Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Menyelami rasa


__ADS_3

"Assalamualaikum,,,!!"suara seorang wanita memberi salam,yang tak lain adalah ibunya Safinah.


"Nakk,, Safinahhh!!"panggil ibu Diana.


"Safinah di dapur Buu,,lagi makan..!"jawab Safinah menahan nasinya agar tidak tersedak keluar.


"Ohh,ibu pikir kamu kemana."kata ibunya.


"Udah sholat nak?"tanya ibu Safinah sambil mencuci tangan di wastafel.


"Udah Bu,tadi abis azan langsung sholat.Ibu makan dulu,pasti ibu capek kan.?"kata Safinah,sambil mengambil piring untuk sang ibu.


"Makasih yaa,sini biar ibu taroh sendiri."


Safinah kemudian melanjutkan makannya tanpa berbicara lagi,dan langsung mencuci piring kotornya.


"Tut,"suara ponsel Safinah dalam saku bajunya.


Sontak pandangan Safinah dan ibunya bertabrakan.Mungkin ibunya akan langsung bertanya jika bukan sedang makan.


"Aduhhh,ini pasti ustadz Zul..."batin Safinah deg-degan karena takut melihat aura ibunya yang penuh tuntut.


Safinah berjalan ke ruang tengah untuk membuka pesan yang baru saja masuk.


"Telkomsel.. Hhhhhhhhhha,,"Safinah cekikikan menertawakan dirinya yang konyol.


"Hhhhhh,,kamu kegeerean finaaaa..."titiknya sendiri.


"Hhahhhh,,,kok aku malah menunggu pesan dari ustadz Zul sihh,,?emang aku sama ustadz Zul ada hubungan apa,,?"tanya Safinah bingung sendiri.


"Tau ahhh,,fikiranku capekk mikirin ustadz Zul muluuu...heummm"Safinah mencari kontak kia untuk menelpon sahabat greseknya itu.Kia sangat berbeda dengan Anita,Nita bisa di ajak bercanda,tapi tidak sefrekuensi dengan kia yang bertingkah apa adanya,dan penuh kekonyolannya.


"Assalamualaikum,,, warahmatullahi wa barakatuh......!!"ucap kia langsung setelah mengangkat telponnya.


"Waalaikum salam warahmatullahi wa barakatuh....panjang amat buuu"ucap safinah iseng.


"Hhhhe,,,biar dapat banyak fahalaaa,,,makin panjang kan makin banyak fahalanya.."jawab kia benar,namun dengan irama isengnya.


"Kenapa finnnn,,kangen yaaaa..?"tanya kia menggoda.


"Nggak,,cuma nggak ada kerjaan ajaa.."jawab Safinah tidak mau mengaku.


"Gengsi bangettt Buu,,,kalau kangen bilang ajaaa napaaa,,,"kata kia dengan suara marahnya yang dibuat-buat.

__ADS_1


"Emang iyaa,,,aku lagi nggak ada kerjaan makanya nelpon kamu.."jawab Safinah menahan tawa.


"Udah dulu ya Fin."ucap kia di ujung sana dengan tiba-tiba.


"Mau kemana,,?"tanya Safinah serius.


"Ya nggak kemana-mana,,katanya nggak kangen yaudahh,matiin aja kann.."kata kia dengan sengaja.


"Iya iyaaa,,emang ratu iseng nggak bisa dilawan dehh.."ujar Safinah mengalah.


"Hhhhhhhhhha,,,"suara kia tertawa terbahak-bahak.


"Makanyaaaa,,jangan memancing sayaa yaaa,,Hhhh"jawab kia dengan nada sombongnya.


"Lagi apa finn,?"tanya kia.


"Lagi ngomong sama putri askiaa.."jawab Safinah terkekeh,dengan kata-kata lebaynya.


"Terimakasih putri Safinah,sudah kangen sama putri askiaa."ucap kia tak kalah lebaynya.


"Finn,,ustadz Zul apa kabar?"tanya kia tiba-tiba,membuat Safinah diam sejenak.


"Eumm,,,kenapa tanya sama aku,,?"


"Nggak lahh,,apaan sihhh..nanya gituann."jawab Safinah mengelak.


"Kan siapa tau kamu udah jadian sama ustadz Zul yang tamfan lagi membahana..."kata kia.Memang keisengan kia tidak ada obatnya,selalu mampu membuat suasana jungkir balik seribu persen.


"Nggak kia,kan kamu tau sendiri aku gimana."lagi-lagi Safinah mengelak.


"Iya iyaaa,,oh yaaa,Nita kirim salam buat kamu Fin,katanya dia lagi sibuk bantuin mama papanya di swalayan,makanya nggak pernah hubungin kita."kata kia menjawab pertanyaan Safinah yang sudah beberapa hari ini mempertanyakan kabar Nita.


"Finn,,kayaknya Mak aku manggil tuh,,udah dulu yaa.Assalamualaikum...!"ucap kia pamit.


"Waalaikum salam..."baru saja Safinah sedikit terhibur,kini sepi kembali tanpa seorang teman.


