
Ustadz Zul,
"Safinah,,"isi pesan dari sang ustadz yang baru saja dibuka oleh Safinah.Safinah melihat jam dinding di kamarnya menunjukkan jam sepuluh malam,berarti ustadz Zul sudah dua jam yang lalu mengiriminya pesan.
Sekarang hati Safinah sudah mulai melekat dengan ustadz Zul.Buktinya,Safinah dengan langsung membalas pesan sang ustadz tanpa berperang dengan batinnya seperti beberapa hari kebelakang.
Safinah,
"Iya ustadz,,"Kali ini Safinah membalasnya,serta menunggu balasan dari ustadz zul, walaupun dirinya belum bisa mengartikan rasa hatinya kepada daya pikat ustadz Zul.Tak berselang satu detik,balasan dari ustadz Zul langsung masuk dengan cepat.
Ustadz Zul,
"Pucuk dicinta ulam pun tiba..hhhhe"
"Safinah,sedang apa?"
Safinah menatap lama SMS yang baru saja dibukanya.
"Kok ustadz Zul bisa lebay gini ya,?"gumam Safinah dengan dahi berkerut.
Safinah,
"Mau tidur ustadz,,"balas safinah singkat,tanpa bertanya balik pada ustadz Zul.
Sedangkan ustadz Zul yang membaca pesan Safinah,tersenyum karena dari sini,ustadz Zul bisa menilai jika Safinah tipe cewek yang cuek.
Ustadz Zul,
"Kamu nggak nanya,ustadz sedang apa Safinah,?"balas ustadz Zul.
Safinah,
"Ustadz sedang apa,?"
"Ya Allahhh safinahhh,,,"bisik hati ustadz Zul di seberang sana sambil meraup wajahnya yang tak habis fikir.
"Ternyata Safinah memang sangat polos dan masih lugu.Cueknya masyaallahhh.....!!!gumam ustadz Zul.
Ustadz Zul,
"Ustadz lagi baca-baca buku,,kamu udah ngantuk yaa,?"
"Tutt,"bunyi dering sekali membuat mata Safinah kembali terbuka.
Safinah,
__ADS_1
"Iya,saya ngantuk banget ustadz,,"balas safinah singkat.
Ustadz Zul,
"Ya sudah,tidur gihhh..!"
Safinah pun langsung tertidur,setelah membaca pesan dari sang ustadz.Bagi Safinah,pesan seperti itu untuk apa dibalas.Itu terlalu lebay bagi safinah.Padahal, kalimat-kalimat sederhana itulah yamg ditunggu oleh ustadz zul,layaknya seperti orang yang menjalin hubungan asmara.Namun tidak dengan Safinah,dia kaku dan tidak mengerti akan hal itu.Walaupun usianya beranjak sembilan belas tahun,Safinah tidak mengerti bagaimana hubungan antara pria dan wanita.Safinah terlalu lugu,dan sekarang tanpa beban apapun dia terlelap jauh ke alam mimpinya.
Sedangkan ustadz Zul,mengigit bibirnya geram karena menunggu balasan dari Safinah,namun tak kunjung dibalas.
"Safinahhh,,,sekaku itukah kamu eummmm.?"
"Setidaknya,balas iya safinahkuuuuu..ya Allahhh,, huftttt,,"ustadz Zul memijit kepalanya yang berdenyut karena terlalu birfikir tentang tingkah laku Safinah.
"Safinah ternyata memang belum pernah pacaran sama sekali,,wajar sihhh kalau dia cuek seperti itu.Tapi nggak apa-apa deh, biasanya orang cuek itu setia,,,hhhehe.Heummm,,kapan aku beritahu sama bunda di kampung.."gumam ustadz Zul sendiri.Beliau bertekad untuk memberitahu orangtuanya tentang Safinah.Niat hatinya memang tidak main-main dengan Safinah.
"Safinah gadis sopan,pintar,dan pastii dia cantik,kalem lagii,walau kaku gitu.Aku akan menikahi Safinah."Ucap ustadz Zul sendiri,sambil memejamkan matanya membayangkan kesehariannya Safinah ketika ustadz Zul mengajar di kelasnya.
***
"Akhirnyaaaa,,,aku pulang kampung bunnn"gumam ustadz Zul setelah tiba di depan rumahnya yang sedikit besar,dan sederhana.Ustadz Zul melepaskan helm yang dikenakannya,dan turun dari motor melangkah ke depan.
"Assalamualaikum..."ucap ustadz Zul memberi salam.
"Assalamualaikum...!!"ustadz Zul mengintip ke dalam lewat jendela kacanya yang berwarna hitam.Tidak ada tanda-tanda orang yang berjalan ke depan untuk membuka pintu.
