Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Dipertemukan oleh takdir


__ADS_3

"Ehh,lihat deh!"tunjuk Safinah ke arah ustadz berpeci yang dilihatnya dari jendela kaca kelasnya.


"Ustadz baru kita itu",ujar Nita lirih.


"Sepertinya iya,"tambah safinah.


Tak lama setelah Safinah memalingkan wajahnya dari arah jendela.Suara ustadz baru menggema ke ruangan kelas,memecahkan keheningan yang terjadi karena kehilangan ustadz Yusuf mereka.


"Assalamualaikum.."Sapa ustadz Zul kepada mereka semua.


"Waalaikum salam warahmatullahi wa barakatuh..",jawab mereka serentak.


"Ustadz Zul.."gumam Safinah dalam hati dengan raut wajah terkejut.Ternyata,tak hanya Safinah yang kaget dengan kedatangan ustadz Zul,tapi semua melongo ke arah ustadz.Terutama Syifa,baru saja wajahnya muram memikirkan ustadz Yusuf menikah,kini wajahnya kembali cerah,secerah matahari terbit.


"Jodoh tak akan kemana,hilang satu tumbuh seribu."gumam syifa bersuka ria,seolah dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Ustadz Azizul Akhtar taa,nggak apa-apa deh ustadz Yusuf digantikan sama ustadz Zul,kan sama-sama tampannn",ujar kia sedikit girang.

__ADS_1


"Iyaa,tampannya kelewatan.."jawab Safinah jengkel.


"Ehh,kenapa kamu Fin?"tanya kia heran.


"Kamu punya masalah sama ustadz Zul?patut dicurigai nihh",ucap kia lagi dengan memicingkan matanya.


"Nggak ada,kenal aja nggak."Jawab santai Safinah.


"Jangan-jangannnn,ustadz Zul salah satu ustadz yang kamu tolak?",teriak kia tanpa sadar.


"Aduh kiaaa,"ucap Nita menunduk.Safinah pun ikut menunduk memijit kepalanya yang tidak sakit sekedar berpura-pura.


"Kebiasaan sih kamu,,",tegur Nita.


"Maaf yaaa,,nggak sengajaa",ucap kia memelas.


Hampir saja ustadz Zul menegur mereka bertiga karena keributan tadi.Dan sangat kebetulan sekali dia membenarkan kitabnya yang hampir jatuh.

__ADS_1


"Eumm,,saya kira antum semua masih kenal dengan saya kan?"tanya ustadz Zul mengawali pembicaraan singkat.


"Iya ustadz..."jawab mereka semua.


***


Pengajian berlangsung dengan khidmat tanpa suara riuh.Ustazd zul yang memang sangat rindu dengan sang bidadari yang disimpan di hatinya selama ini,sesekali melirik Safinah yang sekian lama tidak pernah dilihatnya.Ustadz Zul menyimpan nama Safinah selama tiga tahun lamanya.Semenjak pertemuannya yang pertama kali dengan Safinah ketika Safinah duduk di kelas satu,itupun karena memaksa ustadz Yusuf.


Tak pernah terbayangkan,kini mereka dipertemukan kembali oleh takdir.Seolah,dunia memberi kesempatan untuk ustadz Zul yang memiliki niat baik pada Safinah.


Ustadz Zul terus melirik Safinah dalam diam,dan saat tatapannya dibalas oleh Safinah,dia menoleh ke arah lain untuk menghindari rasa gugupnya melihat seorang Safinah.Tekad ustadz Zul kini sudah bulat,untuk bertanya tentang Safinah pada orang yang mengenal Safinah lebih dalam,bisa jadi pada dua sahabatnya.


Ustadz Zul,selalu memperhatikan Safinah.Hingga dia mampu mengenal siapa sahabat dekat Safinah yang nantinya akan menjadi jembatan menuju cinta Safinah.


Rasa tak percaya diri ustadz Zul,selalu saja membuat langkahnya mundur untuk mendekati Safinah.Namun kali ini dia harus mencoba walupun nantinya dia akan di tolak seribu kali.


Tiga tahun lalu,ustadz Zul tak berani mengganggu Safinah karena dia tau ustadz Yusuf sangat mengidamkan Safinah menjadi istrinya.Rasa cintanya dia tekan walau terasa sakit.Dan rasa tak percaya dirinya pula,yang membuatnya kalah sebelum bertanding,karena melihat ustadz Yusuf lebih unggul daripadanya dari segi ketampanannya.

__ADS_1


"Ya Allahhh,,aku bertemu lagi dengan orang yang selalu aku sebut dalam doaku,tolong hati hamba ya Allahhh.Bila memang dia terlalu indah untukku,maka tabahkanlah hati hamba untuk ikhlas tak bersamanya."begitulah sepucuk doa ustadz Zul dalam hati,ketika melirik Safinah yang sedang tersenyum dibalik cadar bersama kawannya.


__ADS_2