Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Aisya lagi


__ADS_3

"Dek,kamu punya kenalan,?"tanya Shena pada Safinah saat melihat Safinah mengetikkan sesuatu di ponsel hitam jadulnya itu.


Safinah hanya menatap kakaknya sekilas,tanpa menjawab apa-apa.


"Kata ibu,ada ustadz yang lagi mendekati kamu ya,?"tanah Shena lagi.


"Heummm,,iya kak."jawab safinah.jawab Safinah sambil berguling ke tepi ranjang,agar lebih dekat dengan Shena,yang duduk disana.


"Eummm,,ustadz mana?"tanya Shena penasaran.


"Ustadz di pondok Al hidayah juga kak.Namanya ustadz Azizul Akhtar."jawab Safinah terus terang.


Shena terlihat manggut-manggut mendengar jawaban sang adik.


"Kamu suka,?"


"Kenapa kakak tanya gitu,,?"Safinah balas bertanya.


"Eumm nggakkk,,soalnyaaa..saran kakak kamu jangan pacaran ya dekkk,!!di samping pacaran itu haram,,kakak nggak mau kamu pacaran,,jangan membuat sebuah ikatan yang belum pasti."nasehat Shena sebagai seorang kakak untuk adiknya.


"Heummmm,,"Safinah menghela nafas panjangnya tanpa menjawab.


"Itu sih saran dari kakak dek,terserah kamu aja bagaimana pilihanmu.Kami juga nggak maksain kamu."ucap Shena lagi.


"Sayangggg,,!!"


"Tuhh udah dipanggil sama sayangmu kak,,!"ledek Safinah.


"Hheehee,,Iya sayangkuuuuu...!!"jawab Shena dari dalam kamar safinah,sengaja ingin melihat reaksi Safinah yang jengkel.


"Sabarrrr,,,nanti juga Allah kirimkan sayangmu juga dekkk,,,dahhhh kakak ke kamar dulu ya,?"ucap Shena pamit.


"Huftttt,,baru pukul sembilan."gumam Safinah sendiri.


"Bip,,"suara tombol yang dipencet oleh Safinah.


"Masyaallahhh ustadz Zulllll!!,pesannya banyak bangettt.."gumam Safinah sambil tersenyum saat membaca isi pesan kekasihnya.


"Kekasih,?Benarkah ustadz Zul adalah kekasihku,?,,tapi kan ustadz Zul ngajak aku taaruff,,?Ya Allahhhhh,, sebenarnya ini gimana ya Allahhh,,,,! apa ustadz Zul serius mengajak aku menikah?"ucap safinah berbicara sendiri layaknya orang yang bingung.


"Ya Allahhh,,berilah petunjuk engkau kepada hamba ya Allahhh.."ucap safinah lirih,sambil tetap membalas pesan ustadz Zul.


***


Matahari enggan menunjukkan cahayanya hari ini,seperti ustadz Zul yang sangat enggan untuk melihatnya,bahkan jika boleh,untuk hari ini ustadz Zul ingin terus berbaring di kasur pipihnya.Suasana mendung,dan angin yang terus-menerus bertiupan kesana kemari,membuat tubuh nyenyak berkelana dalam mimpi.Walau sebenarnya,jam telah menunjukkan pukul delapan pagi.


"Kriiingg kringgg..."bunyi ponsel ustadz Zul.


"Heummmm.."ustadz Zul mengambil ponselnya dan menelusupkan ke bawah bantal tidurnya.


"Drtttt..drtttttt..drttt"


"Aduhhhhh,,,"karena suara ponselnya terus berdering,dengan sangat terpaksa ustadz Zul harus membuka kedua matanya,dan mengambil kembali ponselnya di bawah bantal.


"Astaghfirullahhhhhh...kiai Rahman..!!"ucap ustadz Zul panik tatkala melihat nama yang tertera di ponselnya adalah kiai Rahman.

__ADS_1


"Ehmm ehhmmm...."ustadz Zul berdehem beberapa kali untuk menetralkan suaranya yang masih parau khas orang tidur.


"Assalamualaikum kiai.."sapa ustadz Zul.


"Waalaikum salam....kemana aja ustadz zull!!"tanya kiai Rahman.


"Eumm nggak kiai,,iniiii..."ustadz Zul tak tau harus menjawab apa.


"Apa saya menganggu tidurnya ustadz,,?"tanya kiai Rahman dengan kekehannya.


"Hhhhe,,,nggak kiai,cuacanya mendung makanya gini."ucap ustadz Zul beralasan.


"Anak muda jangan suka tidur pagi ustadz...!,oh iyaa,,saya mengundang ustadz Zul ke rumah,ada yang ingin saya bicarakan.Apa ustadz zul bisa hadir?"ucap kiai Rahman bertanya.


"Tentu kiai,saya akan segera ke sana."jawab ustadz Zul dengan cepat.


"Alhamdulillah,,,kalau begitu saya tunggu di rumah ya tadzz,, Assalamualaikum.."


"Waalaikum salam.."balas ustadz Zul.


"Hufttttttttt,,hampir aja...!!"ucap ustadz Zul mengusap dadanya.


"Harus buru-buru nihh,,!"dengan cepat ustadz Zul langsung bergegas ke kamar mandi.Rasa kantuknya hilang seketika saat mendengar perintah sang guru.


Beberapa menit kemudian,ustad Zul sudah siap untuk berangkat ke rumah kiai Rahman.


"Krukkkk.."suara perut ustadz Zul.


"Sabar ya,,nanti juga ke isi.."gumam ustadz Zul sambil mengelus perutnya yang keroncongan.


Setibanya di sana,ustadz Zul mematikan mesin motornya.Keningnya berkerut melihat sebuah mobil Pajero,dan sepertinya ada tamu di rumah kiai Rahman.