"Pukkk,,"sebuah tangan menepuk pundak ustadz Zul dari belakang.
"Astaghfirullahhhhhh ya Allahhh..."ustadz Zul terperanjat ke belakang,dan menoleh ke samping kirinya.
"Ya Allah bundaaa,,, assalamualaikum bunn.."ucap ustadz Zul dengan wajah sumringah dan menyalami sang bunda.
"Waalaikum salam...Ngapain ngintip ngintip,,orang udah bukain pintunya."kata bunda asri mengomeli ustadz Zul.
"Bukan gitu Bun,,kayak nggak ada kehidupan banget soalnya.Emang disini nggak ada makhluk lain,sepiii.."ucap ustadz Zul selalu begitu ketika pulang ke rumah.
"Dasarrr,,,udah jadi ustadz masih ajaa suka ngomel giniaann.."kata sang bunda membalas sambil mencubit lengan putranya.
"Masuk dulu,!,"ajak bunda asri.
"Kamu udah makan Zul,?tanya sang bunda,tanpa memanggil dengan sebutan ustadz.
"Udah Bun,tadiii.."
"Di warung?"tanya bunda memastikan.
__ADS_1
"Iya Bun,Zul makan dulu baru pulang.Biar ada energi buat bawa motor bunn."jawab ustadz Zul.
"Ya udah,mau minum apa biar bunda bikin."Bunda asri memang begitu untuk anak laki-laki satunya ini.Ustadz Zul jarang pulang ke rumah dengan alasan banyak kegiatan di pondok yang di amanah kan sama kiai Rahman.Bunda asri tidak bisa bilang apa-apa, melainkan doa yang tak jemu untuk sang putra agar sukses ke depannya.
"Udah juga bunn.."jawab ustadz Zul cengengesan.
"Kalo ada teh dingin boleh juga bunn."ucap ustadz Zul kemudian ketika melihat wajah ibunya kesal.
Ustadz Zul merebahkan tubuhnya di sofa panjang sambil memainkan ponselnya.Beliau membuka SMSnya dengan Safinah.Bibir ustadz Zul melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman ketika membaca setiap balasan dari safinah,kaku,lucu,dan pokoknya mampu membuat ustadz Zul tergila-gila kepada safinahnya.
"Hheh,,dasar Safinah..Taukah kamu Safinah,dulu ada seorang lelaki yang bernama Qais,dia jatuh cinta kepada Laila sampai tergila-gila kepadanya.Apakah aku akan mengikuti jejak Qais karena terlalu mencintaimu dan selalu merindukan dirimu Safinah..?,,hufttt,,benar kata dilan.Rindu itu berattt,,bernafas saja hampir tidak bisa."gumam ustadz Zul sendiri sambil menscroll layar ponselnya membaca SMS Safinah.
"Tak,,"suara cangkir yang diletakkan di atas meja oleh sang bunda.
"Ehh Bunnn,,makasih banyak bundaku sayanggg.."ucap ustadz Zul lebay sembari duduk tegak.
"Eummmmm.."jawab bunda asri tidak mengopen putranya yang lebay.
"Bella mana Bun,?"ustadz Zul menanyakan adik bungsunya.
"Belum pulang sekolah."Ustadz Zul hanya manggut-manggut.
"Aduhh,,bilang nggak yaa sama bundaa.Heumm."pikir ustadz zul.,sambil mencuri pandang bundanya.
"Ada apa,?"tanya bunda asri tau dengan gelagat sang putra.
"Hheehee,,"ustadz Zul tidak menjawab apa-apa.
Bunda asri mengerutkan keningnya melihat tingkah ustadz yang tidak seperti biasanya.
"Bun,,Zul suka sama salah satu murid di pondok sana."kata ustadz Zul dengan jantung deg-degan.
"Dia memakai cadar Bun,,"tambahnya lagi.
"Kamu yakin,,?pakek cadar, jangan-jangan kamu tertipu dengan wajahnya."kata bunda sedikit mengantisipasi.
"Tapii Bun,,sepertinya dia tidak suka sama Zul.Entahlah,,,"ucap ustadz Zul lagi.
"Ohhhh,,,terusss,,"tanya bunda asri ingin mendengar kelanjutannya.
"Kan Zul coba dulu Bun,ini sedang Zul usahain."jawab ustadz Zul serius.
"Heummmm,,,kebelet nikah kamuu?,,jangan asal coba-coba,,,jangan sakiti hati perempuan."kata bunda dengan wajah datar,dan tidak terlalu menanggapi.Kemudian bangkit berjalan kebelakang meninggalkan ustadz Zul sendirian menikmati teh dinginnya.
"Heummmm,,aku ingin menikahi gadis baik itu bunn.."gumam ustadz Zul memejamkan kedua matanya.
__ADS_1