Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Kia dan ustadz zul


__ADS_3

Keesokan harinya,tepat jam tujuh kurang sepuluh menit.Ustadz Zul seperti biasanya menjalani rutinitas sebagai seorang ustadz.Ustadz Zul berjalan menyusuri jalan setapak yang dipenuhi dengan tanaman hijau yang asri,menuju kelas santriwati.


Hari ini,mungkin perasaan ustadz Zul sedikit berbeda. Karena jantung ustadz Zul berpacu lebih kencang dua kali lipat dari hari-hari sebelumnya.Langkah ustadz Zul terasa berat karena beban cintanya yang terlalu besar untuk seorang Safinah,yang belum tentu memiliki perasaan yang sama kepadanya.Namun,karena jiwanya yang semangat untuk melancarkan ide yang berhasil difikirkan kemarin,membuat raganya seolah kuat dan tak sabar untuk mengajar di kelas pujaan hatinya.Dan hanya lima menit berjalan kaki,akhirnya ustadz zul sampai juga di depan kelas empat.


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.."ucap salam ustadz Zul seperti biasa.


"Waalaikum salam warahmatullahi wa barakatuh....."jawab semuanya serentak.


Sebelum ustadz Zul menduduki bangku,dia melirik ke arah kia yang terlihat celingak celinguk ke kolom mejanya,entah apa yang sedang dicari.


"Ohh,,askia hadir hari ini,ideku harus berjalan."bisik ustadz Zul dalam hatinya.


"Hari ini kita akan belajar kitab kawakibudduriyyah,,jadii ustadz harapkan agar menyimaknya dengan seksama agar dapat dipahami dengan baik.."kata ustadz Zul sebelum memulai pengajiannya.


***


Pengajian telah berlangsung selama hampir dua jam.Suasana di kelas sangat gerah,karena matahari diluar sangat terik memancarkan sinarnya.Ditambah lagi pengkajian kitab nahwu tadi sukses menguras fikiran mereka.Apalagi ustadz Zul,butuh ekstra sabar untuk menjelaskan kepada murid-muridnya untuk memberi pemahaman yang sempurna kepada mereka semua.


Tetapi,ada yang lebih gerah dari itu.Hati yang sedang jatuh cinta,lebih panas dirasakan oleh ustadz Zul dari rasa gerah yang dirasakan oleh penghuni kelas empat itu.


Jarum jam menunjukkan lima belas menit lagi pengajian akan berakhir.Ustadz Zul memanfaatkan waktu terakhir ini untuk menugaskan para muridnya mengerjakan soal latihan.Alih-alih untuk pembelajaran muridnya.Padahal,ustadz Zul punya maksud terselubung dibalik itu.


"Tek,,Tek,,Tek,,"hanya terdengar suara jarum jam yang berputar.


Sepuluh menit sudah berjalan,,lima menittt,sisa empat menit,,dan kemudian sisa tiga menit,dannn..


"Ehemmm,,"deheman ustadz Zul hampir saja membuat mereka terkejut.


"Afwann,,ada yang sudah siap tugasnya?"tanya ustadz Zul.


"Afwann ustadz,,,baru hampir siap ustadz.."jawab kia nyaring dan mengangkat tangan kanannya.

__ADS_1


"Tretttttt,,tretttttttt"bunyi bel pertanda pengajian berakhir,,sangat pas dengan jarum jam yang menunjukkan pukul sebelas siang.


Kia menatap ustadz Zul dengan memelas agar diberi waktu sedikit lagi untuk menyelesaikan tugasnya.Padahal,tak hanya kia yang belum selesai.Yang lainnya pun sama,termasuk Safinah murid yang paling pintar di kelas itu.Waktu yang hanya lima belas menit tidak cukup untuk mereka menyelesaikan soal nahwu yang jumlahnya sepuluh soal,dan lumayan sulit untuk dijawab.


"Baiklah,karena bel sudah berbunyi.Askia,,bila semuanya sudah siap,nanti tolong dikumpulkan ke ruangan guru ya.Saya tunggu anti di kursi tunggu di sana."titah ustadz Zul yang langsung dijawab oleh kia.


"Baik ustadz,,"jawabnya sembari menganggukkan kepalanya.


