Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)

Lasta Qais(Bukan Cinta Qais)
Lumrahnya perasaan


__ADS_3

"Tuttttttt,,tutttt,,"suara nada bit di ponsel ustadz Zul.


"Safinahhh,,ayo dong angkat telponnya.!!,ustadz lagi gegana inii..!!"gumam ustadz Zul stress.


"Ya Allahhh,,kenapa cinta bisa sesakit ini,,Aku sangat merindukan Safinah..padahal baru aja beberapa jam nggak sms-an."gumam ustadz Zul sendiri,yang sedang duduk di bawah pohon besar di depan kamarnya.


"Hufttt,,untung aja cintaku pada Safinah masih terselamatkan.Kalau tidak,,aku harus kehilangan Safinah,dan Safinah akan menganggap aku ustadz macam apa yang tidak sesuai dengan ucapanku."ucap ustadz Zul pada dirinya.


"Heumm,,,aku tidak ingin membagi fikiranku untuk perempuan lain.Cukup Safinah seorang,hanya Safinah."ustadz Zul berusaha menepis bayangan wajah Aisya yang tersenyum malu-malu di hadapannya tadi.Ternyata di balik lirikan Aisya,sudah ada perencanaan yang sudah matang.


"Heummm."


"Besok semua akan balik mondok.Berarti aku bisa bertemu Safinah setiap hari di kelas,,ehmm senangnya dalam hatiiii..!"ustadz Zul senyam-senyum sendiri membayangkan bagaimana nantinya sikap mereka berdua jika saling bertemu,dan bertatapan.


***


"Tanteeee,,,main tatingg dadii..!"seru azwil mengajak Safinah untuk bermain cacing lagi.


"Nggak,Tante nggak mau main sama azwil,azwil jorok."ucap safinah.


"Hhhhiii,,tatingnya yembut Tante..,"kata azwil sengaja menggoda Safinah.


"Dasar yaa,,kecil-kecil udah pintar godain orangtua,!!..."ucap safinah sambil menggelitik tubuh azwil.


"Hhhhhahahaa tantee deyiiii..!!hhahhaa"ucap azwil sambil tertawa.Azwil sudah berguling kesana kemari menghindari jari-jari tantenya yang membuatnya geli.

__ADS_1


"Bunaaaaaa bunaa,,!!"panggil azwil meminta bantuan bundanya.Baru saja azwil mau lari ke kamar bundanya,Safinah lebih dulu menangkap azwil,dan mengurung azwil dalam lingkaran kedua tangannya yang dikaitkan.


"Hhhahaa,,ampunnnn tanteee,, ampunnnn..hhahhaa"ucap azwil girang.


"Azwil,,temenin Tante Fina aja di sini biar ada kawan."kata nenek azwil yang berjalan dari belakang.


"Ndaak mauu..!,awi puyangg sama buna ayahh."jawab azwil cepat.


"Tante kurungin di sini,biar nggak bisa pulang sama bunda smaa ayahhh.."kata Safinah pada azwil yang terlihat mulai panik.


"Nenekkkk,,,awi ndaak mauuu.!!"teriak azwil sambil meloncat-loncat.


"Kenapa sayangg,!?"tanya Shena yang baru keluar dari kamarnya.


"Awii puyangg..!"ucap azwil berlari ke arah shena ketika Safinah lengah.


"Awi puyangg...weekkk.."ucap azwil pada Safinah sambil menjulurkan lidahnya.


Safinah tertawa geli melihat tingkah gemas azwil,yang pasti akan dirindukannya nanti.


Setelah semuanya beres,keluarga kecil itupun pulang ke kota majaya.Mobil jazz berwarna putih itu berlalu meninggalkan pekarangan rumah Bu Diana.Azwil kecil melambaikan kedua tangan mungilnya keluar jendela mobil,sampai wajah nenek dan tantenya hilang di pandangannya.


