Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Antara resah dan rindu


__ADS_3

Siang ini,bus jemputan dari pondok al hidayah siap menjemput kembali seluruh santri setelah libur panjangnya.Walau hati masih berat berpisah dengan keluarga,tapi keterpaksaan harus didepankan untuk menuju kesuksesan diri.


"Nak,,belajar yang rajin yaa disana!!,kalau kangen sama ibu kan tinggal telpon aja."ucap Bu Diana pada putrinya.


"Iya Buu,doain Safinah ya Bu."ucap safinah menahan tangis.


"Insyaallah,,ibu selalu doain putri-putri ibu nakkk..!"jawab Bu Diana lembut.


"Itu busnya datang,!"seru Bu Diana tatkala melihat sebuah bus memasuki pekarangan kebun teh Wonosari.


"Bu,,,Safinah pamit yaa..Ibu jaga diri baik-baik,,jaga kesehatannya ya Buu,"ucap safinah sambil memeluk ibunya erat sebelum menaiki bus yang sudah siap memutar balik.


"Iyaa nakk,kamu juga yaa.?"


"Iyaaa,,ibuku sayanggg.. Assalamualaikum Buu..!"ucap safinah pamit.


Safinah melambaikan tangannya kepada ibunya yang masih berdiri di sana menyaksikan kepergian Safinah.Mata Safinah berair melihat ibunya tersenyum serta membalas lambaian tangannya.Semakin jauh,tubuh ibunya semakin kecil terlihat hingga hilang dihalang oleh jarak yang ditempuh.Setelah cukup melihat ibunya,Safinah memilih tempat duduk di samping jendela yang sudah terbuka.


Matanya menatap keluar,menatap kosong ke jalanan yang dipenuhi pepohonan asri.Empat tahun sudah perjalanan hidupnya di pondok Al hidayah,mengajarinya tentang banyak hal dalam pergaulan.Santri juga manusia,tak ayal jika rasa cinta tumbuh tanpa permisi.Banyak cinta yang telah ditepis oleh Safinah selama dirinya remaja hingga beranjak dewasa.Namun kali ini,entah kenapa hati memberi ruang untuk seseorang yang ingin bertahta dihatinya.


"Ya Allahhh,,,aku tidak tau dengan apa yang telah aku pilih.Aku sangat mengharapkan ridhomu di setiap langkahku ya Allahhh,,jangan tinggalkan aku dengan pilihan ini.Jauhkan aku dari bermaksiat kepadamu ya Allahhh."bisik Safinah dalam hati.Safinah menengadahkan kepalanya ke atas agar air matanya tidak jatuh.Terlintas kejadian semalam saat dirinya berbicara dengan ustadz Zul.


"Safinah,,ustadz sudah membicarakan dirimu pada bunda.Tapi bunda tidak menanggapinya dengan baik.Maafkan ustadz Safinah,ustadz merasa bersalah padamu.Tapi jauh di lubuk hati ustadz,ustadz serius ingin menjadikan kamu sebagai pendamping hidup ustadz.Sedikitpun ustadz tidak berniat mempermainkan dirimu.Maafkan ustadz Safinah."jantung Safinah kembali sesak mengingat kata-kata ustadz Zul.Baru beberapa hari ustadz Zul mengajaknya ta'aruf,tapi sudah mengatakan hal demikian.


"Terus bagaimana dengan saya ustadz,?,,"pertanyaan Safinah terdengar pilu.Andai saja Safinah sanggup meneruskan pertanyaannya, dia akan menambahnya sedikit lagi."Apa kita sudahi saja ustadz,?"namun hati Safinah terlalu lemah,dan dirinya terlalu polos untuk hal asmara.Safinah benar-benar tidak berfikir layaknya wanita yang tegas,karena hatinya tercipta dari kelembutan.Di saat hatinya sangat rapuh,ustadz Zul kembali memberi semangat kepada safinahnya yang di cintainya.


"Tidak apa-apa Safinah,kita akan melangkah lagi.Ustadz akan membujuk bunda nantinya."kalimat ini memberi secercah harapan bagi Safinah yang hampir saja layu.


"Heummmm.."safinah menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya yang berantakan.Baru kali ini Safinah merasakan indahnya cinta,kali ini juga cinta itu mematahkan jiwanya.

__ADS_1


Safinah menyandarkan dirinya sambil memejamkan kedua mata bulatnya.Karena fikirannya asik berkelana ke mana-mana,Safinah tak menyadari seseorang datang mendekat padanya.


"Pukk,,"Safinah terkejut mendapat pukulan sedikit perih di pahanya.


"Astaghfirullahhhhhh...!!"ucap safinah kaget.


Safinah membuka matanya lebar melihat kia yang merentangkan kedua tangannya.


