
Hari-hari berjalan semestinya takdir dari sang pencipta.Kini adalah hari ke tiga setelah pernikahan ustadz Yusuf.Mungkin untuk kedepannya arah hidup ustadz Yusuf tak lagi terfokus untuk pondok Al hidayah,melainkan ada seorang bidadari yang setia menantinya pulang ke rumah.
Ustadz Zul yang kini tak ada lagi kawan yang biasa di jahilinya.Mungkin sepi iya,tapi itu tidak berat bagi seorang laki-laki.Karena laki-laki lebih cenderung kuat karena logika.Dan tidak akan rapuh serapuh perempuan karena perasaannya.
Sekarang,tekad ustadz Zul sudah bulat untuk mendekati safinahnya.Segala rencana dan resiko yang kemungkinan akan terjadi sudah siap untuk diterimanya.
Dalam kesendiriannya,ustadz Zul mengatur rencana untuk mendekati sang pujaan.
__ADS_1
"Yaa Allahhh,,izinkan aku memilikinya.Mudahkanlah ya Allahhh.."gumam lirih ustadz Yusuf sambil meraup wajahnya yang terlihat lelah berfikir.Hampir setengah jam ustadz Zul memikirkan ide.Namun tak kunjung juga muncul pencerahannya.Mungkin saja bila ustadz Zul memang sudah mapan dalam segala hal,akan melamar Safinah langsung pada orangtuanya.Tetapi,fikiran ustadz Zul hanya sekedar mendekati Safinah terlebih dahulu.Jika semua dimudahkan oleh sang pencipta,ustadz Zul siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius bersama safinahnya.
"Hufttttttttt.."helaan nafas ustadz Zul.Akhirnya ustadz Zul bangkit dari duduknya,dan berjalan mondar-mandir sendiri di kamarnya.
"Sepertinya aku harus bertanya pada sahabatnya Safinah dulu.Tapi,, bagaimana caranya?"gumam ustadz Zul sendiri serta menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.
Karena lelah mondar mandir,ustadz Zul kini duduk menangkup wajah dengan kedua tangannya,dan memejamkan mata tajamnya itu.
__ADS_1
"Iyaaa,aku tau sekarangg.."ujarnya dalam hati.Entah apa yang terlintas dalam benak ustadz Zul.Sehingga kini membuat perasaannya sedikit lega,dan tersenyum dibalik tangan yang masih menempel di wajahnya.
"Ya Allahhh,,"jerit lirih ustadz Zul kemudian membuka wajahnya.
"Terimakasih ya Allahhh,telah memberiku kesempatan untuk mendapatkan Safinah,,apa mungkin ya Allah engkau mengantarkan aku kepada Safinah karena doaku selama ini?,,jika iya,, Alhamdulillah ya Allahhh,,dan tolong ya Allah,mudahkanlah jalan ini..Aku sedikitpun tidak berniat untuk mempermainkan Safinah ya Allahhh..Berilah Safinah untuk menjadi takdirku rabbii."seuntai doa dipanjatkan oleh ustadz Zul.
Cinta memang mengalahkan logika.Setiap saja orang jatuh cinta,tidak mampu berfikir jernih karena desakan gejolak asmara yang membara.Jika ustadz Zul sangat ingin mengejar cintanya.Berbeda dengan Safinah,dia tidak ingin mengenal cinta.Baginya,cinta itu palsu,,menyakitkan,dan rasa yang salah bila belum halal.Walaupun sebenarnya Safinah belum merasakan cinta kepada lawan jenis,tetapi kejadian yang sering di alami oleh orang-orang membuatnya anti terhadap cinta.Dan mengklaim cinta itu hanya sebatas kata.
__ADS_1
Jika dulu,ada seorang lelaki yang bernama Qais yang sangat mencintai Laila,wanita berkulit hitam pekat,yang hanya mata Qais yang menganggap Lailanya sangatlah indah.. Sekarang,ada ustadz Azizul Akhtar.Jatuh cinta tanpa melihat wajah orang yang dicintai.Bila Qais bisa melihat jelas wajah Laila,tapi ustadz Zul hanya bisa melihat kedua mata safinahnya dan tingkah lakunya yang anggun hingga memikat hati ustadz Zul untuk menjadikan Safinah sebagai ibu dari anak-anaknya kelak.