
"Astaghfirullahhhhhh ya Allah...bocah ini lagiii..!"jerit hati ustadz Zul.
"Eummm,,ustadz eum maaf..Kami nggak sengaja,,eumm kami masuk duluan ustadz,,!"ucap Nita sambil menyeret tubuh kia ke dalam kelas.
"Kii,,,ustadz Zul ngapain sama Safinah,?"bisik Nita pada kia saat sudah menduduki bangkunya.
"Mana aku tauu,,!"jawab kia mengedikkan kedua bahunya.
"Taa,,lihat deh..!"ucap kia menunjuk ke sekeliling kelas yang masih kosong.
"Ada yang aneh,,iya nggak sih,?"ucap Nita pada kia yang mulai mengerti arah pembicaraan Nita.
"Heu eummm,,,apa jangan-jangan Safinah membuat janji sama ustadz Zul,?"ucap kia curiga.
"Tapi nggak mungkin deh,masak Safinah gitu sih kiii."ucap Nita membalas.
"Emang ini udah jam berapa sih,?"tanya Nita sambil memeriksa jam tangan yang dipakainya.
"Waduhh,,,baru jam setengah tujuh.Pantesan masih sepi."kata Nita.
"Heummmm,,Safinah ngomong apa sih diluar..!"ucap kia sambil celingak-celinguk keluar lewat jendela.
__ADS_1
"Safinah,,?"panggil ustadz Zul lirih.
"Iya ustadzz.."jawab Safinah dengan perasaan yang melambung tinggi.
"Selamat berjumpa kembali habibatii.."ucapan ustadz Zul sukses membuat raga Safinah lemah.Dadanya seperti merasakan getaran yang membuat dirinya senang,tenang dan lupa segalanya.Safinah bungkam,namun berusaha menegakkan pandangannya ke wajah sang ustadz.
"Degdegdeggg..."suara jantung kedua anak manusia ini beralun seirama mengikuti getaran cinta satu sama lain.Mata saling menatap,hati ingin menyapa lebih dalam,raga ingin memiliki,sungguh indah cinta bagi mereka berdua saat ini.
"Masuklah Safinah!!,ustadz mau kesana dulu."ucap ustadz Zul kemudian dan berlalu pergi meninggalkan Safinah yang masih membeku di tempat.
"Finn,,,ayooo masukk.!"tiba-tiba Safinah merasakan tangannya ditarik,dan tubuhnya di dorong ke depan.
"Ehh,,kiaaa nitaaa..ada apa?"tanya Safinah bingung ketika sadar dirinya sudah menduduki bangku sekolah.
"Iyaa,,terusss kenapa kamu ngajak kami buru-buru masuk kelas,padahal jam masih menunjukkan pukul enam lewat dua puluh lima tadi."tambah kia.
"Jawab yang jujur,,finn!"ucap Nita menekan suaranya.
"Aku nggak tau.."jawab Safinah dengan suara gemetar.
"Masak,,!?"tuding kia lagi.
__ADS_1
"Benerrr,,aku nggak tau kenapa bisa ketemu sama ustadz Zul.Kami nggak rencanain apa-apa kok,!,,kalian nggak percaya sama aku?"jawab Safinah membalik pertanyaan.
"Bukannya nggak percaya Fin,tapi aneh aja.Kok bisa pas-pasan gitu sama ustadz Zul."ucap Nita mulai mengontrol suaranya yang meneyelidik tadi.
"Heumm,,aku nggak tau.Dannn,aku fikir kita sudah terlambat."jawab Safinah dengan sedikit memonyongkan bibirnya ke depan.
"Hhhhhh,,,finn kamu lucu bangettt..!!"ucap kia tertawa.Alih-alih memberondong Safinah dengan pertanyaan berikutnya,tapi ternyata kia dan Nita malah tertawa dan meledek Safinah.Karena,buat apa mencurigai sahabatnya yang sudah tentu jujur pada mereka berdua.
"Cinta bisa membuat seorang Safinah lupa segalanya,,!!"ucap kia meledek.
"Issa,,kiaaa!!jangan keras-keras..! nanti kalau ada orang yang dengar gimana,?"ucap Nita memperingatkan kia.
"Hhhhiii,,"kekeh kecil kia.
"Apa ini yang dinamakan ikatan batin antara orang yang mencintai,?,,jika yang satunya rindu,maka yang satunya lagi juga ikut merasakannya..ya ampunn indah banget sihhh,,dicintai segitunya....sama usssss.."ucapan Nita menggantung ketika melihat beberapa kawannya yang lain sudah masuk kedalam kelas.Dan memilih untuk menutup pembicaraan mereka.
"Ya Allahhh,,ku titipkan hati yang sedang gundah ini kepada engkau.Sungguh aku tak sanggup menahan rasa yang selalu bertalu-talu di dada."ucap safinah dalam hati.
Beberapa menit kemudian,bunyi bell pertanda waktu belajar sudah bisa dimulai.Semua murid sudah duduk rapi di bangkunya masing-masing.Tentunya,dengan suara kebisingan yang teramat sangat karena mereka sibuk bercerita selama liburnya sepekan lalu.Dan tak lama setelah bell berbunyi,suara ustadz Zul memberi salam membuat suana tenang kembali.
"Assalamualaikum.."ucap ustadz Zul,dengan aura tegas seperti biasanya.Tidak berubah sama sekali.Tanpa berbasa-basi lagi ustadz Zul langsung memulai pelajarannya.Walaupun hati sangat ingin melirik Safinah dengan tempo yang lama,namun ditepis untuk tetap fokus dalam membahas isi kajiannya kali ini.
__ADS_1
Begitu pengajian usai,ustadz Zul seperti biasanya bergaya cold,dan hanya tersenyum simpul bila ada yang membuatnya tersenyum.Tak ada yang curiga di sana,bahwa ustadz Zul telah menjalin hubungan dengan Safinah.Beberapa lirikan yang ditujunya untuk safinah,itu sudah menjadi hal biasa karena ustadz Zul memandang rata semua muridnya,yang tak memilih-milih.Tapi,jika saja ada yang lebih jeli seperti kia,mereka akan menaruh kecurigaan pada lirikan ustadz Zul terhadap Safinah.Namun beda halnya lagi dengan Safinah,Safinah tetap menjadi dirinya yang dulu.Seperti,safinah selalu bertanya bila ada yang kurang dimengerti,dan tetap memandang ustadz Zul layaknya pandangan murid terhadap seorang guru.
Hanya Nita dan kia saja seperti cacing kepanasan melihat tingkah dua insan ini,yang terlihat curi-curi pandang.Lebih tepatnya ustadz Zul yang selalu mencuri pandang ke arah Safinah.