Begitu ustadz Zul keluar dari kelas,kia bergantian menatap Safinah dan Nita dengan mata heran yang sedikit membulat serta wajah lugu tanpa diiringi senyuman.Safinah mengedikkan bahunya,dan melanjutkan mengisi jawaban di buku tulisnya.Nita yang melihatnya,juga mengikuti Safinah dengan mengedikkan bahu.


Kia tertawa cengengesan melihat reaksi kedua sahabatnya.Sambil mengisi tugasnya,kia mengajak kawannya untuk berbicara.


"Kok tumben yaa,ustadz Zul begitu?"ujarnya,,namun tak ada jawaban dari seorangpun.


"Biasanya kan,dijadikan pr aja sama ustadz zul,kokk...."kia meneruskan ucapannya,dan tiba-tiba ada yang memotongnya.


"Kia,sini aku aja yang bawa sama ustadz Zul."kia menoleh ke samping kanannya melihat Syifa berdiri di sana,dan menawarkan diri untuk menggantikan kia mengumpulkan tugas mereka.


"Iya,baru aja siap."jawab kia sedikit ketus,karena kurang menyukai Syifa karena mulutnya seperti ember pecah.


"Sini kumpulin,tinggal kalian bertiga aja nih yang belum."kata Syifa lagi.


"Tapi kan,ustadz Zul minta aku yang nganterin Syifa."ucap kia.


"Nggak apa-apa,kan sama aja tuhh.Yang penting tugas kita terkumpul."kilah Syifa memberi alasan agar mempunyai kesempatan bertemu ustadz Zul sendiri.


Kia menatap ke arah Nita,memberi isyarat dengan mengangkat kepalanya untuk meminta pendapat.Nitapun membalas dengan isyarah kepala,dengan memajukan sedikit wajahnya agar memberi kepada Syifa saja untuk menghindari keributan.


Akhirnya,mereka bertiga mengumpulkan tugasnya di atas tumpukan buku yang dipegang oleh Syifa.


"Semoga nggak ada masalah aja tuh,"ujar Safinah tiba-tiba.

__ADS_1


"Fin,kok kamu gitu sih..Dari tadi diemm aja,sekali ngomongnya bikin deg-degan aja ahh,"ucap kia dengan kening berkerut.


"Kenapa emang Fin,,"tanya Nita serius.


"Nggak ada apa-apa sihh,cumaa kan ustadz Zul nyuruh ke kamu kia,,yang ngantar malah Syifa."jawab Safinah.


"Tapi itu kan hal biasa finn,"ucap Nita lagi.


"Iya,,ini hal biasa.Tapi,bila berakibat jadi luar biasa.Kita sebagai murid kan,nggak boleh menyepelekan perintah guruu,iya kan?"ujar Safinah sangat benar.


"Ya Allahhh,kok aku lupa ya finn,,gimana dongg?,,gimana kia?,,"ucap Nita khawatir.


Kia tidak menjawab apa-apa lagi,wajahnya terlihat khawatir.Takutnya ustadz Zul marah,dan berfikir kia tidak mau menurut dengan titah sang ustadz.


"Ya udah,keluar yuk,!,,kita kembali ke kamar,gerah banget inii."ucap safinah.


"Iyaa,,"jawab Nita mengiyakan dan memasukkan kitabnya ke dalam tas.


"Ayo kia,,lain kali jangan gitu lagi.Anggap ini sebagai pelajaran tambahan untuk kita,yukk pulang..!"ajak Safinah pada kia yang masih duduk terdiam.


"Ayo dongg,,aku nggak tahan lagi nihh..Gerah bangett kiaaaa."keluh nita karena jengkel melihat kia tak juga beranjak dari tempat duduknya.


"Eumm,,kalian duluan aja deh.Aku mau nyusul Syifa."ucap kia menjawab.


Safinah dan Nita membulatkan matanya mendengar ucapan kia,mereka saling menatap dan kemudian Nita berkata.


"Kamu yakin,,?"tanya Nita pada kia.Kia hanya mengangguk yakin.


"Perlu ditemenin nggak?"ucap safinah menawarkan.


"Nggak usah lahhh,,,orang berani kokk.Kan ada Syifa juga nanti.Nggak jadi fitnah kan?"jawab kia dengan senyum percaya diri.

__ADS_1


Kedua sahabat kia tersenyum melihat kia yang selalu lucu di setiap keadaan.Baru saja khawatir,hanya beberapa detik wajahnya kembali ceria.


__ADS_2