
Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan oleh ustadz Zul.Selama dua Minggu ini ustadz Zul tak lagi menanyakan tentang Safinah pada kia.Niatnya menunggu safinah pulang ke kampungnya,untuk bisa menanyakan langsung pada Safinah melalui telepon genggamnya.
Hari ini,juga hari yang membahagiakan bagi semua santri dan santriwati menyambut libur akhir tahun selama satu pekan.
Selama dua Minggu ini pula,Safinah tak lagi mengingat ustadz Zul.Karena rasa hati sudah mereda,dan ustadz Zul juga tidak menunjukkan ekspresi yang berbeda ketika berhadapan di kelasnya.
"Taa,,nanti kita video call sekali-kali yaa.!"ujar kia pada Nita.
"Heu eumm,,,"jawab Nita bergumam.
"Kok aku nggak di ajak,,?katanya sahabat,,?!"ucap safinah mengeringkan matanya.
"Hhhh,,,beli handphone duluu nenggggg,,!"ucap kia sambil tertawa.
"Iya nihh,,Safinah...Kamu beli handphone dongg,,!Biar nggak ketinggalan jaman..!Hari gini masih pakek handphone jadullll...Ya ampunnn finnnnnn..!"tambah Nita sambil menggelengkan kepalanya.
"Hhhh,,biarin ajaaa."jawab Safinah cuek,dan ikut tertawa bersama kia.
Itulah Safinah,sangat sederhana.Dia gadis polos dan tidak ingin mengenal dunia Maya yang akan membuatnya lupa diri.Safinah terlalu lugu menilai kehidupan di era modern sekarang.Mungkin saja,bila Safinah tau dengan perkembangan yang dihadapinya sekarang,,semua akan berubah dituntut oleh kondisi dan situasi.
"Pemberitahuan,,!!!!Semua santri pondok Al hidayah..Bus sudah berada di tempat,,dan akan berangkat dua puluh menit dari sekarang.!!"terdengar suara petugas pemberangkatan santri yang mudik di kantor pos penjagaan.Setiap libur panjang,,santri akan diantar ke kampungnya dengan bus yang disiapkan khusus oleh kiai Rahman.
Di sana,terlihat kiai Rahman yang selalu siap siaga mengawasi keamanan dan kenyamanan anak didiknya.
"Udah waktunya berangkat,,yukk cepetannn..!"seru kia dengan semangat.Ketiganya membawa tas tejek yang berukuran besar seperti ibu-ibu yang mau mudik di stasiun KA.
Semua santri berdesakan menaiki bus,karena rasa tak sabar mereka.Safinah dan Nita untung saja sempat menaiki bus saat keadaan sempat kosong.
Kia yang tertinggal di belakang,,berdesakan dan hampir saja terjatuh bila tidak berpegangan di gagang pintu bus.
Dua puluh menit kemudian,seluruh santri sudah siap untuk berangkat dan melaju untuk mengantar setiap santriwati.
***
"Assalamualaikum semuanya..!!"ucap kia pada teman-temannya ketika hendak turun dari bus.
"Tap,,"suara kaki Safinah turun dari bus.Safinah melambaikan tangannya kepada kia dan Nita serta temannya yang lain.
__ADS_1
"Heummmm,, Alhamdulillah....akhirnyaa aku pulang juga ke kampung ketemu sama ibu."ucap safinah menghela nafas bahagianya.
Dengan balutan baju gamis berwarna putih,kerudung kuning senada dengan cadarnya,Safinah membelah jalanan lewat kebun teh yang berada sekitar delapan meter dari rumahnya.Dengan memakai tas ransel,dan satu tas tejek besarnya,,Safinah terlihat kesulitan saat membawanya.
"Ehhh nengg,,anaknya ibu Diana ya?"tanya seorang ibu-ibu tiba-tiba dibalik semak pohon teh.
"Iya Bu,,"jawab Safinah dengan senyuman,walaupun hanya matanya yang terlihat menyipit.
"Udah pulang mondok ya neng,,?"tanya ibu itu lagi.
"Iya Bu,,libur akhir pekan.."jawab Safinah lembut.
"Mau ibu bantuin neng?,, kelihatannya neng kesusahan bawa tasnya,"
"Tidak usah Bu, terimakasih..nggak jauh lagi kok Bu."jawab Safinah tak enak hati.
"Bener neng?,, nggak mau dibantuin?"tambah ibu itu lagi memastikan.
