
Tahun 9200 Gerkach. Kota Yiklaz
Dunia ini membosankan, sangat membosankan. Aku ingin mencari dunia lain yang lebih menyenangkan, akan kutemukan dunia itu.
Kalimat tersebut tertulis di kertas dan tergeletak di atas meja belajar Marco. Sepertinya itu ditulis sebelum ia meninggalkan rumah. Orang tuanya khawatir dengan keadaannya, polisi sudah melakukan pencarian selama 4 bulan. Namun, tidak ada titik terang terkait keberadaan Marco sampai sekarang. Kamarnya masih sama, tidak berubah sedikit pun. Ayah dan ibunya tidak mengeluarkan semua barang-barang kesukaan putra mereka. Laptop yang selalu ia gunakan untuk mengakses internet dan bermain game masih utuh. Tetap tergeletak di meja belajarnya. Rak buku yang berisi berbagai macam novel fantasi beraneka genre juga masih utuh.
Menurut penuturan ibunya, ketika polisi menanyai tentang kepribadian Marco. Ibunya berkata bahwa Marco anak yang introvert, dia tidak suka berbaur dengan teman-temannya dan lebih suka menyendiri di kamar. Tidak hanya itu, dia adalah tipe anak yang mudah sekali bosan.
Di lain tempat, telah terjadi kecelakaan pesawat yang menewaskan semua kru dan penumpangnya yang berjumlah 241 orang. Kejadian ini terjadi bersama dengan menghilangnya Marco. Pesawat itu jatuh di atas pegunungan tidak jauh dari kediaman Marco. Ada hal mengejutkan yang tidak disangka oleh siapa pun sebelumnya. Bahwa kecelakaan tersebut ada sangkut pautnya dengan menghilangnya Marco. Kenapa bisa begitu? Ya, karena polisi telah membobol laptop pribadi milik Marco, mereka menemukan sebuah situs baru yang kurang familiar. Sepertinya itu situs untuk berinteraksi dengan orang lain secara online. Protocol 9, itulah nama situs tersebut.
Tampilan situs tersebut sangat sederhana, namun terkesan mengerikan. Setiap tepi pada halamannya berwarna merah serta berpola seperti ukiran sidik jari. Pada bagian atas atau header tertulis Protocol 9 dengan background gambar tengkorak yang begitu banyak. Setelah diperiksa lebih detail, situs itu hanya dapat diakses dengan aplikasi khusus. Kesatuan pemecah sandi dikerahkan untuk menyelidiki situs aneh tersebut. Namun, mereka tidak dapat memecahkan dari mana asal situs ini, siapa pemilik domain situs tersebut. Kenapa situs ini menjadi masalah dan membuat polisi sangat tertarik menyelidikinya?
Jawabannya karena ditemukan 2 judul artikel mengerikan. Judul artikel pertama tertulis: Dunia baru lebih indah, dunia lama harus dihapuskan. Sedangkan judul artikel kedua memiliki hubungan dengan bencana jatuhnya pesawat M12-43 di Pegunungan Aranos. Judul yang kedua berbunyi: 5 November, Pesawat M12-43 akan jatuh di Bukit Aranos, kami lebih hebat dari Tuhan. Polisi sudah memastikan situs itu tidak ada di internet dan hanya digunakan di laptop Marco.
Polisi benar-benar dibuat kebingungan setelah membuka judul artikel pertama. Di sana terpampang sebuah video yang memperlihatkan Marco sedang berbicara dengan seseorang. Namun, setelah di analisis lebih detail, lawan bicara Marco dalam video tersebut adalah dirinya sendiri. Benar-benar mirip, sedangkan dalam artikel kedua, ditemukan video juga. Kali ini Marco berada di tengah kerumunan orang banyak. Rupanya dia berada di dalam pesawat M12-43 yang jatuh di Pegunungan Aranos. Pesawat M12-43 diketahui adalah milik maskapai penerbangan bernama Gerfant dari Trovolta. Marco terlihat sedang membajak pesawat tersebut sehingga jatuh di Pegunungan Aranos, timur Kota Yiklaz. Sejarah buruk bisa terulang lagi kalau video kembaran Marco tersebar sampai ke Trovolta. Kasus ini harus segera ditangani jika tidak ingin terjadi perang untuk kedua kalinya.
