Legenda Putri Batu Livinett

Legenda Putri Batu Livinett
Chapter 12: Rencana


__ADS_3

Buah-buahan serta berbagai macam makanan melimpah. Mereka siap mengenyangkan perut hingga pagi. Sudah semakin sore, harus segera memasak untuk acara nanti malam. Setelah penyerbuan yang dilakukan pagi buta, rasanya mereka kehilangan semua tenaga.


Untuk merayakan kemenangan Arcansas melawan Liobo dan berhasil mendapatkan Batu Livinett. Arcansas memberitahukan kepada seluruh prajuritnya bahwa perang akan dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Arcansas ingin menikmati dulu hari-harinya dan meneliti batu misterius yang baru ia dapat.


Semua prajurit mengangguk setuju. Pesta pun dimulai. Malam hari yang sungguh menyenangkan. Pegunungan Aranos menjadi markas rahasia pasukan milik Arcansas.


Sekarang Raja sedang bingung di istana. Ia masih memikirkan musibah yang menimpa tanah kelahirannya. Gunung Hiopi yang meletus menyisakan duka, ditambah ia baru saja dikalahkan Arcansas. Liobo yang gagah perkasa tak berdaya di hadapan Singa Merah itu.


Belum lagi batu berharga yang diserahkan Livinett kepada Arcansas. Masalah datang silih berganti sehingga membuat raja tak bisa tenang. Ia tak bisa memejamkan mata karena diliputi rasa gelisah yang teramat sangat mengganggu.


“Yang Mulia. Sudah waktunya makan malam,” pelayan berbaju biru tampak membungkuk di hadapan raja.


“Aku tidak berselera. Kalian makanlah sendiri.”


“Tapi, Yang Mulia. Anda harus makan meski hanya sedikit.”


“Nanti kalau aku lapar akan makan.”


Tidak ada yang bisa diperbuat lagi. Sang raja enggan menyentuh makanan. Pelayan itu kembali bekerja dan merapikan meja makan. Hidangan yang lezat seperti tidak ada artinya untuk raja. Ia sangat tidak berselera karena kekalahannya. Banyak bawahan yang gugur. Terutama Bion yang selalu setia memimpin pasukan.


Apakah kelak pasukan Arbitos mau bergabung pada kerajaan? Pasukan itu bukan di bawah kendali raja. Mereka melindungi benua dengan cara sendiri karena perkara di masa lalu yang pernah terjadi dengan sang raja. Liobo tidak sudi jika harus tunduk di bawah perintah sang raja.


Tanah Pegalisch adalah lambang kemakmuran bagi siapa saja. Jadi Liobo merasa berhak hidup bebas sesuai kehendaknya. Itulah yang dipikirkan Rey Liobo.


Petinggi Arbitos itu memiliki jalan hidup sendiri. Semua angan dan impian berada di genggamannya tanpa harus patuh kepada raja yang sudah tua. Jika kerajaan hancur, mungkin ia akan melakukan kudeta. Kecuali bila ia berniat untuk melindungi benuanya, maka ia akan terus berjuang meski tidak beraliansi dengan kerajaan.


Terbukti, saat terjadi wabah mengerikan 5 tahun silam. Liobo membunuh seluruh pendatang yang dicurigai menyebarkan penyakit mematikan. Ada sekitar 10.000 warga yang ia bantai. Wilayah di sisi barat kerajaan, di sanalah kejadian mengerikan itu terjadi.

__ADS_1


Mari tinggalkan dulu kisah panas yang terjadi di kerajaan. Sekarang saatnya fokus pada masalah besar yang akan menghampiri Arcansas dan Livinett. Sepertinya langit telah membuat ketentuan yang tidak bisa dilawan lagi.


***


Kamar Putri Livinett, 10 menit sebelum menyerahkan batu kepada Arcansas.


 


“Bawa ke sini.”


“Baik, Tuan Putri.” Selang beberapa saat, pelayan tersebut telah kembali lagi ke kamar.


“Ini batunya, Tuan Putri.”


“Terima kasih. Silakan kembali bekerja.”


“Maaf, Tuan Putri....” ucap pelayan dengan ragu.


“Hamba ingin bertanya. Apakah tidak masalah memberikan batu yang palsu kepada Arcansas?”


“Ya. Tidak ada cara lain. Kita akan mengelabui dia dengan Batu Livinett yang palsu ini.”


