Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Gass polll


__ADS_3

"Hufttttttttt"ustadz Zul membuang nafas leganya saat melajukan motornya meninggalkan pekarangan rumah di gang pesantren tahfidh.Hampir saja rencana mencari rumahnya Safinah hari ini gagal karena sempat ditahan oleh bundanya Aisya.


Ustadz Zul mengendarai motornya pelan sambil menikmati udara sejuk tatkala memasuki sebuah kampung yang diyakini tempat tinggalnya Safinah.


"Pasti ini kampung yang dimaksud oleh askia,,banyak kebun teh."gumam ustad Zul sambil memperhatikan jejeran kebun teh di samping kiri dan kanan jalan yang sedang dilaluinya.


"Kebun teh,rumah dekat kebun teh,,,eumm kok nggak ada yaa..?"tanyanya sendiri.


Ustadz Zul menghentikan motornya,melihat sekeliling hanya ada beberapa buruh yang sedang bekerja di sana.


"Apa aku salah alamat?,,tapi cuma ini yang ada kebun teh."


"Telpon askia nggak ya?,,eummm"ustadz Zul mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dagu, karena berfikir.


"Sama aja,,,dia aja nggak pernah ke rumah Safinah.."hati kecil ustadz Zul mengatakan mungkin rumah Safinah di ujung sana,dan tanpa berfikir lagi ustadz Zul kembali melajukan keretanya ke depan.


"Lhoo,,kok nggak ada jalan lagiii?,,ini kampung apaan sihh..norak bangettt!!"gerutu ustadz Zul yang mulai kewalahan.


"Heummm,,ohhh cintaaa kamu berhasil membuatku gila hari iniii.."ucap ustadz Zul dengan wajah konyolnya.Mungkin,bila ada muridnya tau bagaimana asli kekonyolan sang ustadz,mereka tak akan segan-segan menertawakan beliau.Tapi Karena aura ketegasannya lebih kuat,tak ada siapapun yang berani berbicara konyol dengan ustadz Zul.


Ustadz Zul kembali memutarkan motornya.


"Aku harus bertanya pada seseorang.."gumamnya.


Setelah melajukan motornya sedikit,ustadz Zul mematikan motornya di pinggir jalan.Diperhatikannya beberapa buruh dengan seksama.


"Ehhhh,,buruh di sini ada yang pakai cadar juga rupanya."ucao ustadz Zul tatkala melihat seseorang dari kejauhan yang menutupi wajahnya.


Saat ustadz Zul sedang memperhatikan mereka,suara dari belakang membuat sang ustadz kaget.


"Pak ustadz ngapain kesini,,?"tanya seorang ibu,yang menggendong sebuah bakul yang berisi daun teh yang masih muda.


"Astaghfirullah,,,"ucap ustadz Zul kaget.


Wanita paruh baya itu tersenyum melihat gelagat sang ustadz.


"Maaf ustadz,, Ngagetinnn.Ngomong-ngomong ustadzz mau kemana,?,,dari tadi ibu lihat ustadz seperti orang kesasar."kata ibu itu tanpa menyaring kata-katanya.


"Ya Allahhh ya Robb,,ini orang tua kok jujur banget ucapannya."bisik hati ustad zul sebelum menjawab.


"Ehmm,ini Bu..Saya eummm...."ustadz Zul menjeda sesaat.


"Kalau aku bilang cari alamat rumahnya Safinah gimana ya?,, aduhhhhh.."jerit hatinya.

__ADS_1


"Eumm ini Bu,,,,saya eumm lagi lihat pekarangan kebun teh,,lingkungan di sini asri ya Buu,,"ucap ustadz Zul asal-asalan.


"Ohh iyalahh pak ustadzz....ini kan memang kampung paling asri di sini.Kalau boleh tau,ustadz dari kampung mana?"tanya si ibu penasaran.


"Saya dari pondok Al hidayah,pondoknya kiai Rahman di kampung sebelah Bu."


"Ooooohhhh"ibu itu terlihat manggut-manggut mendengar jawaban sang ustadz.


"Jadi ustadz dari sana?,,,"


"Iya Buu.."


"Anak gadis teman saya juga mondok di sana pak ustadz..Ustadz kenal?"tanya ibu itu sok akrab.


"Eummm siapa ya Buu?"


"Ayolah safinahh,,ini pasti Safinah.."gumam ustadz Zul dalam hati,berharap yang dimaksud sang ibu itu adalah safinahnya.


"Namanya Nana...Dia cantik bangett pak ustadzzzz,,ustadz kenal?"


"Heummmm,,tidak Bu"jawab ustadz Zul menghela nafas lesunya.Karena harapan tak sesuai dengan realita yang sedang terjadi.


"Oalahhhh pak ustadzzz,,saya kira ustadz kenalll,,soalnya dia itu sangat cantik pak ustadz,,sama kayak pak ustadz yang tampan."kata sang ibu membuat ustadz Zul tertawa konyol.


