Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Kegelisahan safinah


__ADS_3

"Ibu udah ke kebun teh,,jahitannya udah selesai ternyata."ujar Safinah saat melihat jahitan ibunya sudah rapi terbungkus,dan suasana rumah sudah sepi,dan bersih.


"Astaghfirullahhhhhh,,udah jam sembilan ternyata..!Nggak sadar aku tertidur udah dua jam dari subuh,,safinahhh safinahhh!!"gumamnya merutuki dirinya sendiri.


"Tap tap tap.."suara langkah Safinah menuju ruang tengah.


"Klek,,,"suara TV yang baru saja dinyalakan.


"Heummm,,,,"desah Safinah,dengan mata melek menahan kantuk yang tak kunjung reda.Safinah menggelar tikar di depan tv,dan mengambil sebuah bantal untuk merebahkan tubuhnya.Safinah memainkan remote tv mencari siaran yang disukainya.Karena tak ada satupun yang membuatnya tertarik,akhirnya Safinah memilih untuk menonton film kartun tingkerbell di RCTI.


"Hhhhe,,enak banget jadi tingkerbell bisa bikin balon udara sendiri..."ucap safinah sambil tertawa melihat peri tingkerbell terbang bersama kawannya.


"Kalau ada kia bakalan seru nihhh...hhhhhhhhhha"Safinah puas tertawa sendiri.


"Uhukk,,uhukkk,,ekhhhemm"Safinah menepuk-nepuk dadanya karena tersendat air liurnya sendiri.


"Astaghfirullahhhhhh,,sakit bangettt,,baru nyebut nama kia aja udah gini,apalagi bawa-bawa nama diaa.. Hhehh,,dasaarr kiaa.."kekeh Safinah.


***


Di pondok al hidayah,ustadz Zul sangat menanti Jawaban dari Safinah.Perasaannya sudah diungkapkan dengan ketulusan hati ustadz Zul yang penuh harapan.


"Apa kabar dengan safinah,,,"lirih ustadz Zul stress.Di kursi santainya di depan kamar,dengan hanya memakai kaos oblong dan sarung wadimor,beliau mengisap rokok untuk menenangkan sedikit rasa stres karena cintanya Safinah.


"Aku telfon saja Safinah,,"gumamnya sambil mencari kontak yang bertuliskan bidadari ku.


"Tutt tuttttttt,,,,"suara nada di ponsel ustadz menandakan belum ada respon apa-apa di ujung sana.


Sedangkan Safinah,lagi asyiknya menonton kartun harus bangkit mengambil ponselnya yang berdering.


"Ceklek,,"suara pintu kamar safinah,.


"Dimana ponselku..."Safinah mencari-cari sumber suara yang terdengar seperti terhimpit sesuatu.


"Masyaallahhh,,ternyata disini.."Safinah menemukannya saat mengangkat bantal,dan benar saja ponsel jadulnya itu tertimbun dengan tumpukan bantal tidurnya Safinah.Safinah berjalan keluar sambil melihat siapa yang menelepon.


"Ustadz Zulll,,!!?"ucap safinah panik,dengan mata terbelalak.Seketika itu panas dingin menjalar ke seluruh tubuhnya.Apa kabar dengan jantungnya,yang sudah pasti berdetak tak karuan.

__ADS_1


"Aku takuttt,gimana iniii.."ucap safinah dengan susah payah menelan salivanya.Safinah melangkahkan kakinya kembali ke ranjang,lama ditatapnya layar ponsel yang masih menyala,dan suara dering yang terus menerus bersorak agar di angkat oleh pemiliknya.


"Ya Allahhh,,,"sebelum mengangkatnya Safinah memejamkan kedua matanya dan menarik nafas panjangnya.


"Bip"bunyi tombol yang ditekan Safinah.


Di sana,begitu melihat layar ponsel Androidnya berubah menjadi tulisan 00.01,ustadz Zul senang bukan kepayang.


Dengan semangat beliau memberi salam.


"Assalamualaikum,,Safinah."ustadz Zul memberi salam.


"Waalaikum salam,"


"Ya ilahiiiiii..."ustadz Zul membatin ketika mendengar suara safinah cukup indah dan halus.Padahal,Safinah mati-matian menahan gemuruh di dadanya saat menjawab salam sang ustadz,jauh berbeda dengan ustadz Zul yang tanpa beban apapun saat berbicara.


"Apa kabar Safinah?"tanya ustadz Zul berbasa-basi.


"Alhamdulillah ustadzz,,,"jawab Safinah singkat.


"Ehemmm,,Safinah bagaimana dengan jawabannya,,?"tanya ustadz Zul penuh kelembutan.