Semua tidak ingin perang terjadi. Karena perang adalah sumber kesengsaraan. Polisi benar-benar dibuat pusing tujuh keliling dengan dua kasus ini. Misteri besar telah terjadi. Mungkinkah makhluk halus yang menyebabkan semua ini terjadi, atau seseorang yang dendam kepada Marco? Mungkinkah Marco hanya iseng? Satu hal yang pasti, para polisi sangat yakin, Protocol 9 bukan hanya lelucon, namun kenyataan!
9200 Gerkach. 03:55 waktu Yiklaz.
Dini hari sebelum jatuhnya pesawat M12-43, Marco masih belum memejamkan matanya dan sedang asik bermain game. Dia tidak tidur semalaman hanya untuk menyelesaikan permainan yang baru dirilis oleh perusahaan game terbesar di kotanya. Setelah dia selesai dengan permainannya, dia tidak langsung tidur. Marco justru membuka internet dan berencana tidak akan tidur sampai matahari terbit.
__ADS_1
Tiba-tiba layar laptop-nya eror lalu muncul sebuah situs aneh. Marco bingung, dia tidak tahu kenapa tiba-tiba bisa begitu. Itulah Protocol 9, situs yang akan membawa perubahan besar untuk Marco. Dia mencoba membenahi layar laptop tersebut, namun sia-sia. Situs itu tetap terpampang jelas di layar laptop-nya. Marco bangun dari kursinya lalu mencoba mematikan laptopnya. Aneh! Dari layar muncul cahaya menyeramkan dan menampilkan sebuah spektrum warna-warni kemudian terdengar sebuah suara dari laptop. Suara seperti orang berbicara, mula-mula hanya terdengar lirih kemudian semakin jelas.
Dunia baru telah ditemukan! Adakah yang sedang mendengarkan pesan ini?
Dunia baru telah ditemukan! Adakah yang sedang mendengarkan pesan ini?
Dunia baru telah ditemukan! Adakah yang sedang mendengarkan pesan ini?
Suara itu membentuk kalimat yang diucapkan berulang-ulang. Marco sedikit kebingungan dan mencoba memberanikan diri untuk mengamati layar. Meski tadi sudah mengutak-atik laptop tersebut berkali-kali, tapi tampilan layar aneh itu tetap muncul. Dia membungkuk sambil menarik kursinya. Dengan suara bergetar, dia mencoba menjawab pesan suara tersebut.
“Siapa?”
Layar laptop berubah menjadi tenang dan memunculkan perintah untuk menekan tombol enter pada keyboard. Marco gemetar saat ingin melakukan perintah yang ada di layar tersebut. Tangannya terasa beku, tapi dia penasaran dengan pesan itu. Dia mengumpulkan keberaniannya untuk menekan tombol enter. Dia menarik napas, lalu bersiap-siap, tombol pun ditekan oleh Marco, layar berubah menjadi spektrum yang beputar spiral untuk beberapa saat, lalu tiba-tiba sesuatu yang berbeda muncul di layar.
“Hai, Marco.”
Sebuah wajah tampak di layar, wajah itu mirip sekali dengan wajah Marco. Setengah mati membuat Marco terperangah karena saking kagetnya. Dia mundur beberapa langkah menjauhi layar. Orang yang baru saja muncul di layar mirip sekali dengan dirinya. Matanya masih normal, tidak mungkin dia salah lihat.
“Pemilik perangkat ini tertulis Marco, wajahku menyesuaikan wajah orang yang pertama kali melihatku di layar.”
“Aap... apa maumu?” suara Marco terbata-bata.
“Diriku sedang dalam misi untuk mencari pemilik otak yang lebih jenius dari penciptaku. Duniaku sedang berada dalam kekacauan.”