"Hufttttttttt.."ustadz membuang nafasnya begitu saja.


"Tap..tap.."suara langkah ustadz Zul.


"Kok sepi,,?"gumam ustadz Zul ketika sudah mendekat ke arah pintu depan.


"Bukannya ada tamu,?,,apa tamu ghaib kali yaa,?"fikirnya konyol.


"Assalamualaikum..!"ucap ustadz Zul berdiri di ambang pintu.


"Waalaikum salam..!"ustadz Zul mendengar jawaban salamnya dari beberapa perempuan dari dalam.


Ustadz Zul memilih untuk duduk di kursi tunggu disana,sambil melantunkan selawat dengan suara sangat lirih.


"Masuklah ustadzz,,!!"ustadz Zul langsung menoleh ke samping.Kening ustadz Zul mengerut melihat seorang gadis cantik,dengan balutan gamis mewah menatap ramah kepadanya.


"Eummmm,,kiai Rahman nya ada,,?"tanya ustadz Zul pada gadis cantik itu,sembari bangkit dari tempat duduknya.


"Ada,ustadz..Beliau menyuruh Anda masuk."kata perempuan itu lagi.Tanpa bertanya lagi ustadz Zul masuk mengikuti arahan gadis itu.Terlihat sebuah ambal yang tebal dan indah sudah tergelar di sana.


"Tidak seperti biasanya,,Itukan ambal buat tamu istemewanya kiai Rahman."ucap ustadz Zul dalam hati.


"Positif ajaa lahh,,,"gumam ustadz Zul sendiri tatkala melihat gadis tadi berlalu ke belakang.

__ADS_1


"Ustadzz Zul sudah datang rupanya."sapa kiai Rahman.


"Iya kiai,,"jawab ustadz Zul sembari menyalami sang kiai.


"Aisyaaa,,!!,jamuannya manaa,!?"ucap kiai Rahman dengan suara nyaring.


"Waduhhh,,Aisya,,??apa Aisya yang kemaren ituu..??"ustadz Zul mulai memutar fikirannya.


"Untuk apa dia disini.?"bisik ustadz Zul penasaran.


"Ustadz,,?"panggil kiai Rahman,melihat ustadz Zul dengan ekspresi bingung.


"Ahh iyaa,,"


"Apa ustadz masih ingat,gadis yang menerima kitab yang saya titip kemarin,?"tanya kiai Rahman.


"Tuhhh kannn,,bener aisyaa yang ituu.."bisik ustadz Zul dalam hati.


"Eumm,,saya ingat kiai."


Ustadz Zul dan kiai Rahman memperhatikan Aisya yang membawa jamuan ke hadapan mereka.


"Terimakasih Aisya,"ucap kiai Rahman.


Aisya Hanya tersenyum malu-malu,sambil melirik ke arah ustadz Zul tanpa menjawab.Sedangkan orang yang ditatap malah membuang pandangannya ke arah lain.


"Silahkan diminum ustadz,!"ucap kiai Rahman mempersilahkan.Keduanya pun menikmati teh manis hangat,dan beberapa kue kering yang lumayan membuat lambung ustadz Zul berhenti berbunyi.


"Ehmm,bagaimana ustadz Zul,apa ustadz Zul sudah punya calon istri..?"pertanyaan kiai Rahman sukses membuat ustadz Zul tersentak.


"Uhukk uhukkk,,"


"Hati-hati ustadz,,,!!"ucap kia Rahman tersenyum.


"Apa di hati ustadz Zul sudah ada yang bertahta,,?kiai Rahman mengulangi pertanyaannya dengan kata-kata penuh makna.


"Eummmm,,begini kiai..."ustadz Zul memutar fikirannya untuk memberi sebuah jawaban yang meyakinkan.


"Iyaaa,,?"


"Eumm,,saya sedang ta'aruf dengan seorang gadis kiai."jawab ustadz Zul yakin.


Kiai Rahman manggut-manggut mendengar jawaban dari ustad Zul.


"Berarti saya telat ya ustadz,,"ucap kiai Rahman.


"Maksud kiai bagaimana yaa,,?"tanya ustadz Zul tak ingin menerka.


"Begini,,saya berniat untuk menjodohkan ustadz dengan Aisya.Aisya gadis baik,sopan,berilmu,dia juga seorang hafidhah.Maaf sebelumnya ustadz Zul,kemarin itu saya sengaja menyuruh ustadz yang mengantarkan kitab ke rumah Aisya,agar kalian saling bertemu.Dan hari ini, rencananya saya mau ngenalin ustadz sama Aisya,bundaAisya juga datang.Tapii,karena ustadz Zul sudah punya calon sendiri.Berarti saya tidak melanjutkan lagi."tutur kiai Rahman.


"Safinahhh,,tolong ustadzmu iniii..!!"jerit hati ustadz Zul.Ustadz Zul menundukkan kepalanya,karena tidak tau harus menjawab apa.


Di sana,tepat saat ustadz Zul memberi jawaban telah melakukan ta'aruf dengan seorang gadis.Ada sepotong hati yang patah,karena harapannya terlalu besar pada kiai Rahman untuk memiliki ustadz Zul sebagai imamnya.


"Aisyaa,,,berarti ustadz Zul bukan jodoh kamu.Jangan sedih gini yaa."bunda Aisya menguatkan putrinya yang menahan luapan air matanya.

__ADS_1


"Sabar sayang,,jangan menaruh hati hanya pada satu laki-laki saja.Jangan sedih ya,ustadz Zul jodoh orang lain,bukan jodohmu."tutur istri kiai Rahman menyemangati Aisya.


__ADS_2