Sedangkan Bu Diana,berusaha menguatkan hatinya yang selalu terasa sedih ketika ditinggalkan oleh cucu pertamanya itu.Namun apa hendak dikata,anak kecil yang dulu selalu ditimang-timang,bila masanya sudah tiba semua akan dewasa dengan hidupnya masing-masing.Roda kehidupan tak pernah berhenti untuk terus melaju memacu takdir yang telah ditetapkan oleh sang pencipta.Dari kecil,beranjak remaja,kemudian dewasa,dan beranjak menjadi orangtua.Dan pada akhirnya kita kembali seperti semula.Segala hal yang pernah dibanggakan di dunia akan sirna begitu saja.Begitupun cinta akan pupus ditelan waktu.Namun bagaimana dengan b.j.habibie yang katanya cinta beliau sejati untuk ainunnya hingga akhir hayat.Bagaimana dengan Qais yang hingga akhir hayatnya membawa cinta untuk sang kekasih,dengan pesakitan yang ditanggung,lantaran tak bisa saling memiliki.Bagaimana hidup ini sebenarnya,?,, jawaban itu akan kita dapat bila iman yang berbicara.


Safinah dan ibunya saling berpandangan ketika mobil jazz putih itu hilang di persimpangan,tanpa sepatah kata pun,mereka berdua masuk seperti orang yang tak berdaya.

__ADS_1


***


"Buu,,heukk,safinah hari ini mondok lagi.."ucap safinah merengek.


"Lahh,,terus kenapa,,?,yaa pergi terusss..Kenapa harus pakek nangis segalaaa nakkk..!"ucap sang ibu.


"Kan Safinah masih kangen sama ibu.."


"Dasarr bayi besaarr,,udah mau tua masih merengek ginii,,maluuu sama umurr finaaaa..!!"ledek ibu Diana,agar Safinah sedikit terhibur.


"Kok tua sih Buu,,Fina kan masih sembilan belas tahun...Belum dua puluhan jugaaa..!"jawab Safinah cemberut.


"Udahhhh,,jangan ngambekk,,,nanti cantiknya hilang lhooo..mendingan kamu tanyain kedua sahabatmu itu udah siap-siap belum."kata Bu Diana mengalihkan pembicaraannya.


"Ohh iyaa Buu,,,untung ibu ingetinnn..!"wajah Safinah langsung berbinar ketika mendengar kata sahabatnya dari bibir sang ibu.Dengan segera Safinah mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya.


"Ehmmm,,baruu aja bilang masih kangen sama ibu..udah lupa aja tuhhh..!"sindir Bu Diana menggoda Safinah.


"Ehhhhe,,bukan gitu Buu..Ibu kan bedaaa,,,Safinah lebih kangen dan membutuhkan ibu,dari yang lainn.?"ucap safinah serius.Bu Diana terkekeh melihat wajah putrinya sangat serius menanggapi ucapannya.Padahal,beliau hanya menggoda Safinah agar fikirannya tak terbebani dengan rasa inginnya masih di rumah.


Bu diana memperhatikan Safinah yang sesekali tersenyum,dan sesekali tertawa terbahak-bahak saat berbicara dengan kedua sahabatnya di seberang ponsel yang dipegangnya.Safinah duduk di kursi meja makan,sambil sesekali menguyah keripik ubi yang baru saja digoreng oleh ibundanya.


Bu Diana terharu melihat wajah ceria Safinah saat bersama sahabatnya.Dalam hati Bu Diana tak henti-hentinya memanjatkan doa kepada Allah untuk putri bungsunya itu.


"Ya Allahhh,,, pertahankanlah keceriaan itu di wajah putriku.Bahagiakanlah dirinya dengan seorang insan yang telah engkau simpan untuk putriku ya Allahhh.Aku tidak mampu membahagiakan kedua putriku karena keterbatasan ekonomi ini ya Allah,tapi aku punya cinta untuk anak-anakku yang selalu aku sertakan dalam doaku pada engkau ya Allahhh."sepucuk doa dalam diam untuk buah hati tercintanya dengan seorang pria yang telah mengajarinya cinta,dan ketulusan.Walau raganya telah lama pergi meninggalkan sepotong hati yang tak berdaya,namun cinta tulus dari Furqan arkanza masih bersemanyam di hati suci Diana mafiza.

__ADS_1


"Astaghfirullahhhhhh,,"gumam Bu Diana saat menyadari air matanya menetes tanpa permisi.


__ADS_2