
Beberapa hari telah berlalu setelah insiden kia menabrak jendela di kelasnya.
Sejak hari itu kia belum juga dipanggil sama ustadz Zul untuk meminta jawaban dari safinah.Bahkan kia sempat berfikir negatif pada ustadz Zul,bahwa kata-kata cintanya untuk Safinah itu hanya gurauan belaka.Buktinya,setelah bertanya soal Safinah.Kini ustadz Zul diam membisu layaknya tak terjadi apa-apa.
Kia berjalan sendiri menyusuri pekarangan taman di sekitar musholla.Kia merasa sumpek jika berada terus di kamar.Berbeda dengan Safinah,Safinah memang suka dikamar untuk lebih fokus dalam belajar.Kalau Nita,,palingan sibuk baca buku cerita,dan kumpulan novel.
"Hmmm hmmmm hmm...."kia bergumam tak jelas mengikuti irama lagu nancy ajram yang berjudul enta eih.Tangannya memegang setiap bunga-bunga dan tanaman yang dilewatinya.Saat kia memalingkan wajahnya ke kanan,dia menangkap dua sosok insan berbeda gender yang sangat dikenalinya.
"Woooooww,,, Safinah,,ustadz Zulll..!!"gumamnya sedikit keras.
"Apa jangan-jangan ustadz Zul langsung menyatakan cintanya sama Safinah?"
"Bentar bentar,,Safinah kenapa bisa disitu..?,apa mereka janjian?,,"gumamnya lagi dengan wajah penasaran.
"Ini nggak boleh dibiarinnn,,bisa jadi fitnah kalau orang lain yang lihat".kia memberanikan diri untuk menghampiri Safinah dan ustadz Zul yang sedang berbincang.
"Assalamualaikum,,ustadzz,safinahhh.."sapa kia dengan sopan.
Safinah kaget melihat kia dihadapannya.Namun ustadz Zul malah menampilkan senyum manis tatkala melihat kia datang.Mungkin dalam hati ustadz Zul berkata,"Ini orang yang aku tunggu-tunggu".
Safinah mengangkat kedua keningnya kepada kia,meminta penjelasan kenapa kia sampai datang kesini.
"Saya lagi cari Safinah ustadz,, soalnya dari tadi nggak ketemu."yang bertanya siapa,yang diberi penjelasan kepada siapa.Kia memang benar-benar sangat pintar memutar situasi.
"Ohh,,ustadz tadi pulang dari rumah kiai Rahman,,nggak sengaja jumpa sama Safinah yang kebetulan juga dipanggil sama kiai.Tanya saja sama sahabatmu ini."jawab ustadz Zul tanpa ditanya.
Kia tersenyum kecil melihat gelagat ustadz Zul sedikit gugup.Dan Safinah menundukkan wajahnya karena merasa malu.
__ADS_1
"Oh yaa kiaa,boleh ustadz bicara sama kamu sebentar,,?"tanya ustadz zul.
Kia diam dengan senyuman yang belum hilang diwajahnya.Dalam hatinya berkata,,"Hhhh,,ustadz Zul lagi kasmaran."
Safinah melihat ke arah kia yang tak kunjung menjawab.
"Iya ustadzz tentu saja,,,"jawab kia kemudian.
"Apa ustadz Zul akan membicarakan aku bersama kia?,,"tanya Safinah pada dirinya.Safinah menautkan jemari lentiknya sambil menunduk.
"Astaghfirullahaladhimmmm...kamu nggak usah kegeerean deh finnnn ....."jerit Safinah dalam hati dan memejamkan matanya.Safinah tak sadar,bahwa gerak geriknya direkam jelas oleh ustadz Zul.Mulai dari matanya yang bulat besar dengan bulu mata yang panjang.,jemarinya yang lentik,dan tatapan malu dan gugupnya safinah.
Dua insan yang sedang berperang dengan perasannya yang membuncah di hati.Kia menghela nafas malas karena berada di antara dua orang yang jatuh cinta itu bagaikan obat nyamuk yang selalu diabaikan.
"Hhhukkk.."suara batuk kia tak sengaja menelan sesuatu yang masuk ke mulutnya.
"Ginii nihhh kalau jadi pengangguran,,,"bisik kia dalam hati sambil mengelus lehernya yang terasa sakit.
"Ganggu aja nih gadis kecil...!"
"Eummm,,askia,ustadz tunggu di sana ya."titah ustadz Zul pada kia,menunjukkan ke arah pohon beringin yang terletak sekitar tiga meter dari sini.
"Iya ustadz,,"jawab kia mengangguk.
"Pukkk.."suara kia memukul tangan Safinah.
"Ngapain ke rumah kiai Rahman?"tanya kia pelan saat ustad Zul telah berjalan meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Disuruh menyambut tamu pondok sebelah tadi,,kebetulan ustadz Zul juga ada disana."jawab Safinah jujur.
"Bener nihh,,??,,,nggak sengaja kannnn??"tanya kia memastikan.
"Ya Allahhh kiaaa,,,kalaupun aku sengaja,,kapan aku sama ustadz Zul membuat janji ketemuan,,heummmm???"balas safinah.
"Hhhehe,,"senyum kia cengengesan.
"Ehhhh,,,finnn,ustadz Zul ngomong apa aja sama kamu??"tanya kia penasaran.
"Nggak ada,,,kami baru aja berpapasan di sini.Kamunya udah muncul..Datang tak di undang,pulang nggak dijemput.."ucap safinah meledek kia.
"Hhhhhh,,,"mata Safinah menyipit menertawakan kia.
"Kamu pikir aku jelangkung??"ucap kia jengkel.
"Ehh,ustadz Zulll.."tunjuk kia ke arah ustadz Zul yang sudah pasti sedang menunggunya.
"Finnn,,ustadz Zul mau lanjutin yang kemarin itu pastiii..Hhhh..kenapa nggak tanya sama kamu langsung aja tadi yaaa??"ucap kia tertawa dan berlalu menghampiri ustadz Zul disana.
Jantung Safinah terpompa kuat melihat ustadz Zul dari kejauhan.Dan dia memilih untuk kembali ke kamarnya,karena tidak ingin berlama-lama menatap dan di tatap oleh ustadz Zul.
Fikiran Safinah kini tertuju kepada ustadz Zul.Dalam perjalanannya menuju kamar,terlintas berbagai tanda tanya dan kemungkinan yang akan terjadi yang dibayangkan oleh Safinah.
"Bagaimana bila aku jatuh cinta,,?.."tanyanya sendiri.
"Tidak,,tidakkkk,,bukan hanya kali ini safinahhh...ayo lawan bisikan kotor hatimu.."gumamnya sendiri.
__ADS_1
Beberapa orang yang melihat Safinah menjadi heran,karena gelagat aneh Safinah yang memejamkan matanya sambil berjalan,dan sesekali menggelengkan kepala.Jika semabuk ini melawan rasa cinta,bagaimana dengan jiwa yang benar-benar dalam mencinta.Tidakkah ada sebuah rasa untuk menghapus kata cinta ini?.
Kali ini,cinta akan bersemayam dalam hati Safinah.Namun,entah bagaimana arti cinta menurut safinah tatkala dia merasakannya nanti.