“Aku tidak paham maksudmu.”
“Tolong tekan tombol tombol enter, akan aku jelaskan secara detail.”
__ADS_1
Marco berpikir sejenak, akhirnya dia menuruti perintah sosok di layar laptop-nya. Setelah dia menekan tombol yang diperintahkan, muncul cahaya berwarna kuning. Kembaran Marco yang berada di layar keluar melalui cahaya kuning tersebut. Tubuh, tangan, kaki, kepala, mata, semuanya lengkap. Marco semakin terkejut melihat kejadian di depan matanya.
“Sekarang apa yang akan kau lakukan?” tanya Marco.
“Ikutlah ke negara asalku. Tepatnya tahun 9000 Gerkach, di sana kau akan sangat membantu dalam peperangan.”
“Hah? Ke negara asalmu?” Marco berpikir sejenak sambil mengawasi kembarannya. “Di mana negaramu? Jika itu tahun 9000 Gerkach berarti aku harus pergi ke sekitar 200 tahun yang lalu?”
“Iya, negaraku ada di Benua Pegalisch, tepatnya Yazelt. Kami sedang berperang melawan Kaum Trovolta dari Benua Tsandor. Benar katamu, itu 200 tahun yang lalu, ketika Perang Remains sedang berlangsung.”
“Siapa yang menciptakanmu? Kenapa kau menemuiku? Asal kau tahu, tempat ini juga bernama Yazelt.”
“Aku diciptakan oleh ilmuwan bernama Nolas Sonits, dia mengirimku ke 200 tahun di masa depan. Aku telah diintregasikan untuk memasuki sebuah komputer canggih yang memilik kecocokan dengan komputer penciptaku. Ternyata itu adalah milikmu, maka aku berada di sini sekarang. Ikutlah denganku ke era perang, untuk membantu kami. Benar, aku dikirim ke Yazelt di masa depan.”
“Hah! Sonits?”
Wajah Marco sangat terkejut, mulutnya menganga menatap kembarannya itu. Dia tidak percaya dengan yang terjadi di depannya, ini bukan sebuah ilusi. Seratus persen kejadian ini adalah kenyataan.
“Apa kau bersedia membantu kami?”
“Tidak! Aku tidak akan ikut denganmu. Kau pasti hanya tipuan, kau tidak nyata!” jawab Marco dengan tegas.
“Jika kau tetap tidak mau ikut, aku akan terus memaksamu. Akan aku buktikan bahwa aku nyata. Ada pesawat dari Trovolta yang melintas di atas Kota Yiklaz dan menuju Kepulauan Monsilk. Aku akan membajak pesawat itu menggunakan wajahmu.”
“Jangan lakukan, kehidupan kami sudah damai.”
“Semua kedamaian akan kujadikan malapetaka jika kau tidak mau membantuku.”
__ADS_1
Sampai akhirnya, Marco tetap tidak mau membantu kembarannya. Maka terjadilah pembajakan pesawat tersebut pada siang harinya. Pesawat tersebut telah jatuh dan membuat heboh warga. Banyak yang bertanya-tanya, kenapa pesawat milik Trovolta bisa jatuh di wilayah pegunungan.
Meski sudah mengetahui ancaman yang dilakukan kembarannya benar-benar terjadi, Marco tetap tidak mau ikut. Karena impiannya adalah mencari dunia baru yang sangat menyenangkan dan tidak membosankan. Dia tidak peduli dengan kecelakan pesawat yang telah dibajak robot buatan Sonits itu. Yang jelas, dia tidak akan pergi ke dunia mana pun kalau tidak menyenangkan. Dunianya sekarang sangat membosankan, semua orang sibuk dengan kesombongan serta dirinya sendiri. Dia malas bergaul dengan teman-temannya yang suka merendahkan. Lebih baik mati sendiri di kamar daripada mendengar keangkuhan, kepongahan, adu kekayaan dan keindahan tubuh dari orang-orang sekitar.