Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Insiden kia dengan ustadz zul


__ADS_3

Kia berjalan sendiri menuju ruang guru di gang pertama kelas santriwati.Perasaannya tidak enak karena terngiang-ngiang perkataan Safinah barusan.


"Aduhh kia,,kenapa bisa dibodohi sama Syifa sihh.."gumamnya sambil terus berjalan.


"Nitaa juga,pas ditanya iya-iya ajaa,,huftt.."keluhnya lagi menyalahkan Nita.


Dengan wajah gelisah dan takut kia memberanikan diri untuk terus melangkah ke ruang guru yang hampir sampai di pojok kanan dari arah dia berjalan.Saat kia ingin melangkah mengikuti belokan kanan itu,terdengar suara ustadz Zul yang tegas seperti sedang menyelidik.


"Memangnya dia sendiri kemana?"suara ustadz Zul bertanya pada seseorang.


"Afwan ustadz,mungkin dia malas mengantarkannya.Makanya dia menyuruh saya sendiri kesini."kia merapatkan dirinya ke dinding untuk mendengar jelas apa yang dikatakan oleh seorang perempuan itu.


"Apa itu Syifa?"gumam kia lirih.


"kalau benar itu Syifa,nggak bisa dibiarin ini..dasar mulut ember pecah..."geram kia dalam hati.Dan tanpa menunggu lagi,kia langsung melangkah menampakkan dirinya pada ustadz Zul dan jugaaa,,dan benar itu adalah Syifa.

__ADS_1


"Kena kau Syifa,,"sorak kia dalam hati.


"Lhoo,askiaa.."suara kaget ustadz Zul tatkala melihat kia yang tiba-tiba muncul di hadapannya.Sedangkan wajah Syifa ketakutan,dan memerah mungkin dia tau akan malu serta marah melihat kia menyusulnya kesana.


"Afwan ustadz,,,,"ucap kia sedikit menunduk layaknya adab seorang murid ketika berbicara dengan gurunya.


"Eummm,kia..Bukannya tadi anti menyuruh saya kesini?"ucap Syifa mendahului penjelasan kia kepada ustadz Zul.


Mata kia melotot mendengar tudingan dari Syifa terhadap dirinya.


"Dasar ember,,pintar sekali mencari perhatian..pakek panggil anti segala lagi,biasanya loe gue kalo lagi marah,,emang bener nih anak.."kia mengutuk Syifa dalam hatinya.


Dalam hati ustadz Zul berbisik"Sedrama inikah yang harus aku lalui untuk menemuimu Safinah?,,belum juga apa-apa,dua gadis kecil ini sudah mengibar bendera perang dihadapanku ya Allah..Tapii,lucu juga melihat mereka berdua.."akhirnya senyum sekilas terbit di bibir ustadz zul,mengingat dua gadis ini seperti ingin mengadu jotos.Kemudian ustadz Zul melihat ke arah kia yang masih melotot ke arah syifa untuk meminta penjelasan.


"Askia,,kenapa wajah anti seperti itu?"tanya ustadz Zul menahan tawanya karena melihat wajah bulat serta mungil kia yang lucu.

__ADS_1


Kia pun memalingkan wajahnya dari Syifa dan menghadap ustadz Zul yang ada di depannya.


"Afwan ustadz,,saya minta maaff karena bukan saya yang mengantarkan tugas kami tadi.Sayaa.."perkataan kia menggantung karena dipotong langsung oleh ustadz Zul.


"Iya askia,,tidak masalah.Yang penting tugasnya bisa terkumpul sama saya."jawab ustadz Zul berwibawa dengan senyum manisnya.Ustadz Zul bukan tidak tau jika tadi hanya alibi Syifa mengatakan jika kia malas mengantarkan,hanya saja ustadz Zul tidak ingin memperpanjang masalah.Ustadz Zul bisa menilai jika kia tidak seperti yang dikatakan Syifa.Bukankah untuk menilai seseorang itu dapat dilihat dari temannya.Karena kia adalah temannya Safinah,sudah pasti kia memiliki sifat anggun seperti Safinah walau sedikit berbeda dengan keanggunan yang dimiliki safinahnya ustadz Zul.


"Hufttt,,sebenarnya tadi ustadz hampir marah askia saat melihat Syifa yang datang.Tapi karena kamu menyusul,,ustadz tidak marah lagi karena menurut ustadz kamu bertanggung jawab."gumam ustadz Zul dalam hati.Kia melihat ustadz Zul dengan seksama yang masih menampilkan senyum tipisnya itu.Kia mengerutkan keningnya karena merasa aneh dengan sikap ustadz Zul yang dilihatnya.


"Eumm,Syifa terimakasih sudah mengantarkan buku tugas antum semua.Anti boleh kembali."ucap ustadz Zul berterimakasih pada Syifa.


"Sama-sama ustadz,saya izin dulu kalau begitu ustadz.Kiaa, bareng yuk!"Syifa mengajak kia dengan ramah seolah mereka sahabat baik selama ini.


"Ii....."baru saja kia membuka mulutnya untuk menjawab,lagi-lagi dipotong dengan perkataan ustadz Zul.


"Eumm,askiaaa..Ustadz ada keperluan sedikit sama anti,"

__ADS_1


Syifa yang melihat kejadian itu dibakar api cemburu.Niat hati untuk bertemu dengan ustadz Zul agar menarik perhatian sang ustadz.Namun,kia yang mendapat keberuntungan.


"Saya permisi dulu ustadz,,"ucap Syifa berpamitan dengan muka sedikit memerah,dan memasang wajah kesalnya ke arah kia.Kia melihat Syifa yang berlalu meninggalkan dirinya dengan ustadz Zul.


__ADS_2