bisakah dikatakan cinta bila hanya sekedar ketertarikan dari luar saja ustadz?,"kali ini Safinah memberanikan diri membalas seperti itu untuk mengantisipasi apakah ustadz Zul benar-benar cinta,atau hanya obsesi,karena katanya beliau sering mendengar cerita tentang Safinah.


"Tutt"


Ustadz Zul,


"Safinah,,ustadz memang tidak mengenali wajahmu,,,tapi dari tatapanmu yang santun menunjukkan bagaimana sikapmu Safinah,,,ustadz tidak bercanda dalam perasaan ini safinahh,,ustadz benar-benar serius ingin menjadikanmu sebagai istri ustadz."


Safinah terpaku membaca isi pesan tersebut,seumur hidupnya belum ada yang mengucapkan kata-kata demikian indahnya untuk seorang safinah.Jiwanya melambung tinggi ke awan biru,menghanyutkan raga meresap rasa ke relung kalbu.Safinah mulai berfikir,bila dia juga memiliki perasaan yang sama dengan ustadz Zul.Sekeras apapun Safinah melawan rasa tidak sukanya,tapi cinta mengalahkan logika.Safinah,mulai terhanyut dengan indahnya kata-kata penuh makna dari ustadz Zul.Mungkin,banyak pria yang mengatakan cintanya kepada seorang wanita,namun tak semua orang berani mengajak serius ke jenjang pernikahan.Begitulah terbesit dalam hati kecil Safinah.


"Tutt,"


"Tutt,"suara pesan masuk memecahkan lamunan Safinah.


Ustadz Zul,


"Bagaimana Safinah,?"


"Safinah,,?"


"Hufttttttttt,,"Safinah membuang nafas kasar.


Safinah,


"Entahlah ustadz,,,"balas safinah singkat,sebelum kemudian dia tertidur terbawa ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2