"Bu Ani,,,dipanggil tuhh sama Bu Dian!!"ibu itu menoleh ke sumber suara dibelakangnya.


"Ohh,,iya iyaa,,saya sekarang kesana."jawab ibu Ani.


"Saya permisi dulu pak ustadz,ada yang manggil."ucap Bu ani.


"Iya bu,silahkan!"jawab ustadz Zul mempersilahkan.


"Dasar Bu Ani,,,ini anii,,ini ibu aniii..hhhhh"tertawa kecil ustadz Zul setelah ibu Ani berlalu di hadapannya.


***


"Nengg,,jangan dipaksain kalau udah capekk!,"kata Bu Nina kasihan melihat Safinah yang belum istirahat dari tadi.


"Bentar lagi juga pulang kan Bu..Nggak apa-apa sedikit lagi."ucap safinah sambil menyeka keringat di dahinya.


"Kenapa nggak dibuka aja cadarnya neng,kan nggak ada orang lain disini."


"Entar juga dibuka Buu."safinahhh selalu menjawab seperti itu untuk menghindari perkataan orang-orang tentang perempuan bercadar tidak bisa kerja,karena cadarnya.

__ADS_1


Safinah dan ibunya sore itu pergi ke kebun teh milik Bu Ani tentangga dekatnya.Karena Safinah sendiri di rumah,Bu Diana mengajaknya untuk memetik teh sambil jalan-jalan sore.Walaupun sedang bekerja,Safinah tetap istiqamah memakai cadarnya.Biar persepsi buruk tentang seorang bercadar itu hilang dikalangan masyarakat.


"Fina,,!!"panggil ibunya.


"Iya buuu,,!"jawabnya sambil menoleh ke samping kanan.


"Pulang yuk,,!,,udah mau jam enam.."


"Iya Bu,,"akhirnya Safinah berjalan mendekat ke arah ibunya,dan menyerahkan daun teh yang telah dipetiknya.


"Bu Dian,,saya udah dari tadi Suruh Safinah istirahat,,dianya nggak mau..Saya yang lihatnya aja gerah melihat Safinah memakai cadarnya."kata Bu Nina pada ibunya Safinah.


"Ibunya aja yang gerah,,"jawab Bu Dian dengan senyum.


Karena tak ingin berlama-lama lagi Bu Dian mengajak Safinah pulang bersama Bu Ani.Mereka berjalan kaki melewati jalan setapak di celah-celah kebun teh,menuju jalanan.Dan kemudian,di penghujung jalan mereka kembali menyusuri kebun teh di sebelah kiri,dan butuh sekitar delapan meter dari sana menuju rumah mereka masing-masing yang terletak tepat di belakang pepohonan besar yang masih dikelilingi kebun teh.


"Finaa,,tadi ada seorang ustadz lewat ke sini.Katanya ustadzz itu dari pondok Al hidayah,pondoknya kiai Rahman."kata Bu Ani di perjalanan.


"Siapa Bu,,?"tanya Safinah menoleh ke kiri.


"Astaghfirullahhhhhh,,,ibu lupa nanyainnn finaaa!!,,padahal itu ustadz cakep banget finnnn.!!"ucap Bu Ani histeris sendiri.


"Dasarr,,!,,inget umur lho anii..!"ucap ibu Safinah sambil terkekeh,dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hhhhe,,nggak Buu,,itu ustadz emang tampangnya nggak ada duanya Buu diannn,,Nanaaaa..!"


"Tapi ustadz itu nggak kenal sama kamu finn!!"ucap Bu Ani seperti orang kecewa.


"Ehhh kok aku,,emang Bu Ani kasih tau aku sama pak ustadz itu?"


"Iyaa,,hhhhe"jawab Bu Ani cengengesan.Beliau memang sedikit ceplas-ceplos,dan apa adanya,kata-katanya suka benar tanpa disaring.


"Aduhh buuuu,,,ustadz itu nggak kenal kan?"tanya Safinah khawatir,dan merengek tak suka.


"Iya Na,,padahal kalau pak ustadz itu kenal sama kamuu,,pas bangetttt,,,bisa ibu jodohin kalian berdua.!!"ucap Bu Ani entah serius atau hanya candaan.


"Hhhhh,,apaan sih Bu anii,,"jawab Safinah tak menghiraukan.


"Nggak usah mikirin jodoh dulu nak,,Allah sudah mengatur skenario kehidupanmu.."kata ibu Safinah tiba-tiba.


"Heu eumm.."jawab Safinah berdehem."


"Duhhhh,,Bu Dian serius amatttttt..,biar nggak tegang aja Buu,,masak kita diaman sampe rumah.."kilah Bu ani.

__ADS_1


Bu Dian dan Safinah hanya menampilkan senyumannya,tanpa berniat menjawab apapun.


__ADS_2