
Akhirnya kembaran Marco itu memberitahu bahwa dunia di era 200 tahun yang lalu sangat menyenangkan. Karena robot buatan Sonits yang menyerupai Marco itu diciptakan untuk mencari dunia di masa depan. Sedangkan Marco ingin dunia yang sangat keren seperti di dalam game perang yang selalu dimainkannya. Maka, kembaran Marco membuat rayuan agar Marco mau ikut menuju 200 tahun lalu, ketika perang Remains sedang berlangsung. Meski bukan dunia baru seperti yang diimpikan Marc, tapi di masa lalu itu akan banyak hal seru yang akan dia jumpai. Karena perang di sana sedang berlangsung, dan dia bisa ikut berperang secara nyata.
Sepertinya rencana robot tersebut berhasil. Marco termakan rayuan yang dibuat oleh sang robot. Marco menulis kalimat di kertas yang menyatakan ingin mencari dunia baru lalu meletakkannya di atas meja belajar, meski yang ia tuju adalah dunia di masa silam, yaitu 200 tahun lalu. Akhirnya dia menghilang melalui laptop-nya, pergi bersama kembarannya.
14:09 Waktu Yiklaz. Tahun 9200 Gerkach.
__ADS_1
Siang itu, puluhan orang berhamburan dari dalam rumah sambil mendongak menatap ke atas. Mata mereka tertuju pada sebuah benda raksasa yang terbang dengan ketinggian beberapa ratus kaki dari permukaan tanah. Benda tersebut mengeluarkan dengungan mesin yang sangat keras. Pesawat M12-43, pesawat itu melintas di atas rumah warga sesaat sebelum jatuh lalu meledak di Pegunungan Aranos. Terdengar suara berdebum disusul kepulan asap yang membubung tinggi, hal ini membuat warga saling bertanya-tanya.
Seorang anak kecil berlari di antara kerumunan warga. Dia berlari sambil membawa tas kecil yang diselempangkan di pundaknya. Sesekali mengusap keringat yang menetes melalui keningnya. Bocah itu terus berlari sambil meneriakkan kata ‘Perang’ sehingga mengalihkan perhatian orang-orang di sekitarnya.
“Hey, Koulos! Perang apa yang kau maksud?” tanya salah satu warga.
“Itu pesawat milik Gerfant dari Trovolta, mereka akan menyerang kita kembali!”
Semua yang mendengar perkataan bocah itu kembali menertawakannya. Sudah pasti orang-orang Yiklaz tidak percaya kalau Trovolta akan kembali menindas Yazelt seperti dahulu. Trovolta sudah mengaku kalah dan berjanji akan terus berdamai dengan Kaum Yazelt. Ada sebuah legenda yang menyebutkan kalau mereka kalah karena kecerdasan seorang bernama Nolas dari Yazelt yang mengembangkan sebuah virus hebat. Berkat senjata ilmiah itu, Kaum Trovolta benar-benar kalah telak dalam peperangan. Meski awalnya mereka unggul berkat zirah canggih yang dicuri dari Yazelt. Kini penemu virus itu diabadikan dalam bentuk patung yang berdiri kokoh di tengah Kota Yiklaz. Patung Nolas begitu megah, sosok jenius itu menjadi kebanggan bagi orang Yazelt.
Perang itu sudah berlalu sehingga membuat warga terlena. Mereka selalu berpikir positif bahwa perang yang keji itu tidak akan terulang kembali. Namun, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan selain orang yang tahu. Zirah tersebut sekarang sudah memasuki pengembangan yang terbaru. Tepatnya pada tingkat ke 7 untuk penyempurnaan dan dapat memodifikasi tubuh penggunanya menggunakan serum Y001. Saat serum itu disuntikan pada pengguna, maka hal menakjubkan akan terjadi. Pengguna zirah tersebut dapat berubah menjadi raksasa menyamai Kaum Trovolta. Begitu pula dengan Kaum Trovolta jika memakai zirah itu, mereka juga bisa bertransformasi menjadi lebih besar.
Tidak hanya itu, zirah yang diberi nama Zirah Keabadian itu juga mampu membuat kita menjadi tak terlihat. Pengguna zirah yang lain atau lawan harus menggunakan kacamata Criasto yang didesain khusus untuk melihat zirah tersebut saat dalam mode tak terlihat. Kacamata itu hanya dimiliki oleh pasukan Yazelt, karena mereka baru mengembangkannya saat zirah itu memasuki tingkat ke 6. Jadi, orang-orang dari Trovolta tidak mungkin berani melakukan peperangan lagi.