"Masyaallahhh kia....!!"seru Safinah sedikit keras.Mereka berpelukan melepas rindu satu sama lain.


"Sejak kapan kamu duduk di samping aku,?"tanya Safinah pada kia.


"Astaghfirullah,,,,!!,udah dari tadi Buu.!,,emang nggak kerasa ada orang duduk di samping kamu Fin,,!?ya ampunnn....gimana sih nih anak."celoteh kia panjang lebar.


"Aku sedang berkelana ke alam bawah sadar ki,,makanya kesadaran ku hilang untuk sejenak."ucap safinah asal-asalan.


"Alasannya logis banget yaaa,,!"ledek kia.


"Finn,,gimanaaa sama pak ustadz,,?"bisik kia pada Safinah.


"Ssstttttttt..jangan tanya itu dulu disini,,!!"ucap safinah waspada.


"Mereka nggak denger kok finn,lihat tuhhh mereka pada tidur,,sampe melongo gitu mulutnya,,, hhhaha..."ucap kia sambil tertawa dengan suara ditahan.


"Hihhhhi,,,iya juga yaaa..lihatt kiii kasihan banget mereka sampe kepalanya angguk geleng gitu,,!"bisik Safinah ikut menimpali.


"Hhhhhhhaa,.....uppss.."tawa kia pecah tanpa disengaja.


"Kiaaa,,udah dibilangin ahhh,,"bisik Safinah dengan wajah lurus ke depan,menghindari sebagi tersangka.

__ADS_1


"Hhuuuuaammm,,,,iyaaa maaf maafff..."jawab kia pura-pura ngantuk dengan suara tidak jelas.


"Kiaa,,udah dimana,,?"tanya Safinah.


"Eummmmmm,,,nggak tauuu.."jawab kia sambil celingak celinguk kedepan dan kebelakang.


"Ehhh nitaaa...!"seru kia saat melihat bayangan Nita di cermin love yang sedang di pengangnya.


"Mana,,?"tanya Safinah,menoleh ke belakang.


"Assalamualaikum semuanya...!"ucap Nita dengan wajah sumringah.Teman-temannya yang lain ikut terjaga karena kebisingan mereka bertiga.


"Ya Allah.....kangen banget sama kaliannn.!!"ucap Nita sambil memeluk kia dan Safinah satu persatu.


"Finn,,"panggil Nita sambil menaik turunkan kedua alisnya,mengisyaratkan sesuatu.


"Apaan,,?"tanya Safinah herannn.


"Kata Safinah jangan berisik,nanti aja kita interogasi sampe di pondok."ucap kia yang mengerti isyarah Nita.Mereka duduk satu bangku bertiga.Karena badan mereka mungil tidak terlalu berisi,satu bangku itu muat untuk mereka bertiga.Mereka sengaja tidak memejamkan matanya,agar bisa menikmati perjalanan menuju pondok.


"Heumm,,kenapa tiba-tiba aku kangen sama ustadz Zul?."ucap safinah dalam hati.


"Ya Allahhh,,bagaimana kalau kami saling bertemu nantinya,?,,duhhhh,,deg-degan banget ya rabbb..kia dan Nita pasti godain aku mati-matian nantinya.Aku harus nyiapin mental dari sekarang,sebelum dibombardir sama pertanyaan mereka berdua."bisik hati Safinah lagi.


***


"Tiga hari lagi aku akan bertemu Safinah di kelas.Huftt,,,,aku merasa bersalah sama Safinah,tapi aku ingin memperjuangkan dia dulu.Mungkin saja kedepannya bunda sudah menyetujui aku menikah."gumam ustadz Zul,setelah makan siang di sebuah warung lesehan.


"Bagaimana dengan saya ustadzzz....bagaimana dengan saya ustadzzz..?"suara pilu Safinah terngiang-ngiang di fikiran ustadz Zul.Di satu sisi ustadz Zul sangat mencintai Safinah,ingin menjadikannya sebagai ratu rumah tangganya nanti.Di sisi lain,ada bundanya yang juga merupakan ratu yang paling utama dalam hidup ustadz Zul.Ustadz Zul yakin,hati wanita itu lembut.Seiring berjalannya waktu bundanya pasti akan memberi izin untuknya menikah.

__ADS_1


"Sabarlah safinahhku,,,ustadz akan mempertahankan mu sebagai calon ibu untuk anak-anak ustadz nantinya.. hhhhhee.."kekeh ustadz Zul diujung,karena merasa konyol sendiri.Cintanya kepada Safinah membuat dirinya jauh berangan hingga memiliki anak-anak yang lucu bersama Safinah.Dan ustadz Zul sangat yakin bila Safinah adalah sosok ibu yang baik bagi anak-anaknya nanti.


__ADS_2