"Safinah,,ustadz mengajakmu ta'aruf,bukan pacaran.Biarkan ustadz lebih mengenal dirimu."bujuk ustadz zul.


Di ujung sana,Safinah memutar fikirannya untuk memberi jawaban agar ustadz Zul tak lagi mendekatinya.Namun,sepertinya semesta tidak mendukungnya.Logika Safinah benar-benar rapuh mendengar suara lirih ustadz Zul ketika melanjutkan perkataannya.


"Safinah,ustadz sudah lebih dulu mengenalmu lewat ustadz yusuf,bahkan ustadz selalu membatin kepada Allah,jika Safinah terlalu indah untukku miliki,tolong hatiku untuk melupakannya,bila engkau mengizinkan Safinah untukku,maka berilah jalannya ya Allahhh.Ustadz sedikitpun tidak berbohong Safinah,ustadz jujur dan sangat serius."ucap ustadz zul menjelaskan pada safinah.


Safinah terdiam tak mampu menjawab apa-apa.


"Safinah,,"panggil ustadz Zul di ujung sana.


"Eumm,iyaa ustadzz.."jawab Safinah sedikit terbata.


"Bagaimana,?apa kamu mau,?"tanya ustadz Zul entah keberapa kali.


Tak juga ada jawaban dari Safinah,dan akhirnya ustadz Zul mengambil kesimpulan dengan keberaniannya,dan berkata.

__ADS_1


"Assukutu alarridha,,,diammu menunjukkan setuju Safinah.."kata ustadz Zul pada Safinah yang terdiam di seberang sana.Niat hati ustadz zul mengatakan demikian,bila Safinah tidak mau maka dia akan menolaknya langsung.Tetapi,beberapa detik ustadz Zul menunggu,tak juga ada jawaban di seberang sana.


"Apa sudah dimatiin,,?"ustadz Zul mengecek ponselnya.


"Nggak kok,,"


"Safinah,,!?"panggil ustadz Zul.


"Iii..iyaaaa eumm ee ustadzzzz."ustadz Zul bisa mendengar jelas jika suara safinah terbata-bata dan gugup.


"Ustadz akan sering mengirimmu pesan mulai sekarang,boleh kann,!?"tanya ustadz Zul meyakinkan Safinah.


"Eumm,,iii,,iyaa boleh.."jawab Safinah sambil memejamkan kedua matanya.Air matanya mengalir di kedua pipinya.Tangan kiri Safinah meremas kasur yang didudukinya untuk menyalurkan rasa gelisah dan tidak berdayanya.Safinah mendengar suara ustadz Zul yang masih belum mau mengakhiri panggilannya.Ingin sekali safinah mengatakan,"ustadz,sudah dulu yaa,,",namun mulutnya benar-benar terkunci rapat.


"Alllaahhhuu akbarrr allahhhhhhhhu akbarrrr...."suara adzan dhuhur berkumandang,terdengar jelas di rumah Safinah,dan pastinya juga terdengar ke seberang sana.Safinah kaget,melihat jam menunjukkan pukul dua belas lewat tiga Puluh lima.Bagaimana bisa secepat itu waktu berputar?,,selama inikah ustadz Zul menelponnya dari tadi?,,


"Hufttt,,"tanpa sadar Safinah membuang nafas kasarnya yang sampai ke telinga ustadz Zul.


"Ada apa Safinah,,?"


"Eummm,ustadzz,,sudah azan dhuhur."kata Safinah penuh makna.


"Ohhh iya iyaaa,,ustadz paham Safinah.Jangan lupa ya,nanti ustadz SMS lagi."kata ustadz Zul mengingatkan.


"Iya ustadz,,"jawab Safinah singkat.


"Assalamualaikum Safinah,"


Waalaikum salam.."


"Bip,"Safinah langsung mematikan teleponnya.


"Ya Allahhh,,apa yang terjadi dengankuuuu.."jerit Safinah meremas kepalanya sebelum melempar ponsel kecil itu ke sembarang arah di atas kasur.


"Aku tidak mengerti apa yang baru saja terjadi,, hufttt"gumam Safinah merebahkan tubuhnya.


"Ibuuu,,bagaimana anakmu iniii.?"

__ADS_1


"Heummm,,sepertinya aku sudah tertarik dengan ustadz Zul.Hatiiii,,kenapa kmu seperti iniii.Kamu kenapa heummm.?"tanya safinah pada hatinya.Andai saja hati bisa menjawab seperti manusia biasa,dia akan berkata.


"Safinah,kamu telah jatuh cinta dengan cara ustadz Zul memperlakukanmu.Kamu sudah jatuh dalam keseriusan ustadzmu itu.Semoga saja semua akan berjalan lancar bila itu karena tuhanmu Safinah."


__ADS_2