
Sambil menahan perih di ujung kakinya,kia akhirnya sampai kedepan kamarnya.Baru saja kia ingin memutar gagang pintu,namun pintu kamarnya sudah terbuka duluan dari dalam.
"ceklek,,"suara pintu terbuka.
"Kia??"ujar Safinah sedikit terkejut.Safinah memindai penampilan kia yang sedikit berantakan dan berpeluh.Rok hitam yang dikenakannya sudah kotor karena tadi terjatuh.
"Finn,,udah mau wudhuk ya?"tanya kia lesu.
"Heu eum,,"jawab fina menganggukkan kepalanya.
"Kamu jadi ketemu sama ustadz Zul tadi?,,kok kamu kusut gitu sih kia,,?"tanya Safinah lagi dengan wajah bingung.
Kia tidak menjawab apa-apa,dia hanya diam memasang ekspresi cemberutnya.
"Kia udah pulang ya?"suara Nita bertanya dari dalam kamar,dan hendak keluar.
"Iya taa,, pulang-pulang wajahnya cemberut gini.."jawab Safinah.
"Ya udah,,masuk gihh,,aku sama Nita mau wudhuk,,kamu istirahat aja sebentar,masih ada waktu dua puluh menit lagi."kata Safinah pada kia.Bukannya masuk,kia malah berdiri tanpa suara dan menatap Safinah dengan seksama..Safinah mengerutkan kedua keningnya,dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Nita yang juga heran dengan tingkah kia.Dan tanpa aba-aba kia langsung menerobos masuk ke dalam kamarnya.
"Udah Fin,,wudhuk yukkk..Palingan dia capek tuhh."ujar nita.Keduanya pun melangkah ke kamar mandi untuk mengambil wudhuk.
***
__ADS_1
"Ceklek"suara pintu terbuka membuat kia terbangun dari tidurnya yang hanya beberapa menit.
"Ya ampun kiaaa,,kamu ketiduran?,,kamu nggak ikut jamaah?nanti kena sangsi sama ustadzah Rini loh,,ihh serem.."ucap Nita bergidik ngeri membayangkan raut wajah ustadzah Rini tatkala marah.
"Eumm,,mm,,udah azan belum,?"tanya kia dengan suara kurang jelas seperti orang mengingau.
"Sepuluh menit lagi,Kii"jawab Safinah sambil memakai mukenanya.
"Astaghfirullah..ya Allahhh,,aku bisa telat nihh..tungguin aku dong.!Aku wudhuk dulu ya."ucap kia kaget,dan buru-buru bangkit dari rebahannya.
"Ya Allahhh,,kokk,kepalaku.."kia mengaduh pusing sambil memegang kepala dengan kedua tangannya.Seolah kamarnya berputar-putar seperti terbang ke kahyangan.
"Hati-hati kiaa,,"ucap safinah lembut.Nita hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"finn,, taa,,tungguin yaa,nggak lama kok,yaa!"rengek kia.
"Bamm,,"kia menutup pintu dengan tergesa-gesa,dan menimbulkan suara nyaring yang membuat Safinah dan Nita mengeluskan dadanya.
"Lihat deh finn,,kawanmu ituu.."ucap Nita.
"Bestimu juga kan itu,,"balas Safinah dengan senyum simpul.Nita mencubit gemas lengan Safinah mendengar jawaban seperti itu.
"Finn,,kia belum cerita yaa,bagaimana pertemuannya dengan ustadz Zul tadi."ucap Nita sambil menyusul Safinah duduk di atas ranjang kayu mereka.
__ADS_1
"Entar juga diceritainn,,kayak nggak kenal kia ajaa.."ucap safinah terkekeh.Nita yang mendengarnya juga ikut tertawa kecil.
"Kia ituu nyebelin banget kan finaa,,tapi dia juga yang bisa bikin kita tertawa,bahkan sehariii aja dia nggak ngomong,kayak sepi gimanaaa gituuu."ucap kia mengungkapkan perasaan jengkel,dan rasa sayangnya kepada seorang sahabat.
"Iya taa,,kia emang bestt."jawab singkat Safinah.
"Finn..."suara nita merengek.
"Kamu kok iya iya ajaa sih dari tadi,,anda terlalu cuek nonaa,plis dehh,,biasa ajaa,jangan kaku-kaku gitu."keluh nita.
"Emang aku cuek,?"tanya Safinah tak menyadari bahwa dirinya cuek.
"Bangetttt malah"jawab Nita memutar kedua bola matanya malas.
"Hhhhee,,, perasaan biasa ajaaa.."jawab Safinah juga dengan nada cuek.
"Itu perasaanmu,,kalau perasaan orang lain kamu itu cuekkk,,titik."jawab Nita menekankan.Safinah malah tertawa terbahak-bahak,sambil menutup mulut dengan kain mukenahnya membentuk seperti cadar.
"Dibilanginnn ketawa lagiii,,"ucap Nita menarik kain mukenah dari tangan Safinah.
"Ceklek,, Assalamualaikum......"suara nyaring kia memberi salam.
"Hhhehe,nggak lama kan?"ucap kia pada kedua sahabatnya.Kemudian kia buru-buru mengambil mukenah dan memakainya.
__ADS_1
Safinah dan nita pun bangkit mengambil sajadah melihat kia yang sudah sempurna siap.Tanpa berbincang lagi tiga sahabat ini menuju musholla untuk menunaikan shalat zhuhur berjamaah seperti biasanya.
Mungkin,setelah shalat Zuhur nanti kia akan menceritakan pertemuannya dengan ustadz Zul.Dan akan bertanya hal serius pada Safinah seperti yang dititahkan oleh sang ustadz.