Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Insting sahabat


__ADS_3

Sepulangnya ustadz Zul,kamipun bergegas pulang seperti biasanya.Aku berjalan mendahului Nita dan kia yang masih asik bercerita tentang sosok ustadz Zul.


"Finnn,,"suara nyaring kedua sahabatku membuatku tersentak dan berhenti di tempat.


"Brukkk",dan hampir saja aku tersungkur ditabrak oleh mereka dari arah belakang.


"Astaghfirullahhh",ucapku menghela nafas seraya membalikkan badan melihat mereka sedang memungut bukunya yang terjatuh.


"Kenapa?",tanyaku pelan.


"Kok nggak ditungguin sih finn?",keluh kia.


"Iya nih,main jalan sendiri aja."sambung Nita dengan wajah cemberut.Mataku menyipit karena tersenyum dibalik cadar.


"Kalian kan lagi asik dengan ustadz Zulll,yaah nggak boleh diganggu dong,,!",ucapku sedikit terkekeh.


"Kamu tau nggak kami ngomong apa barusan?",tanya Nita padaku.


"Nggak",jawabku singkat.


"Insting aku tuh,ustadz Zul suka sama kamu fin.Aku yakin banget itu."

__ADS_1


Kami terus berjalan hingga sampai di depan kamar.Dan ketika tanganku meraih gagang pintu untuk membukanya,kia justru menahan tanganku.Aku mengernyit bingung,entah apa yang belum terselesaikan antara kami.Padahal aku benar-benar lelah hari ini.Iya,lelah dengan fikiranku yang terbang kesana kemari.


"Ada apa lagi kia,?"tanyaku lembut dengan suara letih.


"Finn,kok kamu nggak jawab apa-apa sih?"rengek kia yang sedikit gemas dengan tanggapan ku yang terlalu cuek.


"Apa nggak sebaiknya kita masuk dulu kia?,"tanya ku masih dengan senyuman walaupun sedikit lelah.


"Ya udah yuk,kita masuk dulu aja.Kita bisa ngobrol sambil istirahat kia",ajak nita.


***


Aku melepaskan cadar yang sedari tadi aku kenakan.Kurebahkan tubuhku di kasur yang masih lumayan empuk untuk ditiduri.Ingin rasanya ku pejamkan mata untuk tidur.Namun sebentar lagi kami harus melaksanakan shalat zhuhur berjamaah seperti biasanya.


"Iyaa kiaaa,ustadz Zul emang suka sama safinahh,"jawab Nita meyakinkan.Aku hanya menyimak percakapan mereka berdua.


"Lhoo,kok kamu tau?"tanya kia heboh dan reflek bangkit dari rebahannya.


"Ehheheh,kan insting kita sama",jawab Nita menahan tawa melihat reaksi kia,yang super kepo.Akupun ikut tertawa kecil melihat tingkah kia yang memang sedikit absurd dari aku dan Nita.


"Yeeee,gayanya kayak orang udah tau banget,eh ternyata zonkkk,dasarrr",ucap kia bete dengan respon Nita yang kurang menarik.

__ADS_1


"Finn,kenapa diam aja sih?!",kini kia beralih padaku objek utama yang dibicarakannya.


"Emang kamu nanya sama aku?",tanyaku semakin membuat kia jengkel.


"Heummm,kamu udah pernah pacaran nggak Fin?"tanya kia membuatku sedikit tertegun.


"Nggak pernah,dan aku nggak mau pacaran",jawabku tegas.


"Kamu kan cantik,masa sih nggak pernah pacaran?"tanyanya lagi.


"Emang harus ya?Dosa lho,selain itu aku juga nggak mau terikat hubungan yang belum halal dengan lelaki.Nanti,bila saatnya sudah tiba,bila ada orang yang baik datang melamar ku,insyaallah aku langsung aja.Pacaran setelah nikah aja nantinya,kan asik."Jawabku berangan dengan harapan yang sangat aku semogakan.Aku memang tidak pacaran dari dulu aku sekolah.Selain pacaran haram hukumnya,aku juga tidak tertarik dengan laki-laki yang menurutku nggak ada yang serius.Entah kenapa aku menjudge semua laki-laki seperti itu.Padahal,aku tidak pernah mengenal sosok laki-laki lebih jauh.Pernah dulu saat aku duduk di bangku sekolah menengah pertama,aku melihat kawanku yang menangis dan galau karena diputusin pacarnya.Aku tertawa dalam hati kala itu,fikirku segitukah drama percintaan itu?.Aku benar-benar tidak mau mengenal cinta dengan orang yang belum halal bagiku.


"Fin,ditanya malah bengong aja.."suara Nita mengembalikan kesadaranku dari bayangan semasa aku sekolah dulu.Aku tersenyum dan bertanya.


"Apaa?,,"tanyaku.


"Ihh,finaaa!"jerit tertahan Nita kepadaku.Aku tau mereka jengkel denganku karena aku tidak pernah menganggap serius setiap perbincangan seputar percintaan.


"Iya ta,kenapa?Ada apa?,,"ucapku.


"Fin,jika ustadz Zul benar-benar serius sama kamu gimana?",

__ADS_1


"Udah deh Nita,kia,itu cuma insting kalian.Belum tentu juga benar.Udah deh,yuk kita mandi,wudhu,sholat berjamaah.Kalau telat mau nanti,kena hukuman?"kataku sembari bangkit menuju kamar mandi.


__ADS_2