"Benar Bu,,nggak apa-apa."
"Saya jalan dulu ya Bu,,"pamit safinah pada ibu ibu di sana.
"Assalamualaikum.....!!"
"Tok,,tok,,tokk"Safinah mengetuk pintu rumahnya.Rumah sederhana peninggalan sang ayah,tanpa renovasi sedikitpun masih kokoh sampai saat ini,walau kelihatannya sangat memprihatinkan.
Safinah melihat ke sekelilingnya,,
"Apa ibu tidak ada di rumah yaa,?"gumam Safinah.Keringat mulai bercucuran di dahinya karena cuaca sangat panas.Dan tak lama kemudian,terdengar suara pintu terbuka.
"Ceklek,,"
"Assalamualaikum ibuu,,!!"seru Safinah menyalami ibunya,,dan langsung berhambur memeluk ibunya.
"Nakk,,safinahh??,,ini kamu?"tanya ibu Diana kaget dengan kedatangan anak bungsunya.
"Iya buuu,,ini Safinah.."jawab Safinah lirih dalam pelukan ibunya.
__ADS_1
"Ya Allahhh finaaa,,kenapa nggak kabarin ibu dulu,kalau kamu pulang hari inii..?"tanya ibunya sambil mengelus manja punggung Safinah.
Safinah kemudian melepaskan pelukannya.
"Supriseeee.... hhhhhee.."jawab Safinah dengan wajah berbinar bahagia.
"Nggak usah supriisee segala nak,,,kalau kamu kasih tau ibu dulu,ibu masakin kamu makanan yang enak.Ini malah nggak ngabarim apa-apa,ibu cuma masak sayur bening sama ikan goreng aja."omel ibu diana pada putri bungsunya.
"Buu,,,taukah ibu ini yang membuat Safinah nggak mau ngabarin ibu.Safinah sayang sama ibu yang kerepotan harus nyiapin ini dan ituuuu."jawab Safinah manja.
"Kapan ibu repot sama anak-anak ibu."
"Ya udah yuk masuk,,sini ibu bantuin bawa tasnya."
"Makan dulu nak,,pasti belum makan kan?."
Safinah hanya mengangguk karena sedang melepaskan cadar yang menutupi wajahnya.
"Huftttt,,"Safinah membuang nafas lelahnya.
Dia bersandar di bangku kayu yang sudah tua di ruang tamu rumahnya,menikmati tiupan kipas angin Miyako yang tidak bisa lagi berputar-putar.Mungkin,jika kita menjadi Safinah akan mengeluh dengan keadaan.Namun ini Safinah,mutiara dalam cangkangnya.Tak pernah mengeluh,dan tak pernah bersedih hati dengan kondisi seperti ini.Ibu Diana sangat bersyukur memiliki kedua putri yang sabar serta bersyukur.Sehingga,kehilangan sosok suaminya tidak terlalu membuatnya terpukul di saat beliau membesarkan kedua putri cantiknya.
"Iyaa,,ini Safinah baru aja sampai.."Safinah menoleh saat mendengar ibunya berbicara dengan seseorang di seberang telepon jadulnya.
"Yaa ibu nggak tau,Safinah pulang.Katanya nggak mau ngerepotin ibu."kata Bu Diana lagi dan menoleh melihat ke arah Safinah yang sedang memperhatikannya.
"Siapa Buu,?"tanya Safinah tidak bersuara.
"Ini kakakmu,,"jawab ibunya.
"Kakkkk,,adekmu sudah pulang!!!,,"teriak Safinah agar terdengar ke seberang telepon.
"Terus kenapa,?"canda kakaknya Safinah.Kini safinah bisa mendengar langsung suara kakak satu-satunya,karena Bu Diana duduk di samping Safinah dan membesarkan suara teleponnya.
"Kakkkk,,emang kakak nggak kangen sama safinahhh?"rengek Safinah.
"Hhhhhhhhhha.."terdengar suara tawa di ujung sana.
__ADS_1
"Iyaa,, insyaallah kakak pulang kalau nggak ada pekerjaan abangmu dek."jawab kakaknya Safinah.
"Gitu dongggggg,,"ucap safinah senang.Bu Diana menggelengkan kepala melihat komunikasi kedua anak perempuannya yang sangat baik.Senyuman terukir di wajahnya yang mulai sedikit mengerut di bagian matanya.