
Pagi ini,Safinah datang sendiri ke kelasnya.Karena Nita menunggu kia yang terlambat gara-gara mencari bukunya yang terselip di balik kasur.Safinah tidak habis fikir dengan sahabatnya yang satu itu.Bagaimana bisa buku catatan yang biasa dipakai sehari-hari terselip di sela kasurnya.Dan tadi,kia merengek pada Nita untuk menunggunya.Akhirnya,Safinah pergi duluan karena mengingat lima menit lagi bel akan berbunyi.
Suasana dikelas terlihat masih riuh setelah bel berbunyi.
Kedua mata Safinah berkedip indah menunjukkan betapa anggunnya wajah di balik cadar yang dikenakannya.Safinah melihat sekelilingnya,mereka sibuk berbincang ria menghiasi indahnya hari-hari belajar di pondok Al hidayah.Semua ini akan menjadi kenangan terindah yang akan terkenang pada masa yang akan datang nantinya.
"Bagaimana aku menatap ustadz Zul nantinya saat pelajaran berlangsung.?"tanya Safinah pada dirinya.
"Ya Allahhh,,,kenapa lagi-lagi aku harus menghadapi yang namanya cinta,?,,aku takut ya Allahhh..!"bisik Safinah dalam hati.Matanya terpejam memikirkan takdir yang sedang dijalaninya,dan menelungkup kan wajah ke atas kedua tangannya yang telah dilipat di atas meja.
"Jaga hatiku ya Allahhh,,sungguh kali ini aku sangat tidak berdaya dengan rasa yang membuncah di dadaku.",,Tiba-tiba,suara ustadz Zul memberi salam.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikum salam..."jawab mereka dengan terkejut dan buru-buru mengambil tempat masing-masing untuk ditempati.
Safinah menegakkan kembali badannya begitu tau ustadz Zul telah masuk ke kelas.
Mata Safinah terlihat sayu karena tadi sempat memejamkan matanya.
Dia sibuk melihat keluar mencari dua sahabatnya yang belum juga datang.
"Mereka kemana,yaa?,,"gumam Safinah.
***
"Hadeuhhh,,capek banget taaa..jangan lari dongg,,!"keluh kia capek berlarian agar bisa sampai ke kelas lebih awal dari ustadz Zul.
"Kita udah lewat enam menit inii,,buruan kiaaa...!!"ucap Nita khawatir dikenakan sangsi oleh ustadz Zul,karena sepertinya mereka berdua akan terlambat.
"Tap tap tap..."suara sepatu mereka bergesekan dengan lantai menuju kelasnya yang hampir sampai.
__ADS_1
"Gedebubbbbbbbbb,,,,Aaawwwww.."karena terlalu buru-buru kia tidak sengaja menginjak roknya sendiri yang sedikit panjang menutupi tumitnya.Dan akhirnya terjatuh di aula pertama kelas santri putri pondok Al hidayah.
"Aduhhhhh taaa,,,bantuinnnn,,"rengek kia menahan sakit di kedua lututnya yang memar.
"Jangan berisikkkk,,,!"bisik Nita sambil menjulurkan tangan kanannya untuk menarik kia berdiri.
Nita memapah kia,agar bisa berjalan karena kedua kakinya terasa kebas disebabkan luka memar.
"Suara ustadz Zul,,kiaaa..!"bisik Nita dengan wajah paniknya saat tiba di depan kelasnya.
"Aduh,,gimana dongg.Kamu aja yang beri alasannya ya,,bilang aja kamu jatuh makanya kita bisa terlambat,,!"perintah Nita pada kia.
"Ssstttt,,iyaaa tenang ajaa..."jawab kia yakin dengan sangat pelan.
"Kamu udah bisa jalan lagi kan,,?"tanya Nita pada kia.
"Sepertinya udah,,"kia menjawab sambil menggoyangkan kedua kakinya bergantian.
"Bukkkkk,,"suara jendela terbentur dengan kepala kia,karena hilang keseimbangan saat menahan rasa sakitnya.
Nita menepuk jidatnya melihat kia,dan pastinya ustadz Zul akan keluar melihat mereka berdua.
Lain halnya di dalam kelas,mereka yang sedang fokus menyimak kajian ustadz Zul,tidak ada yang mendengarnya selain Safinah.Safinah kaget saat jendela di sampingnya terbentur oleh kepala seseorang, yang dia yakini kalau itu adalah kia bersama nita.Karena kaget,Safinah dengan spontan berteriak memanggil ustadz zul dan berdiri tegak.
