Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Memancing safinah


__ADS_3

"Hufttttttttt.."suara Nita menghela nafas.


"Syifa kenapa sih kiaa,,!?"tanya Nita penasaran.


"Iya kiii,,kamu pake nutupin mulutnya dia lagi,,,coba cium dehh tangan kamu,pasti wangi,,bekas liurnya Syifa,,hhhhhhh"ucap safinah menertawakan kia.


"Apaan sihhh,,,"kilah kia dengan wajah cemberut dan menepuk kecil lengan Safinah yang masih tertawa terbahak-bahak.


"Hhhhhhh"Nita ikut menertawakan kia yang terlihat sangat kesal.


"Finnn..."panggil kia dengan wajah datar tanpa ekspresi.Safinah seketika diam dari tawa lepasnya.Mata Safinah menatap bola mata kia yang memandangnya lekat.Dahi Safinah mengerut tatkala melihat wajah kia yang semakin serius.Lain halnya dengan nita.Mulutnya komat-kamit tidak jelas,melihat kedua temannya yang selalu berubah-ubah dalam sekejap.


"Assalamualaikum....Kita balik ke kamar aja duluu,yukk!,,nanti aksi tatap tatapannya dilanjutin di kamar".saran Nita pada mereka berdua.


"Waalaikum salam,,,ini pentinggg.."kia tetap menjawab salam dengan gaya tegang,seperti gaya seoarang mafia muslimah yang sedang memindai seorang musuh.


"Ini tentang ustadz Zul.."ucap kia meneruskan.


"Deggg deg deggg"jantung Safinah langsung bereaksi begitu mendengar kia menyebut nama ustadz Zul.Wajahnya ikut tegang sama seperti kia.Sedangkan Nita dengan wajah heran,dan penuh tanda tanya dalam lubuk hatinya pada kia,namun dengan sekuat tenaga dia tahan,agar kia tidak melambung tinggi ketika Nita meresponnya dengan wajah penasaran.Kia menggantungkan perkataannya beberapa detik.Dan akhirnya...


"Hhhhhhhhhha,,,,"tawa kia pecah karena berhasil membuat kedua sahabatnya diam membisu tatkala mendengar nama ustadz Zul keluar dari mulutnya.Entah terdiam karena ingin mendengar lanjutan dari perkataan kia,atau terdiam karena deg degan penuh rasa.


"Hhhhhh,,serius amat nonnnnn...hhhhhh"ucap kia mengejek penuh tawa.


Dengan wajah jengahnya,Nita meneruskan langkah kakinya ke kamar tanpa menunggu salah satupun dari mereka.


Ketika Safinah hendak melangkahkan kaki pula meninggalkan kia sendiri,dengan cepat kia menarik tangan kanan Safinah.Setelah melihat Nita sudah berjalan beberapa langkah,kia pun berbisik pada Safinah.


"Ustadz Zul minta kontak kamu finnn.."Safinah kaget dan matanya membulat mendengar bisikan kia.Jantung Safinah seakan berputar pada tempatnya dan berdetak bertalu-talu di dalam dada.

__ADS_1


"Astaghfirullahhhhhh,,,jantungku kenapa..."bisik hati Safinah.Safinah dengan sekuat hati menahan tangannya agar tidak memegang dadanya di hadapan kia.Safinah malu jika kia tau jantungnya deg-degan saat ini.


Dengan wajah yang diusahakan biasa saja,Safinah hanya menampilkan senyum lebarnya kepada kia.


"Ya udah,,,nanti aku ceritain yukkk,!"ucap kia pada Safinah,dan menarik pinggang Safinah untuk menyesuaikan langkahnya dengan kia.


Dari kejauhan,kia dan Safinah bisa melihat Nita sudah masuk ke dalam kamar.


Nita juga sempat menoleh ke belakang melihat kedua sahabatnya yang mulai mendekat ke arahnya.


"Pulang juga ternyata,,aku pikir Safinah akan dikerjain sama kia lagii...memang Kia paling bisa buat orang penasaran,,"gumam Nita sendiri di kamar,sambil melepaskan mukenanya.


"Assalamualaikum...."ucap safinah pelan.


"Waalaikum salam.."jawab Nita hampir tidak terdengar,sambil menoleh melihat Safinah dengan wajah sedikit kaku,dan kia dengan wajah tak pedulinya.


