
"Assalamualaikum....!!"Safinah dan ibunya sontak bersitatap saat mendengar suara orang di pintu depan.
"Biar Safinah aja Bu,,,"kata Safinah langsung berjalan ke depan,dengan semangat.
"Ceklek,,"suara pintu terbuka.
"Attalamuaikumm.."ucap bocah laki-laki yang tersenyum tepat di depan pintu.
"Waalaikum salammmmmm...ya Allahhh azwill...!!"sorak Safinah girang melihat wajah imut keponakannya.Bocah kecil itu menyalami Safinah dengan sopan,dan selalu tersenyum manis.
"Sinii Tante gendong sayangg,,!"kata Safinah sambil menggendongnya.
"Kok azwill cendiliiii,,?,,Bunda sama ayah mana?"tanya Safinah dengan suara yang dibuat-buat seperti anak kecil.
"Ada,,,jajiii.."jawab azwil menunjukkan jari telunjuknya ke arah mobil jazz berwarna putih.
"Nggak ada,,mana yaa,?"ucap safinah sambil celingak celinguk mencari keberadaan kakaknya dan sang suami.
"Cari siapa dek..?"Safinah langsung menoleh kebelakang saat mendengar suara yang sangat dirindukannya.
"Mbaakkk,,,ditungguin di depan malah lewat sanaa.."ucap safinah sambil memeluk sang kakak dengan erat.
"Tante,,,atittttt,,gelahhhh..."kata azwi kecil sambil mencubit lengan Safinah.
"Astaghfirullahhhhhh,,,Tante lupa ada kamu disini sayangg.."ucap safinah menggoda azwi yang terlihat cemberut.
"Maafin Tante yaa,,sakit yaa,, kejepit...?"tanya Safinah sambil mengelus kepala keponakannya.
"Heu ummm,,"azwi kecil pun mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis.
"Ehhhh anak ganteng nggak boleh nangissss..."kata bundanya menenangkan azwi yang hendak menangis.
"Ngapain masih di sana,?,,ayok kita makan siang.!,Ibu udah nyiapin masakan kesukaan kalian semua."ucap Bu Diana pada putri sulungnya.
"Wowww pasti Ikan nila goreng kan buuu..?"tanya Shena dengan mata berbinar.
"Iyaaa,,,yukkk.!!"
Di meja makan,,suami Shena yang bernama Leis sudah duduk rapi untuk menikmati hidangan sang mertua.Dan sebelumnya,Safinah berjalan ke arah iparnya untuk menyalaminya.
"Eleh elehhh,,,kalau urusan makan nomor satu ya mas,,!"ledek Shena pada suaminya.
"Hhhhe,,iya dong,!kan nyenengin hati mertua dapat pahala sayang.."kilah leis.
"Dapat pahala,atau dapat makan banyak?"tanya shena menggoda.
"Hahhhhh,,dua duanya sayangg.."jawab leis lagi tertawa terbahak-bahak.
Safinah dan ibunya hanya menjadi penonton yang Budiman di siang ini.Jika ibu Diana sudah mengerti dengan sikap mereka,karena pernah mempunyai pasangan hidup yang sekarang sudah pergi untuk selama-lamanya.Tidak dengan Safinah,Safinah tersenyum malu melihat kelakuan pasangan itu,yang kerap kali menunjukkan sikap romantis mereka.
"Shenaaa,,kasihan adikmu ituu..lihat wajahnya udah ditekuk melihat kelakuan kalian."ucap Bu Diana.
__ADS_1
"Ehhhh,,,kok aku Buu..!"kata Safinah tak terima dikatain seperti itu oleh ibunya,walaupun dalam hatinya mengiyakan perkataan sang ibu.Azwi yang berada di pangkuan Safinah mendongakkan wajahnya ke atas agar dapat melihat wajah tantenya.
"Tante,,napaa?"tanya azwi kecil dengan tampang polosnya."