"Ustadzzzzz.....!!"suara nyaring Safinah membuat seisi ruangan kaget dan menoleh ke arahnya.
"Astaghfirullahhhhhh..."ucap ustadz Zul tersentak tak kalah kagetnya dengan teman-teman Safinah yang lain.
"Iya Safinah,,,ada apa,,?"tanya ustadz Zul dengan jantung masih berdetak karena kaget.
Safinah tiba-tiba diam,,melihat dia menjadi pusat perhatian di kelasnya sekarang.Rasanya Safinah ingin menghilang untuk sesaat,karena sangat malu dengan aksinya tadi.
__ADS_1
Dengan suara terbata-bata,Safinah menahan rasa malunya dan berkata pada ustadz Zul.
"Eee eumm,,Afwan ustadzz,,sepertinya,di luar ada yang terjatuh.."ucap safinah menahan goncangan dadanya yang terasa sesak tatkala berusaha menatap ustadz Zul yang juga memandangnya dengan wajah datar seperti biasanya,namun terlihat pancaran kelembutan yang ditunjukkan kepada Safinah hari ini.
"Benarkah,,?"tanya ustadz zul,sembari bangkit dari duduknya berjalan keluar.
"Astaghfirullahhhhhh,,askiaa?"suara ustadz Zul kaget melihat kia yang sengaja duduk entah terjatuh seperti yang Safinah bilang.
"Anti berdua dari mana saja?!"tanya ustadz Zul tegas.
"Afwan ustadz,,tadi saya terjatuh di aula pertama,,sampai kesini saya jatuh lagi ustadz,karena kaki saya terlalu sakit.."jawab kia pelan,menahan malu.
Nita tidak bisa menyembunyikan wajah merahnya karena sangat malu dengan kejadian di pagi ini.Entah mimpi apa semalam,sehingga baru jam tujuh pagi sudah disambut dengan kejadian memalukan seperti ini.
"Ya udah,kalau kakinya sakit,,ustadz izinin nggak masuk kelas hari ini."ucap ustadz Zul dengan nada lemah lembut.
"Kalau ke kamar,sama aja harus jalan sendiri..mending masuk kelas aja,,nanti kalau pulangnya bisa pegangan sama mereka berdua,,"Fikir kia dalam hati.
"Eumh,,nggak apa-apa ustadz,,sayaaa masuk kelas aja."jawab kia tersenyum.Kemudian,ustadz Zul mempersilahkan mereka berdua masuk,dengan Nita yang memapah kia agar tak lagi terjatuh.
Saat ustadz Zul berbalik kembali pada tempatnya,muridnya berlarian menempati tempat duduknya lagi,karena mereka penasaran dan mengintip keluar lewat jendela.
"Taaa,,"suara lirih Safinah menyambut mereka berdua dengan wajah cemas,dan meminta penjelasan.
"Tadi kia jatuh,ke injek roknya sendiri di aula pertama,,sampe sini malah kejedot jendela.. malu-maluin pake banget..."bisik Nita pada safinah.Safinah bisa melihat bahwa Nita menahan malu dan kesal karena kia yang selalu kurang hati-hati.Mungkin nantinya Nita akan memberi petuah bijak kepada kia seperti biasanya tatkala Nita sangat kesal pada kia.
"Ehmmmm.."suara deheman ustadz Zul,menandakan agar muridnya kembali menyimak kajiannya pagi ini.
Lirikan mata ustadz Zul tak hentinya mengarah kepada Safinah.Hatinya melambung tinggi saat mengingat Safinah memanggilnya tadi.Walaupun awalnya kaget,tapi kemudian ustadz Zul sangat berbunga-bunga mendengar suara halus sang pujaan hati.
Jantung Safinah juga tak kalah berdetak,saat beberapa lirikan ustadz Zul ditangkap olehnya.Entah cinta,entah obsesi,,yang jelas ustadz Zul sangat ingin menjadikan Safinah sebagai istrinya.Tapi Safinah,belum bisa mengartikan perasaan apa yang sedang dirasakan saat ini.Karena sulit untuk mengatakan kata cinta,bagi orang yang tak mengenal sedikitpun akan arti cinta.
__ADS_1