Mereka bertiga diam sambil melipat mukenanya masing-masing.


"Kiaaaa,,cepetan dong ceritainnyaaaa...!"jerit hati Safinah sambil memejamkan kedua matanya.


"Nitaaa,,,lagi apaa?"tanya iseng kia ketika melihat Nita duduk di samping Safinah yang berbaring membelakangi mereka berdua.


"Mau ngomong apa lagii,kamu?!"tanya Nita dengan nada cuek.


"hhh,,ada yang kesel nihhh.."ucap kia merayu dan mengambil tempat untuk duduk di samping Nita.


Kali ini Nita tak lagi menghiraukan kia,Nita lelah dan ngantuk ingin menyusul Safinah ke alam mimpi.


"Taa,jangan tidur dulu dongg aku mau ngomong sesuatu nihhh..!"kia mencoba menahan Nita agar tidak merebahkan tubuhnya ke kasur.

__ADS_1


"Safinah,,jangan pura-pura tidur dehhh,,,!aku tau mata kamu cuma merem aja kan..?"kata kia menebak.


"Nih anak kok suka bener sihh,,,dasar kiaaa.."gumam hati Safinah yang masih merem membelakanginya.


Nita,sudah benar-benar berbaring menyusul Safinah.Kia memutar otaknya agar rencananya berjalan hari ini juga.


Dengan bibir tersenyum jahil,kia mencoba memancing agar kedua sahabat yang sok cuek ini terbangun karena penasaran.


"Kalian tau nggak,,ustadz Zul sengaja menyuruh aku yang nganterin tugas tadi siang ke ruang guru.."ucap kia pelan-pelan,dan kemudian menggantung di tengah.


"Ustadz Zul tanyain tentang Safinah sama aku.."tak ada reaksi apapun dari kedua sahabatnya yang sudah berbaring.Kia mengintip Safinah dari belakang dengan sedikit berjongkok ke sampingnya.Mata Safinah terlihat berkedip-kedip,persis seperti orang pura-pura tidur.Kia tertawa tidak bersuara melihat reaksi Safinah setelah melanjutkan sedikit cerita ustadz Zul.Sedangkan Nita,wajahnya memang terlihat sangat lelah.Karena tak ingin mengganggu,akhirnya kia ikut berbaring di samping Nita.Tak lama setelah kia berbaring,jiwanya langsung melayang terbawa ke alam mimpi.


Mata Nita mengintip kia yang sudah tertidur pulas disampingnya.


"Akhirnya kehabisan batre juga si kia,,sok soan mancing-mancing orang,,"kata Nita dalam hati,menertawakan tingkah kia yang selalu tak mau diam.


Nita memalingkan wajahnya ke samping kiri,dan dilihatnya Safinah sudah tidak ada di sampingnya.


"Lhoo,,kapan Safinah bangun?,,apa aku sempat tertidur tadi?"heran Nita.


"Ini mimpi atau kenyataan,sih?,,kok gini amat hari ini",,gumam lirih nita,dengan wajah bingung sambil celingak celinguk mencari safinah.


"Shiiiishhhhhhhh sshhhh"suara kebiasaan kia ketika lagi tidur.


"Astaghfirullah,,tidur siang aja ngorokk.."Nita sedikit bergeser ke samping melanjutkan tidurnya,agar tidak terdengar jelas suara kia yang mengorok.


Sedangkan Safinah,keluar mencari angin sepoi-sepoi di pinggir kamarnya,tepat di bawah pohon mangga.Dia berdiri sejenak di sana,untuk menstabilkan detak jantungnya yang semakin kencang saja.Entah kenapa setiap nama ustadz Zul dibicarakan oleh sahabatnya,dan setiap tatapan ustadz Zul di kelas membuat dia tidak tenang.Safinah sudah menanamkan rasa tidak sukanya pada ustadz Zul,namun hati tidak bisa bohong.Terlalu besar daya pikat seorang ustadz Zul,dengan lirikan matanya setajam elang.


Safinah berfikir,apa benar ucapan kia barusan?,jika benar rasanya Safinah tidak tau harus menanggapinya bagaimana.

__ADS_1


"Hufttttttttt,,tenanglah hatiiiiikuuu..."lirih safinah sambil memejamkan kedua matanya.


__ADS_2