"Nggak apa-apa azwi sayanggg,,,nih buat azwi.."ucap safinah sambil menyodorkan bola-bola tempe yang digoreng khusus untuk azwi kecil.
"Horeeeee,,,boyaaaa enakkk..!!"seru azwi girang ketika melihat makanan kesukaannya.
"Azwiiii,,, Alhamdulillahhh..."tegur ayahnya.
"Hhhii,,maap yah,,,Ahamyuiyyahhhhh."ucap azwi gemasss.
Setelah menyantap hidangan yang disajikan oleh ibu mereka.Kini azwi malah merengek pada bundanya untuk menemaninya bermain.
"Bundaaa,,,mainnn diyuwallll..!!"rengek azwi sambil menarik-narik tangan Shena.
"Sama Tante Fina aja,Mau??"tawar shena pada anaknya agar dirinya bisa berleha-leha di rumah,menghabiskan waktu untuk melepas gumpalan rindu pada ibundanya.
"Kenapa azwiiiii..?"tanya Safinah yang sedang membereskan piring kotor.
"Mainnn di yuwallll Tante...!!"rengek azwi pada Tante satu-satunya.
"Tunggu sebentar yaaa,,Tante cuci piring dulu..okeeyy azwi sayanggg..!?"ucap safinah membujuk.
"Tuhhh dengarrr,Tante Fina mau nemenin azwi kann??"tegas Shena pada azwi yang mulai menurut.
"Sayang,mas ngopi dulu yaa..!!"ucap leis pada istrinya,sembari mengecup kening sang istri.Mungkin saja,bila Safinah melihatnya akan ketar ketir sendiri dengan adegan mesra mereka berdua.
***
"Tanteeee,,yihattttt.."ucap azwil sambil menenteng cacing yang terlihat berisi,dan panjang.
"Astaghfirullah azwiiiill,,jorok ihhhhhh,,buang sanaaa..!!"seru Safinah jijik melihat cacing yang bergeliat di tangan azwil.
Azwil dengan baju singlet putihnya dan celana pendek sudah kotor dipenuhi tanah lumpur di belakang rumah,sedangkan Safinah duduk di bangku kecil menonton keponakannya yang asik mengorek tanah dengan sendok dapur neneknya.
"Hhhehe,,,tanteeee...."panggil azwilll sambil tertawa lucu dan *******-***** cacing yang ada ditangannya.
"Ya Allahhh azwilllll,,,Tante nggak mau temenan sama azwil lagi kalo cacingnya nggak dibuang..!!"seru Safinah sedikit keras,dan merasa geli di seluruh tubuhnya.
"Dinyinnnn tanteee,,,hehhee.."ucap azwil lagi sambil mendekat ke arah Safinah yang membuang pandangannya ke arah lain.
"Tanteeee,,,,!! yihattttttt!!"seru azwil.
"Aaaaaaaaa azwilllll....!!"teriak Safinah kaget,dan lari masuk ke rumah tanpa memperdulikan azwil sendirian.
"Huaaaaaaaaaa tanteeeee..huaaaaa.."tangisan azwil pecah,dan terdengar ke telinga shena yang sedang mengobrol dengan Bu Diana di depan televisi.
"Itu bukannya suara azwil nakk,?"tanya Bu Diana panik.
"Iya Buu,,,kenapa yaa..?"jawab Shena sambil buru-buru bangkit berjalan ke belakang.
__ADS_1
"Finaa,,azwil manaa..?"tanya Shena saat berpapasan dengan Safinah di dapur.
"Di belakang,,"jawab Safinah tanpa melihat wajah Shena,dan terus berjalan.
"Ehhh kenapa iniii..?"tanya Shena semakin panik mendapat reaksi seperti itu dari Safinah.
"Tap tap tap.."suara langkah shena sedikit berlari ke belakang.
"Huaaaaaaaaaa.."
"Azwiillll,,sayanggggg.!!"seru Shena pada anaknya yang terus menangis.