Si pelayan mengangguk, ia paham dengan apa yang dipikirkan oleh putri. Belum ada cara untuk menghentikan Arcansas. Jika dia memang menginginkan batu berharga itu, dia akan terus mencarinya. Arcansas pasti tidak tahu keaslian batu tersebut. Maka Putri Livinett memberikan batu palsu.


Livinett berlari kembali ke arena pertarungan dan mendapati Liobo telah tertusuk pedang milik Arcansas.


 

__ADS_1


 


Wilayah Rantai Besi


Raja Trill masih berduka setelah menguburkan jasad Bion yang tewas mengenaskan. Beliau sadar, tidak boleh larut dalam kesedihan dan harus segera menyusun rencana baru.


Saat ini Benua Pegalisch dibagi menjadi beberapa wilayah oleh Raja Trill. Kerajaan Pedral telah menentukan tiap pemimpin masing-masing wilayah. Selama 30 tahun Raja Trill telah mengkoordinir setiap wilayah dengan sangat baik. Tidak ada yang namanya kekurangan makanan atau pun air.


Karena terdapat Sungai Oxin di sisi barat yang mengalir dari Gunung Rez menuju Selat Krokalm. Selat Krokalm adalah selat yang memisahkan Benua Pegalisch dengan Benua Tsandor. Pulau Suin sebelumnya tergabung di bawah kekuasaan pemerintah Tsandor.


Benua Tsandor dihuni oleh satu kaum bernama Kaum Trovolta. Saat ini mereka termasuk orang yang cinta damai. Bukan dari orang bar-bar seperti Arcansas yang gila berperang.


Setiap wilayah di Benua Pegalisch yang dipimpin Raja Trill memiliki kelebihan sendiri. Ada wilayah yang menghasilkan besi dan memproduksi senjata secara besar-besaran. Biasanya senjata dengan kualitas bagus di dapat dari wilayah selatan.


Wilayah di sisi selatan dijuluki sebagai Rantai Besi karena banyak senjata kualitas jempolan diproduksi di sana.


Berbeda dengan Pulau Suin yang sejak dulu sudah mampu mengolah besi dan logam. Pulau Suin sudah memiliki kualitas senjata terbaiknya sendiri.


Mata uang di Benua Pegalisch sama dengan mata uang di Benua Pedral. Mereka sama-sama menggunakan mata uang rath.


Betapa lama untuk sang raja mengatur semua agar menjadi lebih baik. Benua besar yang dihuni oleh banyak penduduk tentu memberinya tantangan. Tidak ada kemudahan dalam setiap langkahnya, pasti ada saja masalah yang menimpa. Misal saja saat akan meresmikan tanah untuk mendirikan pabrik gula. Banyak warga yang keberatan karena dianggap merusak alam.


Mau bagaimana lagi. Jika tidak bisa diajak berdiskusi sang raja akan menindak tegas. Mulai dari sini, perkembangan semakin membaik. Perekonomian berkembang pesat. Sehingga banyak rakyat yang mulai setuju dengan kebijakan yang dilakukan sang raja. Misal memperluas pasar di pusat kota yang kini selalu ramai dipenuhi banyak pedagang dan pembeli.


Arcansas yang berada di Pegunungan Aranos telah mengomando pasukannya untuk berjaga. Karena Arcansas akan meninggalkan mereka dalam waktu yang cukup lama. Dia berencana untuk kembali ke pulaunya. Arcansas memiliki firasat aneh terkait mimpinya yang selalu mengganggu. Kini mimpi itu lebih sering datang dan terulang-ulang hingga pagi.


Karena tidak tahan dengan keanehan itu, ia akan menyelidiki reruntuhan Kastil Dum di Pulau Suin. Meski baru saja tersapu ombak akibat letusan Gunung Hiopi.

__ADS_1


Raja Trill telah membuat pengumuman untuk setiap petinggi yang tersebar di sembilan wilayah. Mereka harus memenuhi permintaan raja. Karena situasi yang mendesak, raja akan mengadakan rapat besar yang setiap wilayah harus mengirimkan satu perwakilan.


Sudah dipastikan akan ada 9 pendekar. Mereka adalah orang pilihan yang ditunjuk langsung oleh petinggi wilayah masing-masing. Perkumpulan itu akan dilaksanakan empat hari mendatang. Semua harus sudah siap tanpa terkecuali pegawai istana. Semua bekerja keras untuk menggelar rapat besar tersebut.


__ADS_2