__ADS_1
Bocah bernama Koulos pergi dari kerumunan warga yang masih berkumpul menyaksikan kepulan asap dari Pegunungan Aranos. Setelah 30 menit, polisi dan petugas penanganan bencana dari pusat datang dengan menaiki helikopter. Mereka bersiap untuk melakukan evakuasi dan penyelidikan di lokasi jatuhnya pesawat.
Empat negara bagian di Benua Pegalisch diatur oleh suatu pemerintahan yang sedikit aneh. Mereka tetap mempertahankan sistem kerajaan yang terletak di tengah benua dan dikelilingi empat wilayah bagian. Raja mereka adalah keturuan dari King Arcansas yang dipilih dan merupakan perwakilan dari setiap empat wilayah di situ. Jadi, mereka memiliki 4 orang raja. Perwakilan tersebut adalah tetua yang dianggap memiliki kecerdasan spiritual dan pemikiran tajam yang melebihi orang biasa. Empat orang terpilih tersebut berhak tinggal di Kerajaan Cansas dan mengatur wilayahnya masing-masing secara bersama. Saling memberi saran dan saling mendukung satu sama lain.
Dari wilayah timur, Kaum Sandzelt memiliki perwakilan bernama Ryo Korlas. Bagian barat, yaitu Kaum Cadzelt dengan perwakilannya yang bernama Stef Tac. Sedangkan wilayah selatan, Kaum Kyuzelt diwakilkan oleh Gibergius. Kaum Yazelt dari utara memiliki perwakilan bernama Gio Torbern. Empat tetua ini sama-sama menyandang gelar raja dan memiliki wewenang yang sama. Mereka adalah raja generasi ke tiga setelah perang.
Kali ini, Torbern ikut menuju ke lokasi jatuhnya pesawat milik maskapai yang bernama Gerfant. Ketiga raja lainnya berada di istana karena kesibukan masing-masing. Dia datang menggunakan helikopter desain terbaru. Helikopter buatan orang Benua Pegalisch bentuknya seperti kura-kura dan menggunakan baling-baling di bagian belakang. Sedangkan bentuk pesawat dari Benua Tsandor sama dengan pesawat dari Benua Pegalisch. Tidak menggunakan sayap dan di desain mirip lembu. Yang membedakannya hanya dari warnanya dan ukurannya saja. Pesawat dari Tsandor berwarna perak, sedangkan pesawat dari Pegalisch berwarna emas.
Benua Tsandor lebih besar dari Pegalisch, sayangnya, di sana hanya ada satu kaum yang mendiaminya, yaitu Kaum Trovolta. Tidak ada kaum lain yang mendiami benua sebesar itu. Pemimpin mereka menyebut dirinya sebagai Anak Suci.
Sedangkan empat wilayah di Benua Pegalisch memiliki keahliannya sendiri. Saat perang antara Kaum Yazelt melawan Kaum Trovolta. Tiga negara bagian di Pegalisch hanya dapat membantu sesuai keahlian mereka. Kaum Sandzelt di bagian timur, memiliki keahlian di bidang kesehatan dan makanan. Sehingga, mereka hanya mampu membantu Kaum Yazelt dengan memasok sejumlah makanan dan menyediakan obat serta tenaga medis saat perang berlangsung. Kaum Cadzelt dari wilayah barat hanya mampu menyediakan peralatan untuk mengungsi, karena mereka ahli di bidang mengolah tanah dan pembangunan. Yang berperan besar adalah Kaum Kyuzelt dari selatan, mereka memiliki orang-orang yang kecerdasannya hampir sama dengan Kaum Yazelt. Orang Kyuzelt adalah ahli hukum dan mereka sangat ahli dalam hal strategi. Kaum Yazelt yang ahli teknologi, sangat terbantu karena tiga wilayah lainnya mau menolong mereka yang sedang kesulitan.
Karena dengan kerjasama, hal seberat apa pun akan lebih mudah dilakukan. Sudah sejak dahulu, seluruh keturunan King Arcansas saling bahu-membahu. Itulah sebabnya, dulu Pegalisch sangat makmur dan damai. Tidak ada keributan antar wilayah, semuanya saling menghargai. Hidup akan lebih indah dan tentram jika semua orang mau menghargai satu sama lain. Huru-hara akibat masalah sepele tidak akan terjadi.
__ADS_1