"Bunaaaaaa.."suara azwil tak jelas memanggil bundanya,karena menahan ingus.
"Astaghfirullah sayanggggg,,,kamu kotor banget azwiillll..!!"seru Shena.
"Itu apa di tangannya??"tanya Shena melihat sesuatu yang digenggam erat oleh anaknya.
"Heuukkk,,,tata Tante ini tatingggg.."jawab azwil saat tangisannya sedikit mereda.Shena mengerutkan keningnya mendengar jawaban azwil yang tidak dimengertinya.
"Sini bunda gendong,!"ucap Shena hendak menelusup kan kedua tangannya ke ketiak azwil.
"Dendonggg..."ucap azwil,yang juga merentangkan kedua tangan mungilnya itu.
"Azwilllllll,,,buangggggg!!"seru Shena marah melihat cacing yang sudah innailaihi di tangan anaknya.
"Huaaaaaaaaaa,,,bunaa nyahattttt...Nenekkkkkkkk!!"azwil kembali menangis saat mendengar suara nyaring sang bunda.Dia berlari ke arah neneknya yang juga datang menghampiri azwil kecil.
"Ya ampun cucu nenek main cacing yaaa,,??tanya Bu Diana lembut.
"Heuu ummmm...huuuaaaa.."jawab azwil sambil menangis.
"Azwil nggak boleh main cacing lagi yaa,ini jorok..!!,,lihat,bundanya azwil jadi marah kannn??"kata sang nenek memberi pengertian pada cucu satu-satunya.
"Heumm,,jolokkk,?"tanya azwil di gendongan sang nenek.
"Iya,,jorok,,,sini nenek buang..!"azwil membuka telapak tangan kanannya.Bu Diana tidak habis fikir dengan azwil kecil,setiap pulang ke sini area permainannya selalu tanah becek seperti itu.Dan sekarang,azwil punya hobi baru memburu cacing.
"Azwill azwilll,,,bikin ilfill aja ya Allahhh.!,berilah kesabaran untukku menjadi seorang ibu ya rabbb."pinta Shena pada sang pencinta,karena semakin hari kesabarannya semakin di uji dengan tingkah azwil yang unik,tapi tidak menarik bagi Shena bundanya.Kenapa tidak,Shena selalu harus melihat anaknya main tanah,dan suka pada binatang seperti cacing dan serangga.Pernah satu hari azwil mengurung seekor semut besar di sebuah toples kaca.Dan saat dibukanya,semut itu dengan sengaja menggigit jari azwil.Mungkin karena semut itu geram dikurung oleh bocah berusia tiga tahun ini.Dan akibatnya,tangan azwil bengkak hingga tiga hari.Huftt,menjadi seorang ibu memang harus ekstra sabar dalam mendidik buah hatinya.Bisa jadi kenakalan anak-anak itu adalah rasa penasaran,yang menjadi pemicu sang anak menjadi seseorang yang cerdas nantinya.
Di ruangan depan,Safinah sedang menikmati teh dinginnya sambil menonton sinema petang.Setelah azwil membuatnya ilfill tadi.Safinah memilih untuk tidak terlalu memperdulikan azwil lagi,karena takut azwil akan mengajaknya bermain lagi.
"Heii,,dasarr tanteeee jahatttt..ponakannya nangiss malah kaburrrr.!"ucap Shena pada adiknya.
Safinah hanya menoleh sekilas ke arah shena yang duduk di sebelahnya,tanpa ingin menjawab apapun.
"Assalamualaikum....Jangan sok cuek atuh nengggg,!!"sindir Shena.
"Kenapa kak?"tanya Safinah malas.
"Masak kalah sama anak-anak takut sama cacing.!? Hhhhhhhhhha.."ledek shena sambil menertawakan Safinah.
__ADS_1
"Pukkk,"Safinah memukul paha Shena dengan bantal kecil.Melihat Safinah tak menjawab apa-apa,Shena memilih diam dan ikut menyimak sinetron di televisi.