Safinah berjalan ke teras rumahnya mencari suasana alam untuk menghilangkan rasa sumpek.Tak lupa Safinah mengenakan cadar yang selalu menutupi wajahnya.Tiupan angin membuat suasana hati Safinah tenang serta tentram.


"Safinahhh,,,ikut ibu yuk ke kebun!!"ajak Bu Ani yang baru saja keluar rumahnya,dengan pakaian lusuh yang digunakan khusus untuk berkebun.


"Eummmmm,,ini buuu sayaaaaa.."


"Anak gadisku mau nemenin aku menjahit Bu anii,,lain kali ajaaa."jawab ibu Safinah sebagai alasan,memotong jawaban Safinah.

__ADS_1


"Ohh,kalau gitu saya jalan dulu Bu Dian,,safinahh.."izin Bu ani.


"Iyaa,silahkan..!"jawab Safinah dan ibunya.


"Fina,,ngapain di siniii.!?"tanya ibu Diana.


"Cari angin Bu,sumpek yaa nggak ada kegiatan.Biasanya kalau di pondok,bisa belajar bareng,ada teman,pokoknya enak dehh.."kata Safinah yang membuat ibunya tersenyum.


"Kamu butuh teman,yaa?"tanya ibu diana menggoda.


"Eumm,,iya Bu,tapi sama ibu juga udah nggak sumpek kok.Tadi pagi ibu nggak ajak Safinah ke kebun,makanya Safinah sumpek sendirian di rumah."jelas safinah yang tidak mengerti arah pembicaraan ibunya.


"Mauuu,,ibu cari teman buat kamu,?"tanya Bu Diana dengan bibir melengkung membentuk bulan sabit.


"Eumm,,maksudnya gimana bu?"tanya Safinah dengan kening berkerut.


"Ibu cariin pasangan hidupmu."jawab Bu Diah tersenyum menampilkan jejeran giginya yang masih putih di usia tuanya.


"Ibuuuuu,,,"rengek Safinah malu,digoda seperti itu.


"Ada yang mau ngelamar kamu lagi nak?"tanya Bu Diah pada Safinah,yang sontak membuat Safinah menatap ibunya dengan tatapan yang dalam.Mungkin ini yang dinamakan ikatan seorang ibu dengan sang anak.


"Eummmm Safinah nggak tau Bu.Tapi ada seorang ustadz yang mengajak Safinah nikah."kata Safinah jujur sembari menunduk malu.


"Siapa nak,?kamu jawab apa sama ustadz itu?"tanya ibu Safinah ingin tau sampai mana perjalanan hidup anak bungsunya ini.


"Beliau ustadz Safinah sendiri yang mengajar di kelas.."ucap safinah menjeda.


"Ustadz Yusuf..?"tebak ibunya,karena Safinah pernah menceritakan kalau ustadz yang mengajar di kelasnya bernama ustadz Yusuf.


"Bukan Bu,nama beliau ustadz Azizul Akhtar.Beliau ustadz penggantinya ustadz Yusuf.Kan ustadz Yusuf udah nikah Bu."jawab Safinah memberi tahu ibunya.


"Ohh iya ibu lupa.."


"Nak,,ibu cuma mau bilang sama kamu,,jangan mengikat satu hubungan yang belum pasti.Berharap pada manusia itu menyakitkan,bilapun ada yang sampai menikah karena sudah lama menjalin asmaranya,itu adalah jalan yang salah.Tapi ibu nggak bisa ngomong apa-apa Fina,karena kamu sudah besar,kamu sudah bisa berfikir dalam memilih jalan hidupmu."Bu Dian memberi petuah untuk anak bungsunya.Seorang ibu bisa menilai bahwa putrinya sedang jatuh cinta.Bu Dian tau jika anak bungsunya ini tidak pernah pacaran.Beliau takut jika anaknya dimanfaatkan oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab nantinya.


"Bagaimana ustadz itu mengajakmu menikah,?"tanya Bu Diana lagi,saat melihat putrinya tak menjawab apa-apa.


"Kata ustadz Zul,beliau sudah lama mencari tau segala hal tentang Safinah lewat ustadz Yusuf,,sudah lama ustadz Zul ingin mengatakan perasaannya pada Fina,dan saat ini adalah kebetulan sekali beliau bisa mengajar tetap di kelasnya Fina bu.Ustadz Zul meminta nomor kontak Fina dari kia,kawan Fina yang sering Fina ceritakan sama ibu.Ustadz Zul juga sangat serius mengutarakan niatnya pada kia,dan tadi pagi ustadz Zul nelpon Fina.Ngajak Fina ta'aruf dulu.Karena fina bilang,Fina belum siap menikah Bu."jelas safinah panjang lebar.


Bu Diah terlihat manggut-manggut mendengar penjelasan putrinya.


"Kalau kamu yakin,terserah kamu Fina.Mintakan petunjuk pada Allah,agar dimudahkan bila ini jalan yang benar."tambah Bu dian.Kali ini,Safinah termangu dengan kata-kata bijak ibunya yang sangat menyentuh hati.

__ADS_1


"Ya Allahhh,,tolong perasaan ini ya Allahhh..!!"jerit hati safinah.


__ADS_2